
Bola.net - Peta persaingan Serie A musim 2025-26 mulai menyajikan sebuah drama yang menarik setelah lima pekan terlewati. Kemenangan krusial AC Milan atas sang juara bertahan, Napoli, menjadi babak pembuka dari cerita yang tampaknya akan panjang.
Hasil impresif di San Siro itu seolah menjadi sebuah pesan kuat bagi seluruh Italia. Rossoneri, yang musim lalu terseok-seok, kini harus diperhitungkan sebagai penantang serius untuk meraih Scudetto.
Namun, perang sesungguhnya tidak hanya terjadi di atas lapangan hijau selama 90 menit. Di luar sana, perang urat saraf di antara para juru taktik jenius telah dimulai, di mana setiap kata bisa menjadi sebuah strategi.
Massimiliano Allegri, sang arsitek Milan, memilih untuk merendah. Di seberang sana, Antonio Conte bermain aman, sementara dari kejauhan, nama kejutan lain muncul sebagai kandidat kuda hitam.
Napas Baru Rossoneri di Tangan Allegri

AC Milan menyongsong musim ini dengan optimisme yang membuncah tinggi. Kembalinya Massimiliano Allegri ke kursi pelatih seolah menyuntikkan kembali DNA kemenangan ke dalam skuad.
Setelah melewati musim 2024-25 yang penuh kekecewaan, Milan kini tampil lebih terorganisir dan berbahaya. Kehadiran maestro lini tengah, Luka Modric, memberikan sentuhan magis yang selama ini hilang.
Kemenangan atas Napoli menjadi klimaks dari start apik mereka sejauh ini. Hasil itu sekaligus mematahkan rekor buruk Milan yang dalam beberapa tahun terakhir selalu takluk dari Partenopei di kandang sendiri.
Akan tetapi, Allegri justru menunjukkan reaksi yang tak terduga di tengah euforia. Ia memilih untuk tetap membumi dan secara mengejutkan masih melabeli lawannya sebagai tim yang lebih favorit.
Taktik Allegri Melempar Status Favorit

Sebelum duel akbar melawan Napoli, Allegri secara terbuka melayangkan pujian setinggi langit untuk sang rival. Menurutnya, Napoli-lah kandidat terkuat peraih Scudetto, bukan timnya.
Ia menyoroti bagaimana Napoli begitu agresif di bursa transfer, bahkan mendatangkan Kevin De Bruyne. Belanja pemain lebih dari 150 juta Euro dianggapnya sebagai bukti keseriusan sang juara bertahan.
Sosok Antonio Conte di kursi pelatih Napoli juga tak luput dari sanjungannya. Allegri tanpa ragu mengakui kehebatan Conte dalam memoles pemain hingga mencapai potensi terbaiknya.
"Napoli menjalani bursa transfer yang penting, dan saya masih percaya mereka adalah favorit untuk gelar juara," kata Allegri pada malam sebelum pertandingan.
Jawaban Berkelas Seorang Antonio Conte

Pujian dari Allegri rupanya tidak membuat Antonio Conte terlena atau besar kepala. Pelatih Napoli itu justru membalasnya dengan sebuah jawaban yang sangat diplomatis, cerdas, dan berkelas.
Conte dengan tegas menolak untuk terjebak dalam permainan "siapa favorit juara". Ia lebih memilih untuk mengingatkan semua orang tentang kekuatan tim-tim besar Italia secara historis.
Baginya, klub seperti Milan, Inter, dan Juventus akan selalu menjadi penantang karena DNA mereka. Sejarah, tradisi, kekuatan finansial, dan mentalitas adalah faktor yang tidak bisa diabaikan.
"Saya tidak melabeli siapa pun sebagai favorit. Saya hanya tahu, dan saya ulangi, bahwa Milan, Inter, dan Juve, karena sejarah, tradisi, gaji, dan nilai finansial mereka, selalu menulis babak penting dalam sejarah sepak bola," jawab Conte.
Bisikan dari Sang Legenda: Awas Kuda Hitam!
Di tengah sorotan yang tertuju pada duel Milan dan Napoli, sebuah bisikan datang dari sosok legendaris. Fabio Capello, pelatih legendaris Italia, menunjuk satu nama lain yang bisa merusak pesta.
Tim yang dimaksudnya adalah AS Roma yang kini berada di bawah komando Gian Piero Gasperini. Menurut Capello, Giallorossi punya segala syarat untuk menjadi kuda hitam yang sangat berbahaya musim ini.
Namun, di antara semua kandidat, Milan menyimpan satu keuntungan yang sangat signifikan. Pasukan Allegri tidak akan terganggu oleh jadwal kompetisi Eropa yang menguras tenaga.
Absennya laga tengah pekan bisa menjadi kunci, persis seperti yang dialami Napoli saat menjadi juara musim lalu. Kini, pertanyaan besarnya adalah, akankah sejarah manis itu kembali terulang, namun kali ini untuk keuntungan Milan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Napoli, Sudah Siapkah AC Milan jadi Favorit Juara Liga Italia Musim Ini?
Liga Italia 3 Oktober 2025, 10:11
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48



















KOMENTAR