
Bola.net - Pembalap LCR Honda Castrol, Alex Marquez, diketahui menjadi salah satu pembalap yang cukup sering mengalami kecelakaan di MotoGP 2021. Hal ini tentu berkebalikan dengan musim debutnya tahun lalu bersama Repsol Honda, di mana ia justru konsisten dan sangat jarang terjatuh. Namun, Marquez mengaku tak cemas.
Selain kerap kecelakaan di sesi latihan dan kualifikasi, juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini sudah tiga kali gagal finis dalam lima seri pertama, yakni di Qatar, Doha, dan Jerez. Namun, saat finis di Portimao dan Le Mans, Marquez terbukti kompetitif. Ia mampu finis kedelapan dan keenam di masing-masing balapan.
Akibat jumlah kecelakaannya yang tinggi, Marquez kerap mendapatkan kritik tajam dari penggemar balap. Namun, rider berusia 25 tahun ini cuek saja, dan lebih percaya pada nasihat-nasihat anggota timnya, terutama Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, yang sampai saat ini masih sering mendampinginya walau tak lagi setim.
Nasihat Penting Alberto Puig

Marquez mengaku ada satu nasihat Puig yang sampai kini masih menempel di kepalanya, yakni agar tak takut jatuh. Seperti diketahui, akibat Covid-19 yang memperpendek musim 2020, ia tak sepenuhnya melengkapi musim debut. Alhasil, tahun ini ia masih harus menggali pengalaman, terutama di trek-trek yang absen balapan tahun lalu.
"Saat menjalani debut MotoGP, di uji coba di Valencia (2019), saya menjalani delapan lap dan jatuh. Saya masuk ke garasi dengan cemas," kisah Marquez lewat kanal Twitch Nico Abad, seperti yang dikutip MotosanGP pada Jumat (21/5/2021).
"Setelahnya, Alberto menghampiri saya dan bilang, 'Jangan cemas soal kecelakaan. Jika itu memang merupakan caramu belajar, dan jika kau harus kecelakaan 40 kali, kami tetap ada di sini. Jangan cemaskan motormu'. Kata-katanya pun selalu saya ingat," lanjut adik Marc Marquez ini.
Momen Haru Pertama Kali Jadi Rider MotoGP
Dalam wawancara yang sama, Marquez juga mengenang masa-masa ia diumumkan naik ke MotoGP pada 2020, menggantikan Jorge Lorenzo di Repsol Honda, yakni tim paling prestisius dalam sejarah kelas tertinggi Grand Prix. Ia mengaku terharu saat menjalani uji coba pascamusim 2019, sekaligus saat mengunjungi markas Honda di Jepang.
"Saya punya dua momen untuk diingat. Yang pertama pada 2019, saat semua teka-teki terjawab. Jorge pensiun, dan saya masuk ke Repsol Honda. Saya latihan lebih dulu dengan LCR Honda, bersama kru Taka, dengan motor hitam serba karbon. Sangat cantik," ungkap rider yang bersahabat erat dengan rider Moto2, Xavi Vierge, ini.
"Yang kedua, adalah saat melihat motor Repsol dengan nomor 73. Saya gemetaran. Saya pergi ke terowongan angin di Jepang. Saya ingat para mekanik saya ada di sana untuk merakit motor saya. Saya belum saya masuk ke terowongan, itulah pertama kali saya melihatnya. Saya memotretnya dan belum pernah menunjukkannya kepada siapa pun," pungkasnya.
Sumber: Twitch/Nico Abad, MotosanGP
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Franco Morbidelli Akui Ada Ketertarikan dari Pabrikan Lain, Belum Negosiasi
- Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Monako
- Hasil Balap Formula 1 GP Monako: Max Verstappen Gores Rekor 'Serba Pertama'
- Klasemen Sementara WorldSBK 2021 Usai Seri Aragon, Spanyol
- Hasil Race 2 WorldSBK Aragon: Scott Redding Rebut Kemenangan Perdana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alex Marquez: Honda Bilang, Kecelakaan Bagian dari Proses Belajar
Otomotif 24 Mei 2021, 09:50
-
Alex Marquez: Kembalinya Marc Penting untuk Nilai Potensi Nyata Honda
Otomotif 28 April 2021, 11:00
-
Alex Marquez Sebal Sekaligus Kagum Dikalahkan Sang Kakak di MotoGP Portimao
Otomotif 20 April 2021, 11:36
-
Masih 'Rookie' di MotoGP Qatar, Alex Marquez Kecewa Gagal Finis
Otomotif 30 Maret 2021, 15:56
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Dewa United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:09
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Madura United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:03
-
Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan, Salah Satu Kejutan Terbesar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:43
-
Bodo/Glimt Cetak Rekor, Inter Milan Alami Eliminasi Bersejarah
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:28
-
Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:24
-
Juventus Hadapi Misi Sulit Lawan Galatasaray, Spalletti Minta Doa Restu Juventini!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:58
-
Main di Kandang, Juventus Pede Bisa Comeback Lawan Galatasaray
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:29
-
Real Madrid vs Benfica, Sebuah Partai 'Final' untuk Los Blancos
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:13
-
Menang 1-0 di Kandang Benfica, Real Madrid Belum Aman ke 16 Besar Liga Champions!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:02
-
Kylian Mbappe Bakal Absen Lawan Benfica, Ada Apa Gerangan?
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:48
-
Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Liga Italia 25 Februari 2026, 09:40
-
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:27
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35





















KOMENTAR