
Bola.net - Hasil imbang 2-2 antara Napoli vs Hellas Verona menyisakan cerita panas. Antonio Conte tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai laga yang diwarnai keputusan kontroversial tersebut.
Sang juara bertahan sejatinya menunjukkan mental baja di lapangan. Mereka sukses bangkit dan menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol lebih dulu dari tim tamu.
Namun, sorotan utama tertuju pada serangkaian keputusan wasit yang dinilai aneh oleh Conte. Mulai dari penalti untuk Verona hingga dianulirnya gol Rasmus Hojlund karena dianggap handball.
Pelatih asal Italia itu merasa timnya berada di pihak yang dirugikan oleh insiden-insiden kunci tersebut. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi daya juang pasukannya yang menolak menyerah di tengah situasi sulit.
Sarkasme tajam pun tak terelakkan saat Conte membahas keputusan wasit yang menganulir gol strikernya. Ia mempertanyakan logika pengadil lapangan dengan pertanyaan retoris yang menohok.
Sarkasme Conte Soal Insiden Hojlund

Conte sebenarnya mencoba berbesar hati menerima keputusan penalti yang diberikan kepada lawan. Namun, ia tak menampik bahwa ada rasa janggal dalam evaluasi wasit di momen tersebut.
"Keputusan penalti adalah evaluasi yang aneh, tapi kami menerimanya," ujar Conte kepada DAZN usai pertandingan.
Emosinya baru benar-benar tumpah saat membahas insiden handball Rasmus Hojlund. Bagi eks pelatih Chelsea ini, posisi tangan pemainnya adalah gerakan alami yang mustahil dihindari dalam duel fisik.
"Dua episode negatif itu bisa membunuh siapa saja, tapi tim bereaksi dengan baik. Dan soal Hojlund, sejujurnya saya tidak tahu di mana dia harus menaruh lengannya, apa yang harus dia lakukan, mengamputasinya? Ini menjadi sulit, tapi kami terus melangkah," keluh Conte dengan nada tinggi.
Ia menegaskan bahwa laga semacam ini sangat berisiko bagi timnya. Ada perasaan campur aduk antara kecewa dengan hasil akhir dan bangga melihat respon para pemain mengejar ketertinggalan.
"Tidak hanya kekecewaan. Ini adalah pertandingan di mana Anda berisiko kalah, ada dua episode negatif bagi kami di mana kami bisa melakukan yang lebih baik," tambahnya.
Fokus Penuh Menatap Inter Milan
Hasil mengecewakan kontra Verona kini harus segera dilupakan demi fokus ke laga mahabarata selanjutnya. Napoli dijadwalkan akan meladeni tantangan berat dari Inter Milan.
Conte enggan terjebak dalam perdebatan siapa yang lebih difavoritkan dalam duel nanti. Ia memilih berhati-hati dalam berucap demi menjaga kondusivitas tim jelang laga krusial.
"Saya tidak tertarik mendiskusikan itu. Jika saya mengatakan sesuatu, itu akan menyebabkan kekacauan," tegasnya menghindari polemik.
Meski begitu, ia tak menutup mata terhadap kekuatan calon lawannya. Inter dinilai memiliki kualitas luar biasa, terbukti dengan rekam jejak mereka di kompetisi Eropa belakangan ini.
"Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat kuat yang telah mencapai dua final Liga Champions dalam dua tahun. Kami akan pergi ke sana dengan tekad dan keinginan untuk memberikan segalanya," imbuh Conte.
Merasa Diperlakukan Berbeda di Italia
Di luar aspek teknis, Conte juga menumpahkan unek-uneknya soal narasi media di Italia. Ia merasa kerap disalahartikan ketika memberikan komentar objektif mengenai rival-rival Napoli.
Ia membela diri terkait pujian yang baru-baru ini ia lontarkan untuk Inter, AC Milan, dan Juventus. Menurutnya, itu hanyalah bentuk respek terhadap sejarah klub-klub besar tersebut.
"Saya tidak mengatakan hal yang aneh. Saya hanya memberikan pujian kepada Inter, Milan, dan Juventus serta sejarah mereka," jelasnya.
Conte menutup sesi wawancara dengan perasaan bahwa dirinya menjadi sasaran empuk kritik yang tidak adil. Ia membandingkan perlakuan yang ia terima dengan pelatih lain saat membahas kinerja wasit.
"Jika saya berbicara tentang wasit, terjadi keributan. Jika orang lain melakukannya, tidak terjadi apa-apa. Saya mengerti saya adalah figur media, tapi ini hanya terjadi pada saya di Italia," pungkas Conte.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli Juara Supercoppa! Antonio Conte Merendah, Tapi Sempat Sindir Manchester United
Liga Italia 23 Desember 2025, 08:54
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR