Manchester City Kehilangan Kendali, Arsenal Kini di Atas Angin

Manchester City Kehilangan Kendali, Arsenal Kini di Atas Angin
Reaksi penyerang Manchester City, Erling Haaland setelah melihat gawang The Citizens dibobol Everton pada lanjutan Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester City menjalani malam yang bisa dikenang sebagai titik balik perebutan gelar Premier League musim ini. Hasil imbang 3-3 melawan Everton membuka peluang besar bagi Arsenal untuk mengambil alih kendali.

Pertandingan di Merseyside berlangsung liar dan penuh perubahan momentum. City sempat unggul, kehilangan arah, lalu menyelamatkan satu poin di detik akhir.

Hasil ini datang di saat tekanan sedang tinggi dalam perburuan gelar. Kemenangan Arsenal sebelumnya membuat margin kesalahan bagi City hampir tidak ada.

Kini, peluang juara mulai menjauh dari genggaman tim asuhan Pep Guardiola. Situasi ini membuat sisa musim terasa jauh lebih berat dibanding beberapa pekan lalu.

1 dari 4 halaman

Babak Kedua yang Mengubah Segalanya

Pemain Everton memeluk Thierno Barry setelah mencetak gol ke gawnag Manchester City di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Everton memeluk Thierno Barry setelah mencetak gol ke gawnag Manchester City di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

City tampil meyakinkan di babak pertama dengan kontrol permainan yang rapi. Gol pembuka memberi sinyal bahwa mereka akan memangkas jarak poin dari Arsenal.

Namun, babak kedua berubah drastis dalam waktu singkat. Tiga gol Everton dalam 13 menit membuat City kehilangan kendali dan kepercayaan diri.

Kesalahan lini belakang menjadi titik awal masalah. Umpan ceroboh di area sendiri berujung gol yang menghidupkan semangat tuan rumah.

Tekanan terus meningkat hingga Everton membalikkan keadaan. City terlihat goyah, sesuatu yang jarang terjadi dalam fase krusial musim.

2 dari 4 halaman

Statistik yang Mengkhawatirkan

Kapten Manchester City, Bernardo Silva (kanan) tampak kecewa setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kapten Manchester City, Bernardo Silva (kanan) tampak kecewa setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ini menjadi salah satu momen langka di mana City kebobolan tiga gol dalam satu babak. Catatan tersebut menunjukkan penurunan konsistensi di fase penentuan.

City juga kehilangan poin dari posisi unggul dalam jumlah signifikan musim ini. Angka tersebut menyamai beberapa tim papan atas lain yang juga kesulitan menjaga keunggulan.

Meski belum kalah dalam 12 laga liga terakhir, hasil imbang ini terasa seperti kemunduran. Performa stabil belum tentu cukup tanpa ketajaman dalam momen penting.

Ekspresi para pemain saat kebobolan mencerminkan tekanan besar yang mereka rasakan. Situasi ini bisa berdampak pada mental tim di laga berikutnya.

3 dari 4 halaman

Harapan Masih Ada, tapi Tidak Sepenuhnya di Tangan

Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Gol menit akhir memastikan City tetap membawa pulang satu poin. Hasil itu menjaga peluang, tapi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mereka sendiri.

Guardiola mengatakan, "Kami bermain luar biasa di babak pertama. Babak kedua mereka meningkat dan kami kehilangan agresivitas."

Ia menambahkan, "Kami ambil satu poin dan akan terus berjuang sampai akhir. Sekarang tidak sepenuhnya di tangan kami, tapi kami lihat nanti."

Di sisi lain, Arsenal berada di posisi yang lebih menguntungkan. Jika mereka konsisten, musim ini bisa menjadi akhir dari penantian panjang gelar.

City masih memiliki peluang jika pesaing terpeleset. Namun, hasil di Merseyside ini bisa menjadi penentu arah akhir perburuan gelar musim ini.

Sumber: ESPN

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL