Trevoh Chalobah Maju Membela Rekan-Rekannya dari Kritikan Liam Rosenior Usai Chelsea Dihajar Brighton

Bola.net - Kekalahan kembali harus ditelan Chelsea saat bertandang ke markas Brighton, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Namun, bukan hanya hasil di lapangan yang menjadi sorotan, melainkan juga memanasnya situasi internal tim usai laga tersebut.
Bek Chelsea, Trevoh Chalobah, secara terbuka membantah pernyataan pelatih Liam Rosenior yang menuding para pemain kurang memiliki hasrat bermain. Perbedaan pandangan ini mempertegas adanya keretakan di tubuh klub London Barat tersebut.
Musim Chelsea kian terpuruk setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Brighton pada laga terbaru. Hasil itu memperpanjang tren negatif mereka menjadi lima kekalahan beruntun di liga tanpa mampu mencetak satu gol pun, rekor yang terakhir kali terjadi lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 1912.
Sejak menit awal, Chelsea sudah terlihat kesulitan mengimbangi permainan lawan. Gol cepat dari Ferdi Kadioglu saat laga baru berjalan tiga menit langsung mengguncang mental tim tamu. Situasi semakin memburuk setelah Jack Hinshelwood dan Danny Welbeck turut mencatatkan nama di papan skor.
Chalobah Bela Rekan Setim

Chalobah, yang kembali tampil sebagai starter setelah absen lebih dari sebulan, berada di garis depan pertahanan yang terus digempur. Meski sempat melakukan penyelamatan krusial di garis gawang pada babak pertama, ia tak mampu mencegah timnya dari kekalahan telak.
Usai pertandingan, Chalobah menegaskan bahwa rekan-rekannya sudah memberikan segalanya di lapangan.
“Menurut saya, semua pemain sudah bekerja sangat keras. Kami benar-benar kelelahan di ruang ganti. Ini bukan soal usaha, kami sudah memberikan segalanya, hanya saja hari ini kami kalah,” ujarnya.
Berbanding terbalik dengan pernyataan anak asuhnya, Rosenior justru menilai kekalahan tersebut bukan disebabkan oleh strategi, melainkan minimnya keinginan bertarung dari para pemain.
“Malam ini bukan soal taktik, ini soal hasrat,” tegas Rosenior.
Sinyal Retaknya Hubungan

Perbedaan pernyataan antara Chalobah dan Rosenior mengindikasikan adanya ketidaksinkronan di dalam tim. Di satu sisi, pemain merasa sudah mengerahkan kemampuan maksimal meski dalam kondisi fisik yang terkuras. Di sisi lain, pelatih melihat adanya masalah pada mentalitas dan komitmen.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keharmonisan ruang ganti Chelsea. Jika tidak segera diatasi, konflik internal tersebut berpotensi semakin memperburuk performa tim yang sudah berada dalam tekanan besar.
Chelsea kini tidak hanya menghadapi krisis hasil di lapangan, tetapi juga tantangan serius dalam menjaga soliditas tim di tengah musim yang kian sulit.
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Chelsea Pecat 3 Staf Tim Utama di Tengah Tekanan Finansial, Liam Rosenior Tetap Aman
- Jadwal Premier League Malam Ini: Burnley vs Man City, Kans The Citizens Tendang Arsenal dari Puncak Klasemen
- Apa yang Dinyanyikan Suporter Chelsea ke Liam Rosenior Usai Gol Cepat Brighton?
- Starting XI Chelsea Lagi-lagi Bocor, Kali Ini Diduga Berasal dari Lingkaran Terdekat Pemain
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST UPDATE
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37






















KOMENTAR