
Bola.net - Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 tinggal menunggu hari. Turnamen multievent yang diselenggarakan di ibu kota Jepang ini akan diikuti oleh kontingen dari 206 negara.
Angka ini menurun satu dari edisi sebelumnya setelah Korea Utara mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas 2020 karena kekhawatiran pandemi COVID-19 seperti yang dilansir Bloomberg (06/04/2021). Sebelumnya, Olimpiade yang dilaksanakan di Brasil pada 2016 dihadiri oleh 207 negara.
Seperti diketahui, Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi edisi ke-32 setelah sebelumnya dilaksanakan di Rio pada 2016 dan di London pada 2012.
Walaupun begitu, banyak orang yang bertanya-tanya mengapa gelaran Olimpiade selalu digelar selama empat tahun sekali, mengapa tidak satu tahun sekali saja. Penasaran sama jawabannya? Yuk disimak selengkapnya.
Alasan Olimpiade Digelar Setiap Empat Tahun Sekali

Awalnya, pertandingan Olimpiade merupakan suatu festival keagamaan yang diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara kota dan kerajaan Yunani Kuno di sebuah tempat bernama Olympia pada tahun 776 Sebelum Masehi, sesuai dari sebuah prasasti yang ditemukan di Olympia.
Menurut legenda seperti yang dilansir dari Wikipedia, festival ini menampilkan olahraga atletik sebagai kompetisi utama.
Sebuah mitos menyebutkan Herakles yang menyebut festival tersebut sebagai "Olimpiade", di mana ia menetapkan kebiasaan penyelenggara festival tersebut setiap empat tahun.
Selanjutnya setelah Heracles menyelesaikan dua belas tugasnya, ia membangun stadion Olimpiade sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Zeus.
Selain itu, dalam sejarah interval empat tahun antara edisi festival kuno tersebut disebut sebagai "Olimpiade", dan digunakan untuk tujuan kencan. Saat itu, waktu dihitung dalam satuan Olimpiade, bukan tahun.
Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 Sebelum Masehi, di mana setelah itu popularitasnya menurun seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Namun, tidak ada kesepakatan yang menyatakan secara resmi mengenai kapan berakhirnya Olimpiade, hanya teori yang paling umum dipegang saat ini adalah bahwa pada 393 Masehi, Kaisar Romawi, Theodosius I, menyatakan bahwa semua budaya praktik-praktik kuno Yunani harus dihilangkan.
Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.
Kembali Dihidupkan
Rencana menciptakan kembali Olimpiade diperkenalkan pada 1894, dan Komite Olimpiade Internasional dibentuk. Pada 1896, Olimpiade modern pertama kali diadakan di Athena, Yunani. Bangkitnya Olimpiade pada 1896 tidak seperti Olimpiade aslinya karena sudah memiliki sejarah yang jelas.
Pierre de Coubertin (1863–1937), seorang pemuda Prancis, merasa ia dapat membuat program pendidikan di Prancis yang berjalan dengan gagasan Yunani kuno tentang keseimbangan pikiran dan tubuh. Sebelumnya, orang-orang Yunani telah mencoba menghidupkan kembali Olimpiade dengan mengadakan pertandingan atletik lokal di Athena selama 1800-an , tapi hal tersebut tidak bertahan lama.
Saat itu, tiga belas negara berkompetisi di Olimpiade Athena pada 1896. Sembilan olahraga, yakni bersepeda, anggar, senam, tenis rumput, menembak, berenang, trek dan lapangan, angkat berat, dan gulat menjadi agendanya dan Olimpiade ini dinyatakan sukses.
Olimpiade kedua, yang diadakan di Prancis, kemudian dijadwalkan. Olimpiade diadakan pada 1900 dan 1904. Pada 1908 jumlah pesaing bertambah lebih dari empat kali lipat jumlah di Athena, dari 311 menjadi 2.082.
Alasan mengapa tetap diselenggarakan setiap empat tahun sekali adalah dalam rangka menghormati asal-usul kuno Olimpiade, yang diadakan setiap empat tahun di Olympia.
Itulah alasan mengapa Olimpiade digelar selama empat tahun sekali.
Dukung tim kebanggaanmu bertanding dengan menyaksikan live streaming Olimpiade Tokyo 2020 yang akan disiarkan melalui platform Vidio.
Sumber: AS (19/05/2021)
Disadur dari: Bola.com (Andrya Nabil/Benediktus GP)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Kesempatan Emas Arsenal Perlebar Jarak Setelah Man City dan Villa Terpeleset
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:49
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
-
Tiga Pemain Muda Persija Siap Asah Jam Terbang di Klub Baru
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR