
Bola.net - Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang paling ditunggu dan paling menyita perhatian di setiap gelar Olimpiade. Tapi tahukah Bolaneters, negara mana yang paling sukses di cabor sepak bola dalam sejarah Olimpiade?
Setelah gelaran Piala Eropa dan Copa America berakhir, Olimpiade Tokyo menjadi event bergengsi berikutnya. Tentu vibes dua turnamen tersebut bakal menular pada ajang yang mengalami penundaan itu.
Sebanyak 16 peserta dari berbagai negara akan ikut serta pada cabor sepak bola. Menarik untuk dinantikan pesepak bola yang bakal bersinar kali ini.
Lionel Messi, bintang Argentina, pernah tampil di Olimpiade 2006 dan hingga kini menjadi satu dari pesepak bola terhebat di muka bumi.
Bicara mengenai sukses meraih emas, negara-negara kuat tak jadi jaminan bakal menuai sukses. Berikut ini daftar peraih emas cabang sepak bola pada ajang Olimpiade.
Hungaria

Hungaria merupakan negara dengan timnas sepak bola tersukses dalam sejarah Olimpiade.
Hungaria berhasil meraih lima medali, yaitu tiga medali emas serta sisanya masing-masing satu perak dan satu perunggu.
Medali emas berhasil diperoleh ketika mengikuti ajang Olimpiade Helsinki (1952), Olimpiade Tokyo (1964), dan Olimpiade Mexico City (1968).
Meskipun menjadi salah satu sebagai negara tersukses di ajang sepakbola Olimpiade, timnas sepak bola Hungaria tidak lolos pada kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Inggris

Selanjutnya adalah Inggris. The Three Lions sukses mencatatkan sejarah dengan tiga emas pada ajang olimpiade.
Medali emas perdana didapatkan pada saat Olimpiade Paris 1900. Kala itu, Inggris berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 4-0.
Meskipun sempat tidak berpartisipasi di periode selanjutnya, Inggris kembali meraih kemenangan di dua edisi Olimpiade secara back to back.
Argentina

Di posisi ketiga, La Albiceleste berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak. Medali emas diraih dalam dua edisi secara berturut-turut.
Pada Olimpiade Athena 2004, Argentina berhasil meraih medali emas. Empat tahun berselang Argentina kembali berhasil meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008.
Pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Argentina berada di grup C bersama Spanyol, Mesir, dan Australia.
Uni Soviet
Uni Soviet berhasil meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang empat tahunan ini.
Uni Soviet berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Melbourne 1956 dan Olimpiade Seoul 1988.
Sedangkan medali perak berhasil diraih dalam tiga kali berturut-turut pada Olimpiade Munich 1972, Olimpiade Montreal 1976, dan ditutup di tanah sendiri di Olimpiade Moskow 1980.
Uruguay

Uruguay juga berhasil mendapatkan medali emas dalam dua kali berturut-turut seperti yang diraih Argentina.
Medali pertama didapatkan pada Olimpiade 1924 di Paris. Empat tahun kemudian, medali emas kedua mereka peroleh berhasil mengalahkan negara-negara berat seperti Belanda, Jerman, Italia, dan Argentina di Olimpiade Amsterdam 1928.
Brasil

Brasil memperoleh enam medali cabang sepak bola di Olimpiade. Namun, Brasil hanya memperoleh satu medali emas dan lima sisanya terdiri dari tiga medali perak serta dua medali perunggu.
Seperti diketahui, Brasil berhasil meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah berhasil mengalahkan Jerman pada laga final.
Pada Olimpiade Tokyo 2020, Brasil berada di grup D bersama Jerman, Pantai Gading, dan Arab Saudi.
Disadur dari: Bola.com (Andrya Nabil/Gregah Nurikhsani)
Jangan Lewatkan Ini Bolaneters
- Bolaneters Perlu Tahu, Mengapa Olimpiade Digelar Setiap Empat Tahun Sekali?
- Fakta Menarik Surfing, Cabor yang Debut pada Olimpiade Tokyo 2020
- Masih Ingat Javier Mascherano? Pemain dengan Koleksi 2 Emas Olimpiade Secara Beruntun
- Ayo Dukung Tim Bulu Tangkis Indonesia Dengan Nonton Olimpiade Tokyo 2020 di Vidio
- Boy Pohan, Wasit Tinju Indonesia Pertama di Olimpiade Tokyo 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR