Bola.net - - Ada satu alasan yang membuat Wayne Rooney memilih hijrah meninggalkan negara asalnya dan bertolak ke Amerika Serikat. Eks pemain Manchester United tersebut mengaku tak ingin melihat Liverpool keluar sebagai juara Premier League.
Rooney memutuskan untuk mengakhiri kiprah keduanya bersama Everton pada tahun 2018 kemarin guna memperkuat klub Amerika, DC United. Di klub masa kecilnya tersebut, ia tampil sebanyak 40 kali di berbagai ajang dan mencetak 11 gol.
Umur memang tak bisa bohong, performanya perlahan menunjukkan penurunan. Sehingga keputusan untuk menyeberang ke Amerika, di mana kompetisinya tidak seketat di Eropa, dianggap sebagai keputusan tepat dari pria berumur 33 tahun tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Berharap City Kembali Juara
Namun umur rupanya bukan satu-satunya alasan mengapa dirinya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman. Kepada talkSPORT, ia mengaku tak ingin menjadi saksi langsung persaingan gelar Premier League yang tengah dijalani Man City dan Liverpool.
"Sebuah alasan yang bagus untuk meninggalkan negara saat keduanya sedang bersaing demi memperebutkan gelar," tutur Rooney.
Harapannya, Manchester City bisa kembali keluar sebagai juara pada musim ini. Darah Evertonian yang kental mengalir di tubuhnya bakal menolak jika Liverpool berhasil menjadi pemenang untuk edisi kompetisi kali ini.
"Saya harap Man City berhasil melalui garis akhir sebelum Liverpool. Saya tak mampu melihat mereka memenangkannya, itu akan menjadi mimpi buruk bagi seluruh Evertonian," lanjutnya.
Punya Kenangan Buruk
Rooney benar-benar ingat bagaimana pendukung Liverpool sangat mengagung-agungkan setiap trofi yang klub kesayangannya raih. Contohnya saja saat The Reds berhasil keluar sebagai juara di kompetisi tertinggi Eropa, Liga Champions.
"Saya ingat di tahun 2005, mereka memenangkan Liga Champions dan mereka masih membicarakannya hingga sekarang. Jadi itu sudah berlangsung selama 10 atau 15 tahun!" tandasnya.
Seperti Rooney, Rio Ferdinand yang merupakan rekan setimnya di Manchester United juga enggan melihat Liverpool juara. "Yang lebih baik dari dua iblis itu adalah Manchester City memenangkan liga, sebab saya sudah pernah melihatnya'," ucap Ferdinand kepada Mirror.
Saksikan Juga Video Ini
Berita video statistik Bayern Munchen vs Liverpool pada leg kedua Liga Champions 2018-2019, Kamis (14/3/2019) di Allianz Arena, Munchen.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester City Diminta Mati-matian Kejar Tanguy Ndombele
Liga Inggris 22 Maret 2019, 20:20
-
Mau Thomas Partey, Manchester City Diminta Siapkan Uang Segini
Liga Inggris 22 Maret 2019, 15:20
-
Ferdinand Restui Kedekatan Manchester United dengan Jadon Sancho
Liga Inggris 22 Maret 2019, 09:00
-
Sebagai Evertonian, Rooney Takut Lihat Liverpool Juara
Liga Inggris 22 Maret 2019, 08:36
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSIM vs Bali United: Tayang Di Mana dan Main Jam Berapa?
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 17:44
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 23 Februari 2026, 17:21
-
Tewasnya Bos Kartel Meksiko Picu Masalah Keamanan, Piala Dunia 2026 Terancam?
Piala Dunia 23 Februari 2026, 17:17
-
Leverkusen vs Olympiacos: Di Ambang Kelolosan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:04
-
Newcastle vs Qarabag FK: Posisi Hampir Tak Tergoyahkan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:03
-
Inter vs Bodo/Glimt: Nerazzurri Mengejar Mukjizat
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:02
-
Atletico Madrid vs Club Brugge: Penentuan di Metropolitano
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:01
-
Arsenal Memang Terlalu Tangguh! Melihat Rahasia Kemenangan Telak di Derby London
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR