Rizki Juniansyah Fix Absen di Asian Games 2026, Ini Penyebabnya

Rizki Juniansyah Fix Absen di Asian Games 2026, Ini Penyebabnya
Lifter putra Indonesia, Rizki Juniansyah (c) X/Kemenpora RI

Bola.net - Tabir seputar status Rizki Juniansyah di Asian Games 2026 akhirnya menemukan titik terang. Lifter andalan Indonesia itu dipastikan batal bertanding di Asian Games 2026.

Rizki dijadwalkan untuk bertanding di Asian Games 2026. PABSI memasukkan nama lifter berusia 23 tahun dalam line up atlet yang akan turun di cabor angkat besi.

Pemenang Olimpiade itu diyakini bisa membawa medali emas untuk Tim Indonesa di Aichi-Nagoya. Namun baru-baru ini, muncul berbagai spekulasi karena nama Rizki tidak ada dalam daftar atlet Indonesia di Asian Games 2026.

Alhasil publik bertanya-tanya mengapa sang lifter namanya menghilang dari Asian Games 2026. Baru-baru ini, PABSI mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status Rizki yang menghilang dari Asian Games 2026.

Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Dibekukan CAS

Dalam rilis resmi PABSI yang diterima Bola.net, Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games karena ia ditangguhkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Dalam keterangan resmi tersebut, Rizki ditangguhkan karena melakukan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts). Dalam pasal ini, seorang atlet memiliki kewajiban untuk menjalani tes doping di luar kompetisi.

Dengan kata lain, Rizki dianggap mangkir ketika diminta melakukan tes doping oleh International Weightlifting Federation (IWF). Itulah mengapa Rizki bersama PABSI dan KOI akan mengikuti proses anti-doping yang telah ditentukan dan akan kooperatif penuh dalam proses tersebut.

PABSI dan KOI sebenarnya sudah mengajukan permohonan untuk penangguhan supsensi ini, namun CAS menolak permohonan tersebu. Sehingga ia tidak bisa bertanding di Asian Games 2026.

2 dari 2 halaman

Tidak Mengkonsumsi Doping

Dalam rilis resmi tersebut, PABSI dan KOI juga menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan pada Rizki ini bukan karena sang atlet menggunakan obat-obatan terlarang, tetapi karena ia absen ketika diminta melakukan tes doping.

Mereka menegaskan bahwa sepanjang karirnya, Rizki tidak pernah menggunakan doping apapun. Terakhir kali ia melakukan tes doping pada Agustus 2026, ia dinyatakan negatif dalam penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.

Pihak PABSI dan KOI menyayangkan keputusan tersebut, namun mereka tetap menghormati keputusan tersebut sembari persidangan mengenai kasus Rizki ini diproses oleh CAS.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL