Bola.net - - Usai membela Ducati Corse selama dua musim, Jorge Lorenzo dipastikan bakal membela Repsol Honda di MotoGP 2019. Kepada BT Sport, Lorenzo pun mengaku sedikit teringat pada musim perdananya membela Yamaha Factory Racing pada 2008 lalu, di mana ia bertandem dengan Valentino Rossi.
Saat ia tiba di Yamaha, Rossi merupakan rider nomor satu Yamaha, dan kini ia pun tiba di Repsol Honda, di mana Marc Marquez jauh lebih berpengalaman dalam mengendarai RC213V. Lorenzo menyakini proses adaptasinya takkan mudah, namun percaya bahwa sekalinya nyaman di atas RCV, ia akan tampil segarang Marquez.
"Kurang lebih situasi saya bakal sama dengan seperti saat saya tiba di Yamaha bersama Vale. Tapi saya tampil baik dan beruntung bisa menang. Selama beberapa tahun terakhir, Marc merupakan rider tercepat. Tapi saya meraih gelar pada 2015, dan saya satu-satunya yang bisa mengalahkannya," ujarnya.
Bakal Ubah Gaya Balap
Lorenzo pun mengakui bahwa demi mengendalikan RCV, dirinya harus melakukan penyesuaian gaya balap, mengingat motor ini dikenal membutuhkan gaya balap yang sangat agresif. Meski begitu, ia yakin takkan bisa mengubah gaya balapnya yang dikenal smooth.
"Tentu saya akan mengubah gaya balap, setidaknya sedikit. Karena setiap motor membutuhkan gaya balap tertentu untuk dikendarai. Meski begitu, gaya balap saya secara umum takkan berubah karena setiap rider punya khas. Saya akan tetap berkendara dengan smooth, tak peduli motor apa yang Anda berikan kepada saya. Tapi jelas saya punya banyak hal untuk dipelajari," ungkapnya.
Sensasi Gantikan Pedrosa
Di lain sisi, kedatangan Lorenzo di Repsol Honda ini memiliki fakta unik. Ia menggantikan posisi Dani Pedrosa yang telah memutuskan pensiun. Lucunya, mereka kerap berselisih saat masih belia, dan kini justru memiliki hubungan yang sangat baik. Lorenzo pun mengaku bakal sangat kehilangan sosok Pedrosa di grid musim depan.
"Saya mengenal Dani sejak saya berusia 12 tahun. Ia sedikit lebih tua dari saya. Saat kami turun di Kejuaraan Spanyol, semua membicarakannya. Saat kami turun di GP250, kami menjadi rival di dalam dan luar lintasan. Pada 2008 ia menolak menjabat tangan saya, dan keesokan harinya Raja Spanyol coba memperbaiki situasi dan peristiwa itu menjadi viral. Saya dan Dani menjadi rival sampai 2012, dan sejak itu situasi kami membaik. Kita jelas kehilangan rider hebat, seorang juara," pungkas Lorenzo.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Rossi Bakal Tetap Kalahkan Saya di Malaysia
Otomotif 11 Desember 2018, 16:00
-
Bela Honda, Lorenzo Teringat Musim Perdana di Yamaha
Otomotif 11 Desember 2018, 15:25
-
Pernah Bela Yamaha-Ducati, Lorenzo Pede 'Matang' di Honda
Otomotif 11 Desember 2018, 10:50
-
Jorge Lorenzo Ungkap Suka Duka Pindah ke Repsol Honda
Otomotif 11 Desember 2018, 10:20
-
12 Juara Dunia Bakal Ramaikan MotoGP 2019
Otomotif 11 Desember 2018, 09:40
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Pesan Haru Gavi Setelah Masuk Skuad Spanyol
Piala Dunia 26 Mei 2026, 01:00
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00





















KOMENTAR