
Bola.net - Juventus resmi berpisah dengan Igor Tudor setelah rangkaian hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir. Mantan gelandang itu gagal mempertahankan performa tim yang sempat menjanjikan di awal musim.
Tudor sebenarnya memiliki skuad yang mumpuni dan seimbang di semua lini. Namun, penurunan performa pemain inti membuat tim tak stabil dan kehilangan arah permainan.
Di ajang Piala Dunia Antarklub, Juventus sempat menunjukkan permainan meyakinkan sebelum akhirnya tersingkir. Tudor bahkan mengaku merasa mulai mendapat kepercayaan penuh dari para pemainnya kala itu.
Sayangnya, hasil positif itu tak berlanjut ke Serie A. Dalam beberapa laga terakhir, Juventus tampil tanpa determinasi dan kehilangan efektivitas di lini depan.
Kini, publik menyoroti siapa saja pemain yang dianggap paling mengecewakan Tudor. Berikut lima di antaranya yang dianggap gagal menjawab kepercayaan sang pelatih.
1. Dusan Vlahovic

Tudor mempercayai Dusan Vlahovic meski masa depannya di Juventus sempat diragukan. Sayangnya, striker asal Serbia itu gagal mencetak gol pada saat-saat penting ketika tim sangat membutuhkannya.
Ironisnya, setelah Tudor dipecat, Vlahovic langsung kembali mencetak gol pada laga berikutnya. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa sang penyerang tampil di bawah standar di bawah arahan Tudor.
Padahal, Vlahovic diharapkan menjadi tumpuan utama lini serang Bianconeri. Namun performa yang angin-anginan membuatnya jadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas tim.
2. Manuel Locatelli

Sebagai kapten di bawah Tudor, Manuel Locatelli memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin tim keluar dari krisis. Namun, justru kepemimpinannya dipertanyakan karena gagal mengangkat moral rekan setimnya.
Gelandang berusia 26 tahun itu tampil di bawah performa dan kerap kehilangan pengaruh di lini tengah. Penurunan kualitas permainannya berdampak langsung pada stabilitas permainan Juventus.
Kini, masa depan Locatelli di bawah manajer baru juga dipertanyakan. Ia harus kembali membuktikan diri agar tak tersingkir dari proyek masa depan klub.
3. Kenan Yildiz

Kenan Yildiz sempat menjadi bintang muda paling menonjol di era Tudor. Namun di saat krusial, pemain asal Turki itu justru menghilang dan gagal memberi dampak signifikan.
Tudor memberikan kebebasan kreatif yang lebih besar padanya, membuat Yildiz tampil tajam di awal musim. Sayangnya, performa impresif itu menurun drastis menjelang akhir masa kepemimpinan Tudor.
Bahkan saat mengenakan ban kapten di beberapa laga terakhir, Yildiz gagal menunjukkan kepemimpinan maupun kontribusi yang diharapkan.
4. Francisco Conceicao

Tudor berjuang keras agar Francisco Conceicao kembali ke Juventus setelah masa pinjamannya berakhir. Namun, sang winger justru gagal menunjukkan konsistensi di lapangan.
Beberapa kali Conceicao tampil gemilang dan menjadi pembeda, tetapi momen itu tak bertahan lama. Dalam periode terburuk Juventus, ia sering tak terlihat dan kehilangan pengaruh di sisi sayap.
Kegagalannya mempertahankan performa menjadi salah satu faktor menurunnya kreativitas serangan tim. Hal ini membuat kepercayaan Tudor perlahan memudar.
5. Jonathan David

Kedatangan Jonathan David ke Juventus diharapkan bisa menambah daya gedor tim. Namun, striker asal Kanada itu justru tampil di bawah ekspektasi sepanjang masa kepelatihan Tudor.
Meskipun dikenal sebagai penyerang tajam di Eropa, David gagal beradaptasi cepat dengan sistem permainan Juventus. Alih-alih menjadi solusi, ia malah menambah daftar masalah di lini depan.
Pihak klub kini berharap pelatih baru bisa mengeluarkan potensi terbaik David. Jika tidak, rekrutan mahal itu terancam menjadi investasi gagal bagi Bianconeri.
Sumber: Juvefc
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Para Asisten Luciano Spalletti di Juvetus: Ada Eks Tangan Kanan Maurizio Sarri
Liga Italia 31 Oktober 2025, 17:17
-
Fakta Luciano Spalletti: Pelatih Juventus, tapi Punya Tato Logo Napoli di Lengannya!
Liga Italia 31 Oktober 2025, 17:01
-
5 Pemain Juventus yang Mengecewakan Igor Tudor hingga Berujung Pemecatan
Liga Italia 31 Oktober 2025, 13:54
-
Prediksi Cremonese vs Juventus 2 November 2025
Liga Italia 31 Oktober 2025, 13:11
-
Juventus Resmi Tunjuk Luciano Spalletti Sebagai Pelatih Baru
Liga Italia 31 Oktober 2025, 05:32
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
-
Jose Mourinho Siapkan 'Kejutan' untuk Real Madrid
Liga Champions 17 Februari 2026, 14:52
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR