Michael Carrick dan Prinsip Don't Change A Winning Team di MU: 4 Laga Tanpa Perubahan di Starting XI

Bola.net - Michael Carrick memulai babak baru bersama Manchester United dengan cara yang tak biasa. Ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026, Carrick langsung mencuri perhatian lewat konsistensi ekstrem dalam memilih starting XI.
Di tengah situasi tim yang sebelumnya tidak stabil, Carrick justru memilih jalur sederhana. Ia tidak banyak bereksperimen, tidak pula mengobral rotasi, sesuatu yang jarang terlihat di era Premier League modern.
Keputusan tersebut langsung berdampak pada performa di lapangan. Manchester United tampil solid, agresif, dan efektif dalam empat laga awal di bawah arahan mantan gelandang andalan Old Trafford itu.
Fakta paling unik pun muncul ke permukaan. Dari empat pertandingan pertamanya, Carrick hanya sekali mengubah komposisi pemain inti, dan itu pun bukan karena alasan taktik.
Kembali ke Dasar: Formasi Familiar dan Kepercayaan Penuh

Michael Carrick datang dengan identitas yang jelas. Ia meninggalkan pendekatan Ruben Amorim yang mengandalkan formasi 3-4-3 dan mengembalikan Manchester United ke sistem 4-2-3-1 yang lebih familiar bagi skuad.
Langkah ini membuat para pemain tampil lebih nyaman. Peran setiap posisi terasa jelas, terutama di lini tengah yang kembali diisi duet Casemiro dan Kobbie Mainoo sebagai poros permainan.
Debut Carrick terjadi pada laga besar melawan Manchester City di Old Trafford, 17 Januari 2026. Dengan starting XI yang langsung dipercaya penuh, MU tampil disiplin dan menang 2-0.
Kepercayaan Carrick tidak berhenti di situ. Starting XI yang sama persis kembali diturunkan saat MU bertandang ke markas Arsenal, dan hasilnya kembali positif lewat kemenangan dramatis 3-2.
Satu Perubahan, Bukan karena Taktik

Laga ketiga melawan Fulham menjadi satu-satunya momen Carrick melakukan perubahan di starting XI. Bukan karena performa buruk, melainkan karena Patrick Dorgu mengalami cedera.
Sebagai solusi, Carrick memasukkan Matheus Cunha untuk mengisi posisi winger kiri. Perubahan ini bersifat reaktif, bukan hasil evaluasi taktik atau rotasi terencana.
Menariknya, struktur permainan MU tidak berubah. Intensitas tetap terjaga, agresivitas serangan konsisten, dan hasil akhirnya tetap sama: kemenangan 3-2 di Old Trafford.
Pada laga keempat melawan Tottenham Hotspur, Carrick kembali menunjukkan konsistensinya. Ia mempertahankan starting XI yang sama seperti saat menghadapi Fulham dan sukses membawa MU menang 2-0.
Menerapkan Prinsip Dont Change A Winning Team

Keputusan Michael Carrick untuk memakai prinsip don't change a winning team di empat laga awalnya menjadi fakta unik yang sulit diabaikan. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan bahwa stabilitas dan kepercayaan bisa menjadi fondasi kuat untuk hasil instan.
Empat laga, empat kemenangan, dan satu perubahan terpaksa. Awal perjalanan Carrick di Manchester United bukan hanya menjanjikan, tetapi juga menawarkan pendekatan sederhana yang efektif di level tertinggi sepak bola Inggris.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Rahasia di Balik Banyaknya Gol Bola Mati MU: Peran Sunyi Jonny Evans dan Kaita Hasegawa
- Melihat Bryan Mbeumo Sebagai 'Big Game Player' Manchester United
- Kembalinya Kai Havertz Sebagai Puzzle Penting Arsenal
- 5 Pelajaran Kemenangan 2-0 Man United vs Tottenham: Kartu Merah Romero hingga Sentuhan Jenius Carrick
- Wolves vs Chelsea: Sinyal Kebangkitan Cole Palmer jelang Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Melihat Kobbie Mainoo Bersinar, Jadi Ruben Amorim Keliru?
Liga Inggris 8 Februari 2026, 19:44
-
Agen Bruno Beraksi: Terang-terangan Lempar Pujian untuk Cole Palmer
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:31
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 7-8 Februari 2026
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:18
-
Nature is Healing! Ketika Dua Eks Man United Jadi Pahlawan di Napoli
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:01
LATEST UPDATE
-
Sumardji Akui Salah soal Sanksi 20 Laga dari FIFA: Hanya Ingin Lindungi Pemain Timnas!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 11:03
-
Eric Garcia Protes Keras untuk Kartu Merah: Keputusan Wasit Merugikan!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 10:48
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 13 Februari 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:33
-
Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
Piala Eropa 13 Februari 2026, 10:31
-
Man United Tegaskan Sikap Usai Kontroversi Pernyataan Sir Jim Ratcliffe, Apa Bunyinya?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 10:26
-
Atletico Hajar Barcelona 4-0, Julian Alvarez Memang Luar Biasa!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 10:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Pekan 6 di Bojonegoro, 12-15 Februari 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:10
-
Kylian Mbappe Absen Latihan Lagi, Arbeloa Pusing!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00

























KOMENTAR