
Bola.net - Suasana Derby della Madonnina pada Senin (24/11/2025) berubah penuh sorotan ketika lautan cahaya menghiasi sisi tribun pendukung AC Milan. Ribuan lampu ponsel para ultras Rossoneri menciptakan koreografi yang langsung menarik perhatian seluruh stadion. Salah satu tribune tampak menyala, membentuk tampilan visual yang tidak biasa di laga panas tersebut. Momen itu menjadi pembuka atmosfer yang menggetarkan di San Siro.
Aksi ini menjadi berbeda karena biasanya ultras Milan menampilkan koreografi dengan spanduk raksasa dan pernak-pernik khas mereka. Namun kali ini, cahaya kecil dari ponsel justru menjadi simbol yang menyatukan ribuan suporter. Pemandangan itu langsung mengundang pertanyaan besar dari para penonton netral. Banyak yang penasaran, mengapa koreografi itu begitu berbeda dari biasanya?
Derby kontra Inter Milan ini sendiri berlangsung dalam tensi tinggi, tetapi aksi para ultras menjadi salah satu sorotan utama sebelum kick-off. Banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu koreografi paling kreatif yang pernah dibuat dalam sejarah derby kota Milan. Bukan hanya unik, namun ada pesan yang coba mereka sampaikan dalam aksi tersebut.
Kejutan itu sekaligus menegaskan bahwa kreativitas suporter bisa muncul bahkan ketika mereka berada dalam keterbatasan. Tribun Milan pun tetap hidup, tetap ramai, dan tetap menjadi pusat perhatian meski tanpa perangkat koreografi tradisional. Cahaya yang mereka nyalakan menjadi simbol bahwa dukungan mereka tidak pernah padam.
Mengapa Suporter Milan Bikin Koreografi Lampu Ponsel?
Koreografi unik ini lahir dari situasi yang tidak sepenuhnya diinginkan para ultras AC Milan. Awal pekan pertandingan, otoritas publik memutuskan melarang spanduk bertuliskan “Sodalizio”, yang merupakan nama salah satu kelompok ultras Milan. Spanduk itu sebelumnya sudah terlihat dalam laga melawan Napoli dan Fiorentina, namun untuk derby kontra Inter, pihak keamanan mengambil keputusan berbeda.
Menurut laporan Milan News, alasan pasti pelarangan spanduk tersebut belum sepenuhnya jelas. Namun larangan itu diduga berkaitan dengan investigasi “Doppia Curva”, yang melibatkan 16 anggota ultras Inter dan Milan atas dugaan aktivitas ilegal terkait dunia ultras dan potensi hubungan dengan kelompok Mafia. Situasi itu membuat segala bentuk simbol ultras diawasi lebih ketat.
💪🔴⚫️ AVANTI NOI pic.twitter.com/0EMQC2M89h
— BANDITI CURVA SUD MILANO 🔴⚫🥷 (@GiuseppeDigies1) November 23, 2025
Menghadapi larangan tersebut, ultras Milan mencari cara untuk tetap menampilkan identitas mereka. Alih-alih membawa spanduk, mereka justru menciptakan ulang tulisan itu dengan menggunakan cahaya ponsel di tribun. Ide tersebut bukan hanya inovatif, tetapi juga menjadi bentuk perlawanan halus terhadap pembatasan yang mereka alami.
Sebelum laga, para ultras sebenarnya telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan membuat koreografi apa pun. Meski begitu, mereka tetap memastikan dukungan penuh melalui nyanyian dan atmosfer tribun. Koreografi cahaya itu muncul sebagai kejutan, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas mereka tidak bisa dibatasi oleh aturan apa pun.
Hasil Laga: Milan Lanjutkan Tren Positif Atas Inter

Derby della Madonnina kali ini bukan hanya tentang aksi di tribun, tetapi juga hasil manis untuk AC Milan. Rossoneri mencatatkan enam derby beruntun tanpa kekalahan dan meraih empat kemenangan dalam periode tersebut. Mereka mempertegas dominasi atas rival sekota dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga ini.
Gol tunggal Milan lahir dari aksi Christian Pulisic di menit ke-54. Berawal dari tembakan Alexis Saelemaekers yang ditepis Yann Sommer, bola memantul tepat ke arah Pulisic yang langsung menyambarnya ke gawang kosong. Gol itu menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat sepanjang 90 menit.
Inter mencoba merespons dan menekan habis-habisan di sisa laga, namun pertahanan Milan tampil tangguh. Rossoneri menunjukkan pertahanan heroik, termasuk momen krusial ketika Strahinja Pavlovic melanggar Marcus Thuram di kotak penalti. Inter mendapat peluang emas melalui titik putih, namun upaya Hakan Calhanoglu gagal.
Mike Maignan tampil sebagai pahlawan setelah melakukan penyelamatan ke arah kanan gawangnya. Aksi itu memastikan Milan pulang dengan tiga poin dan membuat malam para suporter merah-hitam makin sempurna. Tekanan Inter di menit-menit akhir tak mampu meruntuhkan pertahanan Milan yang tampil disiplin hingga peluit panjang.
Klasemen Serie A
(MilanNews)
Baca Juga:
- Kalah dari Milan dan Hancur Lawan Tim Besar, Thuram: Inter Milan Masih di Jalur yang Benar!
- Inter vs Milan: Rekor 100 Kemenangan Allegri dan Pujian untuk Duet Pulisic-Leao
- Paradoks AC Milan: Garang Lawan Inter, Mengapa Sering Loyo Lawan Tim Kecil?
- Inter vs Milan: Analisis Pemain Terbaik dan Terburuk di Derby della Madonnina
- Man of the Match Inter vs Milan: Mike Maignan
- Hasil Inter vs Milan: Pulisic dan Maignan Jadi Penentu Kemenangan di Derby della Madonnina
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Frustrasi Berat! Dominasi Inter vs Milan Sia-sia, Chivu: Satu Kesalahan, Kami Tamat!
Liga Italia 24 November 2025, 11:54
LATEST UPDATE
-
3 Kekalahan Beruntun, Kursi Marcos Santos di Arema FC Mulai Panas?
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 23:04
-
Hasil PSIM vs Persijap: Drama 4 Gol, VAR, dan Lampu Padam
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 22:54
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Penentu di Laga Madrid vs Man City
Liga Champions 11 Maret 2026, 22:21
-
Khvicha Kvaratskhelia Selalu Tampil Berbeda di Liga Champions Bersama PSG
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:58
-
Joao Pedro Jadi Andalan Chelsea Dalam Duel Kontra PSG di Liga Champions
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:39
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Bali United 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 21:27
-
Iran Pastikan Tak Ikut Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Maret 2026, 21:24
-
Live Streaming Leverkusen vs Arsenal - Link Nonton Liga Champions di Vidio
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:02
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi Dewa United vs Manila Digger 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 20:58
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41
























KOMENTAR