
Bola.net - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku sangat sering mempelajari gaya balap Jorge Lorenzo, baik saat masih turun di kelas yang lebih ringan, maupun sejak turun di MotoGP 2019. Kepada Speedweek, El Diablo menyebut gaya balap Por Fuera yang halus adalah yang paling ideal untuk YZR-M1.
Lorenzo membela Yamaha selama 9 tahun (2008-2016). Ia sukses meraih 3 gelar dunia, 44 kemenangan, 107 podium, dan 39 pole. Tak hanya itu, selama berseragam biru, peringkat terburuknya di klasemen pebalap hanyalah di peringkat 4. Atas alasan ini, ia dianggap sebagai salah satu rider Yamaha terbaik yang pernah ada.
Musim lalu, Quartararo pun menggebrak dengan langsung meraih 7 podium dan 6 pole. Gaya balapnya yang juga halus kerap dianggap mirip dengan Lorenzo, dan hal ini diakui sendiri oleh para rivalnya. Atas alasan inilah Quartararo diperkirakan bisa menjadi bintang Yamaha selanjutnya.
Sering Pelajari Jorge Lorenzo

"Saya memang sangat sering mempelajari Jorge. Saya menontonnya balapan dengan Yamaha berkali-kali untuk melihat caranya. Memang benar situasi kami berbeda karena ban kami juga berbeda, tapi saya mempelajari gaya balapnya," ungkap Quartararo, yang kebetulan juga berkawan baik dengan Lorenzo.
"Ketika Jorge berkendara, ia selalu tampak sekadar berkendara seperti sedang menuju pit. Nyatanya, ia malah mencatat waktu tercepat. Itulah yang membuat saya sangat terkesan, dan itulah yang saya coba lakukan. Well, saya tak mau berkendara seperti dia, tapi saya ingin berkendara secara alami," lanjutnya.
Pebalap Prancis berusia 21 tahun ini pun mengakui dirinya punya gaya balap yang cukup berbeda dengan calon tandemnya tahun depan, Maverick Vinales, yang diketahui lebih agresif. Meski Vinales merupakan rider Yamaha dengan kemenangan terbanyak (6) sejak 2017, Quartararo yakin gaya balapnya tidak alami untuk Yamaha.
Komentari Gaya Balap Maverick Vinales

"Jika Anda lihat Maverick, ia melaju sangat cepat, tapi ia punya gaya balap yang lebih agresif ketimbang saya. Saya coba berkendara sehalus mungkin karena kami tahu motor ini bisa bekerja dengan baik jika Anda mengendarainya dengan gaya itu. Saya pun melakukannya tahun lalu, terutama dalam balapan," tutur Quartararo.
Quartararo pun menyatakan bahwa Lorenzo dan Valentino Rossi memang sudah menjadi panutannya bahkan sebelum ia tahu bakal bergabung dengan Petronas Yamaha SRT pada 2019. Menurutnya, ini lumrah saja terjadi, seperti saat Marc Marquez yang mengidolakan Dani Pedrosa sebelum ke MotoGP pada 2013.
"Saya sangat menyukai gaya berkendara Jorge, dan juga Vale sebagai panutan. Selalu begitu, seperti Dani dan Marc. Kini kami tahu Marc harus dikalahkan, dan kami harus cari tahu apa yang membuatnya lebih baik dan apa kelemahannya, atau di mana ia tak terlalu kuat, karena ia tak punya banyak kelemahan," pungkasnya.
Video: Marc Marquez Optimistis MotoGP Dimulai Pertengahan Juli 2020
Baca Juga:
- Pramac dan Jorge Martin Capai 'Kesepakatan Awal' untuk MotoGP 2021?
- Valentino Rossi: Bakal Aneh 2 Kali Balapan di Trek yang Sama
- Valentino Rossi Tertantang Lawan Tiga Rider Muda Yamaha
- Bela Aprilia atau ke WorldSBK, Danilo Petrucci Harus Pilih Mana?
- Terdepak dari Ducati, Danilo Petrucci Harus Pilih Aprilia atau WorldSBK
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Banyak Belajar, Quartararo Sebut Gaya Lorenzo Paling Alami untuk Yamaha
Otomotif 27 Mei 2020, 13:17
-
Jorge Lorenzo: Tanpa Cedera, Saya Mungkin Masih Balapan
Otomotif 20 Mei 2020, 10:40
-
Jorge Lorenzo: Saya Juara Dunia, Wajar Dibayar Tinggi oleh Ducati
Otomotif 20 Mei 2020, 10:18
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR