Allegri Dihadapkan Pada Tumpukan PR, Ini 5 Pelajaran Pahit AC Milan Usai Dipermalukan Parma

Allegri Dihadapkan Pada Tumpukan PR, Ini 5 Pelajaran Pahit AC Milan Usai Dipermalukan Parma
Pemain AC Milan sebelum kickoff melawan Parma di lanjutan Serie A 2025-2026. (c) dok.ACMilan

Bola.net - Rekor tak terkalahkan AC Milan akhirnya runtuh dengan cara yang menyakitkan. Mereka secara mengejutkan dikalahkan Parma pada pekan ke-26 Serie A 2025/2026 di San Siro, Senin (23/02/2026).

Kekalahan 0-1 itu bukan sekadar kehilangan tiga poin di kandang sendiri. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri laju 24 pertandingan tanpa kekalahan dan secara realistis memupus mimpi Scudetto musim ini.

Gol tunggal Parma lahir lewat situasi bola mati yang penuh kontroversi. Sundulan Troilo sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan usai tinjauan VAR, memicu perdebatan panjang.

Dengan Inter kini unggul 10 poin di puncak klasemen, perburuan gelar praktis menjauh dari jangkauan Rossoneri. Milan kini dipaksa mengalihkan fokus untuk mengamankan posisi empat besar dan tiket Liga Champions.

1 dari 5 halaman

Tomori Kembali Jadi Titik Lemah di Lini Belakang

Pemain AC Milan, Fikayo Tomori (tengah), dan pemain Roma, Donyell Malen, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Pemain AC Milan, Fikayo Tomori (tengah), dan pemain Roma, Donyell Malen, berebut bola dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Performa Fikayo Tomori kembali menjadi sorotan dalam laga ini. Bek asal Inggris itu sebenarnya memulai musim dengan cukup menjanjikan dan terlihat nyaman dalam skema tiga bek.

Namun seiring berjalannya musim, inkonsistensi kembali menghampirinya. Ia beberapa kali tampak terlambat membaca arah bola dan kesulitan mengantisipasi umpan-umpan panjang.

Posisi dan kesadarannya dalam bertahan dinilai menurun dibanding awal musim. Kontribusinya dalam membantu build-up serangan pun belum cukup signifikan untuk menutupi celah tersebut.

Dengan Koni De Winter, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic bersaing ketika fit, posisinya bukan tidak mungkin terancam. Milan butuh stabilitas di lini belakang, dan Tomori harus segera menemukan kembali performa terbaiknya jika tak ingin tergeser.

2 dari 5 halaman

Bartesaghi dan Masalah Lama yang Terulang

Selebrasi pemain AC Milan Davide Bartesaghi pada akhir laga laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Selebrasi pemain AC Milan Davide Bartesaghi pada akhir laga laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Nama Davide Bartesaghi juga tak luput dari kritik. Bek muda Italia itu kembali terlibat dalam momen krusial yang berujung gol kemenangan Parma.

Dalam situasi bola mati, ia gagal menjaga pergerakan lawan di tiang jauh. Kelemahan ini sebenarnya sudah beberapa kali terlihat sepanjang musim dan kembali terulang di laga penting.

Kurangnya pengalaman membuatnya terkadang kaku dalam duel fisik. Troilo memanfaatkan celah tersebut dan menyundul bola dalam situasi yang sulit diantisipasi.

Jika tak segera dibenahi, celah ini bisa menjadi target empuk bagi lawan-lawan berikutnya. Milan tak bisa terus membayar mahal kesalahan detail di momen penentuan seperti ini.

3 dari 5 halaman

Fullkrug Belum Jadi Jawaban di Depan

Pemain AC Milan Niclas Fullkrug merayakan gol pertama bagi timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Lecce di Milan, Italia, Minggu, 18 Januari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pemain AC Milan Niclas Fullkrug merayakan gol pertama bagi timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Lecce di Milan, Italia, Minggu, 18 Januari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kehadiran Niclas Fullkrug diharapkan menjadi solusi menghadapi pertahanan rapat. Ia didatangkan sebagai striker kuat yang mampu bermain membelakangi gawang dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Namun performanya sejauh ini belum benar-benar meyakinkan. Selain beberapa momen, ia terlihat kesulitan memberi dampak signifikan di kotak penalti lawan.

Pergerakannya dinilai kurang cepat, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Situasi ini membuatnya belum sepenuhnya mendapat kepercayaan sebagai starter reguler.

Dengan 12 laga tersisa, waktu untuk membuktikan diri semakin menipis. Jika tak ada lonjakan performa, peluang dipermanenkan tampaknya akan semakin kecil.

4 dari 5 halaman

Modric dan Rabiot Tak Bisa Menanggung Segalanya

Duel Luka Modric dan Nico Paz dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Fabio Ferrari

Duel Luka Modric dan Nico Paz dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Fabio Ferrari

Duet Luka Modric dan Adrien Rabiot kembali menunjukkan kualitasnya di lini tengah. Keduanya mendominasi penguasaan bola dan mengatur tempo permainan Milan sepanjang laga.

Mereka bekerja keras menjaga ritme dan distribusi bola tetap mengalir. Namun dominasi itu tak diiringi efektivitas di lini depan.

Rafael Leao dan Christian Pulisic gagal memaksimalkan peluang yang tercipta. Koordinasi antara lini tengah dan lini serang juga belum cukup tajam untuk membongkar pertahanan Parma.

Mengandalkan kreativitas Modric dan energi Rabiot saja jelas tidak cukup. Milan butuh penyelesaian akhir yang lebih klinis jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

5 dari 5 halaman

Allegri Dihadapkan pada Tumpukan PR

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas sebelum pertandingan di San Siro, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas sebelum pertandingan di San Siro, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Pelatih Massimiliano Allegri sebenarnya membawa Milan tampil kompetitif musim ini. Posisi kedua klasemen sempat memberi harapan besar dalam perburuan gelar.

Namun kekalahan ini memperlihatkan sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Formasi 3-5-2 terasa pas karena keterbatasan skuad, tetapi opsi taktik lain belum benar-benar matang.

Masalah striker murni juga belum selesai, sementara beberapa pemain kunci tampil di bawah ekspektasi. Inkonsistensi melawan tim papan bawah menjadi sinyal bahwa kedalaman dan keseimbangan skuad perlu evaluasi serius.

Dengan target realistis kini mengamankan empat besar, Allegri harus segera menemukan solusi. Jika tidak, musim yang awalnya menjanjikan bisa berakhir dengan rasa penyesalan.

(Bola/SempreMilan)


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL