- Penjaga gawang kawakan Gianluigi Buffon mulai menikmati karirnya bersama dengan PSG. Menurutnya, situasi di PSG jauh lebih humoris jika dibanding dengan saat menjalani karir di Italia.
Di penghujung karirnya sebagai pemain profesional, Buffon memilih keluar dari Italia. Eks kapten timnas Italia itu tidak memperpanjang kontrak dengan Juventus dan kemudian memilih bergabung dengan PSG.
Keputusan Buffon bergabung dengan PSG memang tidak cukup mengejutkan. Buffon masih bisa bermain di level kompetitif bersama PSG di Ligue 1, meski levelnya masih di bawah Serie A. Tapi, dia juga masih akan bermain di Liga Champions.
Buffon mengaku sangat menikmati momen penghujung karirnya di PSG. Ada banyak hal berbeda yang dia rasakan dibanding di Italia. Tapi, hal itu justru membuat dia merasa semakin nyaman.
PSG Humoris, Italia Lebih Stres

Buffon merasa senang dengan kondisi yang dia rasakan di PSG, baik di dalam dan luar lapangan. Khusus di ruang ganti, kiper berusia 40 tahun menilai PSG punya selera humor yang tinggi dan berbeda dengan di Italia.
"Ada banyak humor bagus di sini. Tentu saja tingkat stres lebih rendah dari di Italia. Ini adalah hal baru bagi saya. Di Italia, kami terkadang kesulitan karena semuanya dinilai berlebihan," buka Buffon.
"Di Italia, orang-orang lebih terobsesi dengan sepakbola. Pendekatan pelatihan, pertandingan, misalnya, tidak sama dengan di Italia. Di PSG, lebih tenang, lebih santai dan tentu saja lebih menyenangkan," tandas Buffon.
Buffon Jadi Pilihan Utama

Meskipun secara usia tidak lagi muda, Buffon berusia 40 tahun, level bermain Buffon tidak perlu diragukan lagi. Dia masih mampu berada di level tinggi sepakbola Eropa. Buktinya, Buffon tampil apik sebagai kiper utama PSG.
Dari tiga pertandingan yang dimainkan oleh PSG di Ligue 1, Buffon jadi pilihan utama pada dua pertandingan. Satu gol telah bersarang di gawang Buffon, tapi dia mendapatkan banyak pujian atas aksinya mengawal gawang PSG di Ligue 1 dan pada laga pramusim.
Video Asian Games 2018

*Update terkini Asian Games 2018 mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di sini.(sky/asa)
(sky/asa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di Umur 40 Tahun, Buffon Merasa Jauh Lebih Baik
Liga Eropa Lain 29 Agustus 2018, 13:32
-
Neymar Ingin Bertemu Barcelona Sebagai Kawan, Bukan Lawan
Liga Champions 29 Agustus 2018, 11:34
-
Kala Neymar Belajar Main Poker Pada Profesional
Bolatainment 29 Agustus 2018, 08:30
-
UEFA Bantah Akan Bantu Madrid Dapatkan Neymar
Liga Champions 29 Agustus 2018, 06:09
-
Buffon: Di PSG Lebih Humoris, di Italia Lebih Stres
Liga Eropa Lain 29 Agustus 2018, 00:31
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR