
Bola.net - Banyak penggemar futsal mengeluhkan sepatu mereka tiba-tiba outsole-nya copot ketika sudah lama dipakai di lemari. Fenomena ini terjadi bukan karena tidak kuatnya lem atau jahitan yang menghubungkan upper shoes dan bagian sol luar sepatu itu, tapi lebih karena mengelupasnya bagian atas sepatu yang jadi tempat melekatnya lem. Hal ini tidak terjadi pada sepatu futsal merek Specs.
Sepatu futsal Specs yang kini ditawarkan di toko daring maupun offline market place ada di kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu. Harga ini jelas sangat kompetitif dibanding merek-merek impor semodel Adidas, Nike, hingga Puma, yang dibanderol lebih dari Rp 750 ribu.
Karena relatif lebih ekonomis banyak atlet profesional semula ragu memilih Specs karena dianggap tidak tahan banting dan mudah rusak bila disimpan lama dalam lemari karena proses pengelupasan lapisan luar bagian atas sepatu. Namun, kenyataannya justru merek buatan Indonesia itu belakangan jadi favorit para atlet futsal bayaran karena teknologi penyatuan sol sepatu Specs dengan bagian atasnya sudah setara merek impor.
Well, dengan harga ekonomis, warna cerah, ringan, serta kuat, jelas produk sepatu futsal Specs jadi favorit. Tapi, sayangnya ada beberapa kelemahan yang dikeluhkan sejumlah pengguna untuk seri sepatu futsal Specs tertentu.
Untuk seri sepatu futsal Specs Swervo Galactica Elite, misalnya, pada bagian leher sepatu yang memiliki tambahan pelindung seperti turtle-neck sangat bagus untuk melindungi mata kaki layaknya bahan karet pelindung engkel sehingga mengurangi risiko terkilir. Namun, bahan pelindung yang sekilas berpola kain rajutan ini mudah sekali melar setelah sepatu berapa kali dicuci.
Imbasnya alih-alih jadi pelindung, turtle neck ini malah jadi sering menggulung dan mengurangi ruang gerak engkel setelah sepatu sering dicuci.
Versi Tanpa Tali Kurang Genggamannya
Sepatu futsal Specs, memiliki teknologi yang sama dengan merek impor (c) Istimewa
Kelemahan lain juga ditemukan di sepatu futsal Specs seri Accelerator Slaz Elite yang tidak menggunakan tali alias bertipe slip-in. Untuk tipe pantofel ini genggaman pada keseluruhan tempurung kaki dirasakan tidak konsisten dan cenderung kurang stabil sehingga sepatu bisa bergeser-geser saat dipakai bermanuver dan saat melakukan tendangan.
Para pengguna pun disarankan untuk tidak mencuci seri Swervo Galatica Elite dengan mesin cuci atau menarik-narik bagian leher sepatu dengan kuat untuk menghindari cepat kendornya bagian turtle neck. Sedangkan di seri Accelerator Slaz Elite sebaiknya pemakai benar-benar mencari ukuran yang benar-benar pas di sisi lebar dan sisi panjang-nya karena penyesuaian genggaman tidak bisa dilakukan dengan cara lain seperti halnya dengan mengencangkan ikatan tali.
Bila tidak yakin cocok dengan dua jenis seri sepatu futsal Specs di atas lebih baik pembaca membeli kedua jenis sepatu tersebut secara offline saja. Lewat pembelian daring, cara teraman adalah dengan tetap memilih sepatu futsal bertali yang mudah disesuaikan bentuknya agar nyaman saat dipakai bermain. Ingat, jangan membeli sepatu futsal hanya karena harganya murah atau tampilannya menarik saja, pastikan ukuran sepatu yang Anda beli pas dan bakal nyaman dipakai untuk berlari, bermanuver dan melakukan shooting. Bijaklah dalam memilih sepatu saat berbelanja online.
Sumber: Bola.com/Penulis: Darojatun, Published: 11 November 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bola Beli: Apa Sih Kekurangan dan Kelebihan Sepatu Futsal Specs?
Lain Lain 11 November 2020, 18:19
-
Bola Beli: Kelebihan dan Kekurangan Sepatu Sepak Bola Anak Specs
Lain Lain 11 November 2020, 09:48
-
Pakai Bola Buatan Lokal, Liga 1 2020 Bisa Cetak Sejarah Baru
Bola Indonesia 3 Februari 2020, 09:02
-
Banjir Teknologi di Produk Terbaru Specs
Bolatainment 23 Februari 2019, 23:58
-
Cari Bibit Potensial, Specs Gelar Turnamen Futsal Antar Pelajar di Solo
Bola Indonesia 12 September 2018, 08:14
LATEST UPDATE
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR