Pjanic memperkuat Roma sejak tahun 2011 silam. Ia dibeli oleh klub ibukota Italia tersebut dari klub Prancis, Lyon. Gelandang asal Bosnia ini kemudian menjadi pilar utama I Lupi sejak saat itu.
Namun pada musim panas 2016 kemarin, ia memutuskan untuk hijrah ke Turin, menerima pinangan rival Roma, Juventus. Transfer itu tentu membuat berang banyak pihak di Roma. Namun Pjanic memiliki alasan mengapa ia rela meninggalkan klub dan kota yang sebenarnya sangat ia cintai tersebut.
Ia mengaku bahwa ia tak bisa lagi menerima janji-janji palsu dari manajemen Roma.
"Mereka membuat banyak janji dan saya selalu menepati janji saya dengan meneken perpanjangan kontrak," buka Pjanic pada La Repubblica.
"Mereka selalu mengatakan mereka akan membangun sebuah tim yang kompetitif untuk bersaing merebut trofi Serie A, tapi kami tak memenangi apa-apa dalam lima tahun," keluhnya.
"Ketika saya menyadari bahwa Juventus menginginkan saya, saya langsung bilang ya. Hal yang sama saya lakukan ketika saya pindah ke Roma saat Luis Enrique dan (Walter) Sabatini ingin menunjukkan betapa mereka percaya pada saya," tuturnya. [initial]
Baca Juga:
- Pjanic: Roma Selalu di Hati, Tapi Sekarang Waktunya Juve
- Pjanic Akui Tahun Pertama di Juventus Adalah Ujian
- Buffon Senang dengan Hasil Transfer Juve
- Pjanic Yakin Dzeko Jadi Pemimpin Lini Serang AS Roma
- Pjanic: Serie A Musim Ini Ketat
- Pjanic Telah Merasakan Mental Juara Juve
- Cerai Dengan Roma, Ini Curhatan Sabatini
- Pjanic: Kemenangan Yang Ditunggu-tunggu Juventus
- Pjanic Siap Bermain di Posisi Apapun di Juventus
- Pjanic: Tak Ada Laga Mudah di Liga Champions
- Del Piero Puas Dengan Aktivitas Transfer Juventus
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Buffon Tak Layak Mendapatkan Kritik
Liga Italia 14 Oktober 2016, 19:59
-
Kepergian Pjanic ke Juve Direstui Totti
Liga Italia 14 Oktober 2016, 17:48
-
Lelah Dengan Janji Palsu, Pjanic Tinggalkan Roma
Liga Italia 14 Oktober 2016, 17:15
-
Allegri Bicara Juventus di Serie A dan Liga Champions
Liga Italia 14 Oktober 2016, 16:30
-
Ronaldo Akui Juventus dan Inter Milan Menginginkannya
Liga Italia 14 Oktober 2016, 16:15
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR