
Bola.net - Paolo Maldini dikenal sebagai simbol kesetiaan dan kejayaan AC Milan. Namun, di balik segalanya, ada cerita sederhana tentang debut gugup dan beban nama keluarga. Ia mengungkap sisi manusiawi dari seorang legenda yang sering dianggap sempurna.
Maldini percaya kemenangan bukan hanya soal trofi, tapi juga tentang jatuh bangun dalam perjalanan panjang di lapangan. Lewat pengakuannya, ia menunjukkan bahwa kekalahan dan kegugupan adalah bagian penting dari kesuksesannya.
Debut Tak Terduga, Sepatu Salah
Maldini menjalani debut saat masih berusia 16 tahun. Waktu itu, ia sama sekali tak menyangka bakal dimainkan. "Ketika saya melakukan debut, saya pikir saya tidak akan bermain. Saya bahkan tidak membawa sepatu yang tepat," ujarnya jujur kepada Rai 3.
Ia sebenarnya berada di urutan belakang, kalah pengalaman dari para senior. Namun, saat kesempatan datang, Maldini langsung berkata, "Saya bilang pada pelatih, saya bisa bermain di mana saja."
Dibayangi Nama Besar Ayah
Sebagai putra Cesare Maldini, tekanan untuk tampil sempurna tak terhindarkan. "Saya memiliki hubungan yang baik dengannya. Di tahun-tahun awal, saya tidak bisa menyangkal bahwa warisannya cukup membebani saya."
Namun, dari tekanan itulah muncul kekuatan dan tekad untuk membuktikan kualitasnya sendiri. Maldini bukan hanya meneruskan nama, tapi membentuk warisan baru.
Belajar dari Kekalahan untuk Menang
Maldini menganggap dirinya sebagai pemenang yang juga sering kalah. "Kesuksesan juga datang melalui kekalahan. Pada akhirnya, saya adalah salah satu pecundang terbesar sekaligus pemenang terbesar."
Ia menilai, kekalahan adalah guru yang membentuk mental juara. "Saya cukup beruntung bisa menang sambil banyak mengalami kekalahan juga," katanya.
Derby dan Rasa Gugup yang Tak Terlupa
Derby della Madonnina menjadi ujian berat saat Maldini muda harus tampil di panggung besar. "Derby-derby pertama adalah yang paling sulit, karena saya sangat ingat setelah pertandingan saya bilang, 'Saya tidak suka bagaimana saya bermain.'"
Rasa tegang membuatnya tak bisa bermain lepas, bahkan nyaris tak bisa bergerak. "Saraf saya terlalu tegang, dan saya agak lumpuh," kenangnya tentang malam-malam penuh tekanan itu.
Sumber: Rai 3, Sempre Milan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Kilas Balik Penampilan Luar Biasa Fermin Lopez di Olimpiade Paris
- Gosip Transfer Fermin Lopez ke Manchester United: Perjalanan Karier dan Gaya Bermain sang Gelandang Barcelona
- MU vs Everton Imbang, Berikutnya Laga Nostalgia Kontra De Gea di Teater Impian
- 'Kesetiaan' Jadon Sancho pada Juventus Diuji Waktu
- Demi Juventus, Striker PSG Tolak Pinangan Tottenham dan MU
- Jules Kounde, Bagian Integral dalam Rencana Jangka Panjang Barcelona
- Xabi Alonso Masih Membutuhkan Antonio Rudiger
- Langkah Tak Biasa Real Madrid demi Percepat Proses Hengkangnya Ferland Mendy
- 5 Tahun Tanpa Debut di Real Madrid, 'Penerus Kaka' Pulang Kampung ke Brasil
- Konate Tertarik ke Real Madrid, tapi Harus Menunggu sampai Januari
- Jude Bellingham Bisa Pulih Tepat Waktu untuk El Clasico?
- Rambut Antonio Conte dari Masa ke Masa: Tebal, Botak, hingga Kembali Lebat
- Eks Presiden Barcelona: Rashford Lebih Baik daripada Nico Williams
- Fermin Lopez ke Manchester United: Rumor Transfer dan Pernyataan Fabrizio Romano
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Sudah Habis Kesabaran dengan Saga Transfer Ardon Jashari
Liga Italia 4 Agustus 2025, 16:11
-
Kabar Milan: Bennacer dan Adli Menolak Pindah Walau Tak Masuk Rencana Allegri
Liga Italia 4 Agustus 2025, 09:13
-
Milan Kasih Ultimatum ke Club Brugge: Mulai Pembicaraan atau Bye-bye Jashari
Liga Italia 4 Agustus 2025, 04:35
LATEST UPDATE
-
5 Pertandingan yang Tentukan Akhir Era Ruben Amorim di Manchester United
Liga Inggris 6 Januari 2026, 04:30
-
Era Baru Jakarta Electric PLN Mobile Dimulai, 2 Pilar Eropa Gebrak Proliga 2026
Voli 6 Januari 2026, 00:06
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40























KOMENTAR