
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menyatakan menolak bersikap muram pada Valentino Rossi hanya karena gagal finis di tiga balapan MotoGP pada awal musim ini, yakni di Mugello, Catalunya, dan Assen. Hal ini ia sampaikan kepada Speedweek.
Rossi belakangan ini menjadi topik panas dalam pembicaraan paddock MotoGP akibat keterpurukan tersebut. Apalagi ia belum lagi menang sejak pekan balap di Assen pada 2017 lalu. Ini berarti The Doctor telah melewati 38 balapan tanpa kemenangan.
Keterpurukan ini membuat banyak pihak yakin Rossi, 40 tahun, harus mulai merencanakan masa pensiun. "Saya tak yakin Vale mempertimbangkan pensiun. Ia ambil keputusan tepat untuk hidup dan kariernya. Yamaha ambil keputusan tepat karena ia merupakan rider Yamaha terbaik pada 2018," ujar Jarvis.
Pada delapan seri pertama musim ini, Rossi juga menyandang status rider Yamaha terbaik, sebelum akhirnya status itu diambil alih oleh Maverick Vinales, yang finis kedua di Sachsenring.
Tiga Kecelakaan, Tiga Cerita Berbeda
"Jelas tak ada orang yang berhak berkata bahwa ia tak seharusnya ada di MotoGP. Memang tiga kecelakaan itu mengecewakan, tapi masing-masing insiden punya 'cerita' berbeda," tutur Jarvis.
"Mugello adalah bencana. Vale tak lolos ke Q2 karena kesalahan kecil. Ia start dari posisi 18, lalu bersenggolan dengan Joan Mir, dan kemudian terjatuh saat berusaha memperbaiki posisi," ungkap pria asal Inggris ini, yang memuji kegigihan Rossi di Catalunya.
"Vale bangkit di Catalunya, kuat dalam balapan. Ia jelas bisa ada di grup terdepan dan merebut podium, bahkan kemenangan juga memungkinkan. Tapi ia tak beruntung, dan dua rider kami terlibat kecelakaan yang dipicu Jorge Lorenzo," lanjutnya.
Andai YZR-M1 Lebih Kuat...
Jarvis pun yakin talenta dan semangat Rossi tak boleh diragukan. Ia juga menyatakan bahwa keterpurukan rider Italia tersebut saat ini hanya disebabkan motor YZR-M1 yang belum juga menemukan solusi untuk masalah grip dan elektronik yang melanda Yamaha sejak 2017.
"Jujur saja, jika motor kami lebih kuat, Vale bisa memenangi beberapa balapan awal musim ini. Jelas tiga balapan sebelum Sachsenring sungguh buruk, tapi itu semua disebabkan alasan-alasan berbeda. Tapi Anda harus tetap menyesuaikan perspektif dan tak hanya mengevaluasi tiga balapan tersebut," tutupnya.
Menjelang MotoGP Ceko di Sirkuit Brno pada 2-4 Agustus mendatang, Rossi tengah duduk di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan koleksi 80 poin, tertinggal lima poin dari Vinales di peringkat kelima.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Andai Yamaha Lebih Kuat, Valentino Rossi Sudah Menangi Balapan'
Otomotif 28 Juli 2019, 20:00
-
Marquez: Rossi Takkan Pensiun, Lorenzo Tak Sesuai Ekspektasi
Otomotif 28 Juli 2019, 19:15
-
'Italia Takkan Juarai MotoGP Sampai 4 Tahun ke Depan'
Otomotif 26 Juli 2019, 15:30
-
Poggiali: Valentino Rossi Takkan Malu Bilang 'Cukup' di MotoGP
Otomotif 26 Juli 2019, 12:00
-
Quartararo Bisa Gantikan Rossi, Yamaha: Kami Pilih Membumi
Otomotif 25 Juli 2019, 14:15
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR