
Bola.net - Laga antara Manchester City dan Birmingham City, pada Putaran Ketiga FA Cup akhir pekan ini, tak hanya akan menjadi palagan antara penggawa kedua tim. Pertandingan yang akan dihelat di Old Trafford ini juga akan menjadi ajang adu strategi bagi juru racik taktik kedua tim tersebut.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, akan beradu cerdik dengan kompatriotnya, Aitor Karanka, yang saat ini menangani skuad Birmingham City.
Selain sama-sama berasal dari Spanyol, kedua pelatih ini relatif sebaya. Ketika sama-sama berkarier di tanah kelahirannya, Guardiola dan Karanka sempat beberapa kali bertemu dalam laga El Clasico. Guardiola membela panji Barcelona, sementara Karanka memperkuat Real Madrid.
Bagaimana selengkapnya perbandingan data antara Guardiola dan Karanka? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Guardiola Lebih Kaya Pengalaman
Guardiola dan Karanka sama-sama mengakhiri karier mereka sebagai pemain pada waktu yang sama. Mereka berdua sama-sama gantung sepatu pada musim 2007.
Namun, urusan terjun ke dunia kepelatihan, Guardiola mendahului rivalnya tersebut. Ia diapercaya menangani FC Barcelona B pada 1 Juli 2007, sebulan setelah ia pensiun.
Sementara, Karanka baru terjun ke dunia kepelatihan pada 1 Agustus 2008. Waktu itu, pria kelahiran 18 September 1973 tersebut terpilih sebagai pelatih Timnas Spanyol U-16.
Sejauh ini, Guardiola sudah melakoni 666 laga sebagai pelatih. Sementara, Karanka baru memimpin langsung anak asuhnya di pertandingan sebanyak 246 kali.
Raihan Poin Guardiola Lebih Cemerlang
Tak hanya soal jumlah pertandingan. Dalam aspek raihan selama menjadi pelatih pun Guardiola unggul jauh dari Karanka.
Sepanjang menjadi pelatih, Guardiola membawa timnya meraih 493 kemenangan, 94 kali imbang, dan 79 kali kalah. Ia meraih 1573 poin dalam 666 laga. Artinya, dalam tiap pertandingan, ia rata-rata meraih 2,36 poin dalam tiap laga.
Sementara, sepanjang mengarsiteki tim, Karanka membawa timya meraih 102 kemenangan, 66 hasil imbang, dan 78 kali kalah. Ia meraih 372 poin dalam 246 pertandingan. Artinya, dalam tiap pertandingan, ia rata-rata meraih 1,51 laga.
Soal raihan di klub terakhir mereka pun, Guardiola mengalahkan Karanka. Sepanjang 258 kali menangani City, ia meraih 601 poin. Artinya, dalam tiap pertandingan, ia rata-rata meraih 2,33 poin.
Sementara, selama 24 kali menangani Birmingham, Karanka meraih 23 poin. Artinya, dalam tiap pertandingan, ia rata-rata meraih 0,95 poin.
Head to Head, Guardiola Belum Terkalahkan
Kedua pelatih ini sebelumnya sudah sempat beradu strategi. Dari pertemuan ini, catatan Guardiola lebih bagus ketimbang Karanka.
Mereka sudah dua kali bertemu sebelum ini. Hasilnya, Guardiola sekali menang dan sekali imbang.
Namun, di sisi lain, Karanka sempat memiliki pengalaman menghadapi City sebelumnya. Dalam tiga kali pertemuan lawan City, Karanka meraih sekali kemenangan, sekali hasil imbang, dan sekali kalah.
Sementara, Guardiola belum sekali pun berkesempatan bertemu dengan Birmingham City sebelumnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Manchester City vs Birmingham City: The Citizens Unggul Tipis
- Kevin De Bruyne dan Messi Justru Bisa Timbulkan Masalah Rumit di Man City, Kok Bisa?
- Edan! PSG Wacanakan Duet Lionel Messi - Sergio Aguero di Musim 2021/22
- Prediksi Manchester City vs Birmingham City 10 Januari 2021
- Pede Maksimal, Manchester City Yakin Sudah Menangi Perburuan Lionel Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester City vs Birmingham City: Rekor Guardiola Kalahkan Karanka
Liga Inggris 9 Januari 2021, 14:30
-
Manchester City vs Birmingham City: The Citizens Unggul Tipis
Liga Inggris 9 Januari 2021, 09:33
-
Edan! PSG Wacanakan Duet Lionel Messi - Sergio Aguero di Musim 2021/22
Liga Inggris 8 Januari 2021, 16:40
-
Prediksi Manchester City vs Birmingham City 10 Januari 2021
Liga Inggris 8 Januari 2021, 16:03
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR