
Bola.net - Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, secara mengherankan tak hadir dalam MotoGP Portimao, Portugal, pada 16-18 April lalu, yakni pekan balap yang justru penting bagi skuadnya karena Marc Marquez telah kembali berkompetisi usai sembilan bulan berjuang melawan cedera patah tulang lengan kanan.
Aksi comeback Marquez terbilang sukses. Meski kondisi fisiknya belum 100% bugar dan lengannya masih kesakitan, delapan kali juara dunia itu kembali tampil kompetitif, berhasil finis di posisi ketujuh, hanya 13 detik di belakang sang pemenang, Fabio Quartararo. Sayangnya, aksi Marquez ini ditonton Puig dari rumah.
Honda Racing Corporation (HRC) pun mengumumkan bahwa 'Alberto Puig absen akhir pekan ini akibat masalah kesehatan', namun tak menjelaskan lebih jauh soal kendala apa yang sejatinya merundung. Meski begitu, diduga cedera lamanya pada kaki kiri kembali kambuh.
Cedera Parah Sejak Insiden GP500 Le Mans 1995

Seperti diketahui, Puig merupakan eks pembalap GP500. Kondisi fisiknya tak pernah 100% bugar sejak kecelakaan hebat dalam kecepatan 272 km/jam di Le Mans, Prancis, pada 1995. Kala itu, tubuhnya menabrak dinding pembatas di akhir trek lurus, membuat kaki kirinya mengalami cedera parah sampai kans amputasi sempat dipertimbangkan.
Puig sendiri diketahui sebagai petarung yang tangguh. Meski cedera kakinya sangat parah, ia tetap melanjutkan karier dan bahkan naik podium di Sirkuit Le Castellet (Paul Ricard), Prancis. Namun, usai balapan di GP500 Australia 1997, pria asal Spanyol ini dengan berat hati memutuskan pensiun dalam usia 30 tahun.
Uniknya, Puig sampai kini masih suka berlatih motor, terutama motocross. Terkadang, ia datang ke pekan balap motor dengan beberapa luka usai terjatuh. Menurut Speedweek, Senin (19/4/2021), Puig sendiri kurang suka membicarakan cedera lamanya tersebut, dan selalu menutupi kaki kanannya dengan celana panjang.
Sempat Cangkok Tulang Pakai Tulang Sapi
"Saat saya jatuh, saraf-saraf pada kaki saya rusak, lutut dan jari kaki saya remuk, saya kehilangan semua otot dan tulangnya jadi terinfeksi," kisah Puig, yang kemudian memutuskan transplantasi tulang. "Tulangnya berasal dari tulang seekor sapi. Sungguh gila! Saya menjalani dua operasi, dan kemudian saya sadar tak bisa jadi pembalap yang kompetitif lagi."
Uniknya, eks manajer pribadi Dani Pedrosa ini mengaku tak menyesali semua masa kelam yang ia lewati. menurutnya, seorang pembalap memang harus berani mengambil risiko demi meraih hasil baik. Setelah pensiun sebagai pembalap pun, Puig mengerahkan energinya membantu banyak rider muda.
"Sebagai pembalap, kami kadang memang harus beraksi seperti idiot. Tapi jika Anda kekurangan fisik, Anda takkan bisa mencapai catatan waktu yang baik. Inilah alasan saya frustrasi. Meski begitu, karakter saya tak membolehkan saya menunjukkan perasaan. Pada suatu titik, saya harus mengakhiri karier saya. Tapi satu hal yang selalu jelas: saya akan selalu terlibat dalam dunia kompetisi ini," tutupnya.
Sumber: Speedweek
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- Aleix Espargaro Kecam Netizen usai Maverick Vinales Tinggalkan Twitter: Memalukan!
- Marc Marquez Sempat Siap Legawa Jika Harus Pensiun Dini dari MotoGP
- Petronas SRT Minta Valentino Rossi Menang Lagi, Ngotot Pertahankan Program Junior
- Marc Marquez Merasa Beruntung Saksikan Talenta Pedro Acosta, Tunggu di MotoGP
- Fabio Quartararo Kerja Bareng Psikolog Agar Tak Terlena Seperti MotoGP 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pol Espargaro: Saya Bisa Pahami Perasaan Emosional Marc Marc Marquez
Otomotif 21 April 2021, 17:03
-
Cedera Lama Diduga Kambuh, Alasan Alberto Puig Tak Dampingi Marc Marquez
Otomotif 21 April 2021, 15:09
-
Marc Marquez Sempat Siap Legawa Jika Harus Pensiun Dini dari MotoGP
Otomotif 21 April 2021, 12:40
-
Marc Marquez Merasa Beruntung Saksikan Talenta Pedro Acosta, Tunggu di MotoGP
Otomotif 21 April 2021, 09:33
-
Honda: Kembalinya Marc Marquez Bikin MotoGP Portimao Istimewa
Otomotif 20 April 2021, 15:05
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR