Luciano Moggi Sentil Kontroversi Kalulu di Inter vs Juventus: Dari Kartu Merah hingga Aroma Konflik Lama Serie A

Luciano Moggi Sentil Kontroversi Kalulu di Inter vs Juventus: Dari Kartu Merah hingga Aroma Konflik Lama Serie A
Pierre Kalulu mendapatkan kartu merah pada laga Inter Milan vs Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Bola.net - Laga panas pekan ke-25 Serie A 2025/2026 antara Inter Milan dan Juventus kembali memantik polemik. Kemenangan 3-2 Nerazzurri di San Siro ternoda kontroversi kartu merah Pierre Kalulu.

Bek Juventus itu menerima kartu kuning kedua pada menit ke-42 usai kontak dengan Alessandro Bastoni. Banyak pihak menilai Bastoni melakukan diving, tetapi keputusan wasit tak bisa ditinjau ulang lewat VAR karena bukan kartu merah langsung.

Situasi tersebut membuat Juventus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Momentum pertandingan pun berubah drastis, meski Bianconeri tetap memberi perlawanan sengit hingga menit akhir.

Di tengah riuh perdebatan, mantan direktur olahraga Juventus, Luciano Moggi, ikut angkat suara. Sosok kontroversial dalam sejarah sepak bola Italia itu melihat persoalan lebih luas dari sekadar keputusan wasit.

1 dari 3 halaman

Moggi dan Bayang-Bayang Kontroversi Lama

Pierre Kalulu mendapat kartu merah pada laga pekan ke-25 Serie A 2025/2026 antara Inter Milan vs Juventus (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Pierre Kalulu mendapat kartu merah pada laga pekan ke-25 Serie A 2025/2026 antara Inter Milan vs Juventus (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Luciano Moggi bukan figur asing dalam pusaran kontroversi. Ia adalah arsitek kejayaan Juventus era 1990-an hingga awal 2000-an sebelum terseret skandal Calciopoli pada 2006 yang berujung degradasi ke Serie B dan larangan seumur hidup bagi dirinya.

“Apa yang terjadi kemarin hanyalah percikan, tetapi saya ulangi: masalah mendasar terletak di tempat lain,” kata mantan direktur tersebut dalam wawancaranya dengan jurnalis TuttoJuve, Mirko Di Natale.

“Ada orang-orang yang tertarik untuk memicu adegan-adegan teatrikal kecil ini, membicarakan kontroversi ini selama berminggu-minggu dan menciptakan titik api," ucapnya.

“Tetapi hati-hati: ketika titik api itu meledak, mereka menyebabkan korban dan kita hampir sampai pada titik itu. Mari kita bicarakan masalah yang lebih serius, seperti orang-orang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.”

2 dari 3 halaman

Kritik terhadap Iklim Sepak Bola Italia

Aksi Marcus Thuram (kedua dari kanan) di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP Photo

Aksi Marcus Thuram (kedua dari kanan) di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP Photo

Moggi juga menyoroti dampak jangka panjang dari kontroversi berulang di Serie A. Menurutnya, sorotan berlebihan terhadap insiden seperti kartu merah Kalulu justru merugikan citra sepak bola Italia.

Ia menilai perdebatan yang tak kunjung usai membuat atmosfer kompetisi menjadi tidak sehat. Fokus publik bergeser dari kualitas permainan ke isu non-teknis yang memperkeruh suasana.

“Tidak ada yang mau datang ke Italia lagi. Uang bisa menjadi salah satu alasannya, tetapi alasan lainnya adalah semua kontroversi ini, yang hanya merugikan kita," kata Moggi.

"Selama berminggu-minggu, orang-orang akan membicarakan hal ini, bukan tentang sepak bola," tegas Moggi.

Sumber: JuveFC


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL