
Bola.net - Jose Mourinho bisa menjadi kabar baik bagi Tottenham. Dia punya jam terbang tinggi dan pengalaman meraih gelar juara. Namun, kehadiran Mourinho juga bisa menjadi kabar buruk bagi klub London Utara.
Jose Mourinho resmi menjadi manajer baru Tottenham mulai pekan ini. Dia akan menjalani debutnya saat Tottenham berjumpa West Ham pada pekan ke-13 Premier League, Sabtu (23/11/2019) di London Stadium.
Mourinho menggantikan tugas Muricio Pochettino, yang dipecat tak lama sebelum dia diangkat sebagai manajer baru. Pochettino dikenal punya hubungan yang baik dengan sejumlah pemain Spurs seperti Harry Kane.
Mourinho bukan sosok baru di pentas sepak bola Inggris. Dia pernah melatih Chelsea dan Manchester United. Dia juga punya reputasi bagus ketika melatih Inter Milan dan Real Madrid.
Dampak Buruk Jose Mourinho
Pengamat sepak bola Inggris, Charlie Nicholas, menyebut Mourinho bisa memberi efek negatif bagi Tottenham. Sebab, dia punya rekam jejak yang tidak selalu bagus bersama dua tim terakhir yang dilatihnya.
"Jujur saja, saya kagum. Saya terkejut karena ini terjadi begitu cepat," buka Charlie Nicholas pada Sky Sports.
"Saya tidak tahu apakah Mourinho dan Daniel Levy [pemilik Tottenham] bakal punya kemitraan yang bagus untuk melakukan pekerjaan ini. Mourinho suka menghamburkan uang [untuk membeli pemain]," sambung Charlie Nicholas.
Karakter Mourinho berbeda jauh dari Daniel Levy. Dia dikenal cukup pelit dalam membelanjakan uang di bursa transfer. Musim 2018/2019 lalu, tidak ada nama besar yang didatangkan Spurs di bursa transfer.
"Jika pemain tidak melakukan apa yang Mourinho inginkan, maka hubungan mereka bakal menjadi permusuhan," sambung Charlie Nicholas.
Negosiasi Kontrak Baru Pemain

Selain meningkatkan performa tim, Jose Mourinho langsung dihadapkan pada tugas berat di Tottenham. Sejumlah pemain kunci kontraknya bakal habis pada Juni 2020 mendatang. Klub harus segera memperpanjang kontrak mereka.
"Jan Vertonghen, Toby Alderweireld dan Christian Eriksen memiliki enam minggu sebelum mereka dapat mencapai kesepakatan untuk keluar dari Tottenham," kata Charlie Nicholas.
"Jose Mourinho mungkin mendapatkan sejumlah uang dari menjual mereka pada Januari 2020 tetapi ia ingin menyesuaikannya dengan gayanya," sambung Charlie Nicholas.
Sejauh ini, Mourinho masih belum banyak bicara soal pemain. Satu keterangan yang sudah diberikan pria 56 tahun yakni dia akan banyak bertumpu pada pemain muda Tottenham. Mourinho memuji kualitas pemain muda dari akademi klub.
Sumber: Sky Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Datangnya Mourinho Bisa Berdampak Buruk Bagi Eriksen, Kenapa Demikian?
Liga Inggris 22 November 2019, 23:19
-
Tak Seperti Mourinho, Lampard Ogah Khianati Chelsea Demi Latih Tottenham
Liga Inggris 22 November 2019, 22:49
-
Jurgen Klopp Sambut Kembalinya Mourinho ke Premier League
Liga Inggris 22 November 2019, 22:23
-
Eks Presiden Real Madrid Benarkan Jose Mourinho Kejar Gareth Bale
Liga Inggris 22 November 2019, 22:00
-
Ditanya Soal Mourinho, Solskjaer: No Comment!
Liga Inggris 22 November 2019, 18:40
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58























KOMENTAR