Uniknya Pep Guardiola: Terang-terangan Bongkar Taktik Man City untuk Kalahkan Leeds United

Uniknya Pep Guardiola: Terang-terangan Bongkar Taktik Man City untuk Kalahkan Leeds United
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Josep Guardiola jarang membuka dapur taktiknya ke publik. Namun, menjelang laga melawan Leeds United pekan lalu, ia justru menjelaskan secara gamblang bagaimana pertandingan akan berjalan dan bagaimana Manchester City harus mengatasinya.

Sehari kemudian, di Elland Road, semua berjalan hampir persis seperti yang ia paparkan. City menang tipis 1-0 dalam laga keras yang menuntut karakter dan ketenangan tim, terutama tanpa kehadiran Erling Haaland.

Yang menarik, pendekatan kedua tim sudah bisa ditebak dari konferensi pers Guardiola. Ia membedah gaya main Leeds, risiko man-marking, hingga kebutuhan timnya untuk tidak terlalu bergantung pada umpan panjang ke depan.

1 dari 3 halaman

Ketergantungan Pada Haaland Dan Opsi Umpan Panjang

Pemain Leeds United Anton Stach (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Rayan Ait-Nouri pada laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Leeds United Anton Stach (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Rayan Ait-Nouri pada laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Dalam konferensi pers sehari sebelum laga, Guardiola menekankan pentingnya memiliki Haaland sebagai pemain terdepan saat lawan menerapkan pressing tinggi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa City tak boleh terlalu bergantung pada skema tersebut.

“Ya, itu sangat penting, tetapi kami harus mencoba menggunakannya sesedikit mungkin, bahkan ketika menghadapi man-marking,” ujarnya.

Tanpa Haaland, opsi bola panjang jelas tak seefektif biasanya. Guardiola menegaskan pendekatan direct play setiap tiga hari untuk striker seperti Haaland tidak berkelanjutan. City, katanya, harus menemukan variasi lain agar tetap tak terduga.

“Saya punya mimpi, untuk bermain dan terus bermain lebih banyak daripada yang kadang kami lakukan, meskipun dengan man-marking itu sulit,” lanjutnya.

Pernyataan itu tercermin jelas dalam 30 menit pertama laga. City nyaris menolak bermain panjang. Mereka memaksakan build-up pendek dari belakang meski Leeds terus menekan dan merebut bola.

2 dari 3 halaman

Man-Marking Dan Tantangan Liga Inggris Modern

Pemain Manchester City Omar Marmoush melepaskan tembakan saat laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pemain Manchester City Omar Marmoush melepaskan tembakan saat laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Guardiola sebelumnya sudah memprediksi Leeds akan menerapkan man-marking ketat di Elland Road. Ia menyebut tren tersebut kini semakin lazim di Premier League.

“Besok akan sama di Elland Road, man-marking. Itu terjadi saat kami melawan Newcastle, saya melihat beberapa cuplikan Nottingham Forest dengan manajer baru mereka, selalu terjadi juga melawan Liverpool. Itu kenyataannya,” katanya.

Menurut Guardiola, solusi saat menghadapi pressing seperti itu adalah bermain lebih cepat dan lebih direct. Jika bola kedua bisa dimenangkan, peluang besar akan tercipta.

Ia mencontohkan peluang melawan Newcastle ketika City menciptakan empat hingga enam kesempatan dari situasi serupa, meski gagal pada umpan terakhir. Namun ia tetap mengingatkan risiko bola panjang.

“Operan dua meter lebih aman daripada 30 meter,” tegasnya.

3 dari 3 halaman

Eksperimen Taktik Dan Peran Rodri Serta Bernardo Silva

Untuk mengatasi tekanan Leeds, City bahkan menerapkan variasi taktik baru. Bernardo Silva dan Rodri ditempatkan di sisi kotak enam yard, sementara bek tengah melebar dan full-back naik lebih tinggi.

Leeds tetap agresif dan berkali-kali merebut bola. Namun City bersikeras memainkan umpan-umpan pendek. Bahkan ketika ada peluang mengirim bola panjang ke Antoine Semenyo, yang diplot sebagai target man darurat, mereka jarang melakukannya.

Guardiola menilai pendekatan ini bertujuan “menjatuhkan” lawan, mendorong mereka mundur dan mengontrol permainan di sepertiga akhir. Ia mengakui kombinasi pressing tinggi dan blok rendah yang dilakukan banyak tim, termasuk Leeds, membuat situasi semakin kompleks.

“Mereka bertahan dengna sangat tinggi dengan man-marking, lalu juga sangat dalam di kotak penalti. Tidak ada blok tengah. Banyak tim melakukan itu, dan kami sedang mengusahakannya,” jelasnya.

Guardiola menyebut performa tersebut mengingatkannya pada City era sebelumnya. Ia juga memuji Rodri dan Bernardo Silva yang mampu menggerakkan bola kanan-kiri di bawah tekanan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL