
Bola.net - Ada banyak pemain yang memiliki potensi besar namun mengalami kegagalan. Bisa jadi, beberapa dari mereka gagal karena tidak bermain pada posisi yang seharusnya.
Para pemain muda kerap memilih posisi sesuai dengan idolanya, dan terus bertahan di sana. Padahal sebenarnya, mereka tidak memiliki bakat yang cukup untuk bermain pada posisi tersebut.
Kasus seperti ini tidak terjadi kepada mereka yang sedang menimba ilmu di akademi. Bahkan, beberapa pemain juga baru menyadari posisi terbaiknya saat sudah menembus pentas yang lebih profesional.
Benar kata banyak orang, meninggalkan 'zona nyaman' ternyata besar kegunaannya. Dilansir dari Planet Football, berikut adalah pemain yang bersinar di pentas sepak bola setelah memutuskan berganti posisi.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Thierry Henry
Thierry Henry gagal menunjukkan kualitasnya sewaktu memperkuat Juventus, sehingga dirinya hanya bertahan selama satu musim di sana. Oleh klub raksasa Italia itu, ia dimainkan sebagai seorang penyerang sayap.
Beruntung buat Henry, Arsene Wenger tahu bahwa dirinya tidak seharusnya dimainkan pada posisi tersebut. Lantas, ia memindahkan Henry ke posisi penyerang yang membuat dirinya jadi seorang legenda di The Gunners.
"Pada satu waktu, saya ingin bertemu Wenger dan meminta untuk dikembalikan ke posisi yang lebih melebar. Lalu, saya berkata kepada diri sendiri bahwa saya harus bereaksi, saya tidak boleh gagal untuk kedua kalinya hanya beberapa bulan setelah mengalami hal negatif di Turin," ucap Henry.
Bastian Schweinsteiger
Final Piala Dunia 2014 menjadi salah satu panggung terbaik Bastian Schweinsteiger di pentas internasional. Ia sukses membuat fans Jerman melupakan Sami Khedira dan Toni Kroos yang mengalami kesulitan.
Schweinsteiger bertarung melawan para pemain Argentina yang menjadi lawan Jerman. Padahal, Schweinsteiger kala itu sedang bermain sebagai gelandang tengah yang bukan tempatnya sebenarnya.
Selama delapan tahun, Schweinsteiger menjalani karirnya sebagai gelandang yang bermain lebih melebar. Sementara, waktu masih di Bayern Munchen, sektor tengah sering diisi oleh Michael Ballack, Jens Jeremies, dan Owen Hargreaves.
Cristiano Ronaldo
Ronaldo tiba di Old Trafford sebagai seorang penyerang sayap. Ia sudah beroperasi di posisi tersebut saat masih memperkuat klub lamanya, Sporting Lisbon.
Namun, pada suatu waktu, Sir Alex Ferguson selaku pelatih Manchester United menaruhnya sebagai penyerang sentral. Sementara Carlos Tevez dan Wayne Rooney diposisikan lebih melebar untuk menunjang performa Ronaldo.
Sekarang, Ronaldo dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Ia membukukan total 450 gol dari 438 pertandingan di semua kompetisi bersama Real Madrid sebelum memutuskan pindah ke Juventus tahun 2018.
Andrea Pirlo
Saat berbicara soal pengatur serangan terbaik di dunia sepak bola, jelas nama Andrea Pirlo tidak boleh dilupakan. Bisa dibilang, dia adalah salah satu deep-lying playmaker terbak dalam sejarah.
Perlu diketahui bahwa Pirlo baru menjalani peran tersebut saat bersama AC Milan. Sebelumnya, saat masih bermain untuk Brescia, Inter, dan Reggina, Pirlo dikenal sebagai seorang trequartista.
Perbedaan posisi ini terbilang mencolok, walau sama-sama memiliki peran sebagai gelandang. Seorang trequartista beroperasi di belakang striker, sementara deep-lying midfielder bermain tepat di depan kedua bek.
Gianluca Zambrotta
Pada tahun 1999, Juventus resmi merekrut Zambrotta dari Bari. Kala itu ia dikenal sebagai penyerang sayap potensial di negara Pizza tersebut.
Namun Piala Dunia 2002 membuat semuanya jadi berubah. Zambrotta mengalami cedera pasca kompetisi tersebut dan Juventus telah menemukan sosok penggantinya, yakni Mauro Camoranesi dari Verona.
Marcello Lippi jelas tidak ingin pemain seperti Zambrotta hanya menjadi penghias bangku cadangan. Oleh karena itu, ia memberikan tugas sebagai bek sayap untuk Zambrotta yang terus dimainkan sampai ia memutuskan pensiun.
(Planet Football)
Baca Juga:
- Beberapa Poin Penting dari Kemenangan Real Madrid atas Eibar
- Kilas Balik: Mengingat Kronologi Kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Real Madrid: Eden Hazard Bangkit dan Akhir Era James Rodriguez
- Ketika Bola Hasil Free Kick Cristiano Ronaldo Bikin Suporter Cilik Bournemouth Patah Tangan
- 5 Pelajaran dari Kemenangan 4-0 Barcelona: Griezmann di Mana?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR