
Bola.net - Johann Zarco sedang 'pede-pedenya' memasuki MotoGP 2021. Bagaimana tidak? Rider Pramac Racing ini sukses merebut podium dalam dua balapan pertama musim ini di Qatar, dan tengah memimpin klasemen pembalap. Melihat potensi apik dari Ducati Desmosedici, Zarco pun merasa asanya merebut gelar dunia pun kembali melambung.
Zarco memang kembali mendapatkan rasa percaya dirinya usai digaet oleh General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, yang meletakkannya di Esponsorama Racing tahun lalu. Berkat finis ketiga dan naik podium di Ceko, ia pun dapat tiket ke Pramac Racing tahun ini, yang berarti dirinya punya motor spek pabrikan seperti Ducati Team.
Zarco sadar, proses adaptasi harusnya berjalan dua arah: si rider menyesuaikan diri pada karakter motor, dan para insinyur menyesuaikan motor pada gaya balap si rider. Tapi saat tiba di Ducati, Zarco tak punya opsi menuntut ini-itu dari Ducati. Alhasil, ia hanya berusaha kerja keras dengan perangkat yang ada. Semuanya pun kini terbayar.
Juarai MotoGP Sudah Jadi Impian Sejak Lama

"Adaptasi memang perlu kompromi. Tapi kasus saya spesial. Saya tiba di Ducati usai periode tak biasa. Saya tak dalam situasi bisa meminta-minta. Saya harus membuktikan masih kompetitif. Mereka pun melihat kemampuan adaptasi saya. Komentar saya membantu saya melaju lebih cepat, begitu juga masukan-masukan tim untuk saya," ujar Zarco via PecinoGP, Minggu (11/4/2021).
Kini punya senjata yang lebih ampuh, Zarco pun tak menyia-nyiakannya. Dalam Seri Qatar dan Doha, ia pun sukses tampil sangat kompetitif, selalu melaju di depan, meraih dua podium usai finis kedua di kedua balapan, dan kini berada di puncak klasemen dengan 40 poin. Ia pun semakin berhasrat mewujudkan impian jadi juara MotoGP.
"Impian saya jadi juara dunia di MotoGP. Ini target saya baik di dunia olahraga maupun secara pribadi. Jika bisa, maka segalanya akan oke, bakal lebih tenang. Untuk jadi juara, saya harus finis dengan keunggulan 15 detik!" guraunya. "Tapi serius, yang harus kami lakukan adalah tetap kompetitif, menjalani balapan seperti di Qatar."
Ducati Bisa Kompetitif di Semua Trek Kok!
Zarco, yang juga juara dunia Moto2 2015 dan 2016 merasa Ducati punya potensi yang sangat besar untuk merebut gelar dunia, yakni prestasi yang sudah tak lagi dicicipi pabrikan asal Italia itu sejak 2007 lewat Casey Stoner. Zarco juga tak terlalu terdogma dengan opini orang bahwa Ducati punya kelemahan di beberapa trek tertentu.
Rider Prancis ini masih menjadikan hasil Jack Miller tahun lalu sebagai 'kiblat' motivasinya, mengingat Miller tampil kompetitif bersama Pramac di banyak sirkuit walau belum meraih kemenangan. "Saya merasa motor saya sekarang bisa membawa saya menuju gelar, walau orang bilang ada trek yang tak bersahabat dengan Ducati" ujarnya.
"Namun, musim lalu, sirkuit-sirkuit di mana tim pabrikan mengalami masalah, Ducati lainnya justru kompetitif. Selalu ada Ducati di depan. Ini berarti motor kami berpotensi, tergantung gaya balap si rider. Jika bisa melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, ia akan selalu ada di depan," pungkas Zarco.
Sumber: PecinoGP
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
- Andrea Dovizioso: Aprilia Masih Sulit Naik Podium, Tapi Pondasinya Sudah Oke
- Andrea Dovizioso Tolak Jadi Rider Pengganti di Aprilia, Nantikan Uji Coba Mugello
- Uji Coba Aprilia Lancar Jaya, Andrea Dovizioso Tekad Kembali ke MotoGP 2022
- Tak Pernah Iri, Johann Zarco Senang Fabio Quartararo Jadi Sensasi di Prancis
- Stres Soal Kualifikasi, Joan Mir Tekad Balas Dendam dan Menangi MotoGP Portimao
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berburu Impian, Johann Zarco Pede Ducati Bisa Bantu Juarai MotoGP
Otomotif 15 April 2021, 11:49
-
Tak Pernah Iri, Johann Zarco Senang Fabio Quartararo Jadi Sensasi di Prancis
Otomotif 14 April 2021, 16:22
-
Johann Zarco: Marc Marquez Jadikan Portimao 'Uji Coba', Bakal Gaspol di Jerez
Otomotif 14 April 2021, 09:49
-
Johann Zarco-Jorge Martin Sama Kuat, Pramac: Dilarang Gontok-gontokan!
Otomotif 13 April 2021, 14:52
-
Andrea Dovizioso Sebut Johann Zarco Paling Oke di MotoGP Qatar dan Doha
Otomotif 9 April 2021, 15:54
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:22
-
Man of the Match Newcastle vs Qarabag: Sandro Tonali
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:19
-
Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:14
-
Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:34
-
Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:13
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Club Brugge: Alexander Sorloth
Liga Champions 25 Februari 2026, 04:20
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35






















KOMENTAR