
Bola.net - Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso sudah bersahabat sejak lama, namun Petrucci menyatakan bahwa usai dirinya memenangi balapan di MotoGP Mugello, Italia, pada 2019, pertemanan mereka sungguh diuji. Kepada GPOne, Minggu (10/1/2021), ia bahkan menyebut insiden MotoGP Aragon 2020 memperburuk situasi.
Dalam balapan di Mugello pada 2019, Petrucci meraih kemenangan usai berduel sengit dengan Dovizioso dan Marc Marquez sampai lap terakhir. Dovizioso yang akhirnya finis ketiga, mengkritik tajam manuver agresif Petrucci pada dirinya dan Marquez pada tikungan pertama pada lap pamungkas.
"Sejak Mugello 2019, kami menyadari bahwa bakal sulit melakukan apa yang sudah lama kami lakukan bersama. Jika memperebutkan kemenangan, Anda tak boleh memikirkan tandem Anda. Anda tak boleh saling bantu, melainkan hanya berpikir caranya menjadi yang terbaik," ungkap Petrucci.
Saking Akurnya, Sampai Sempat Bikin Heran

Di Aragon tahun lalu, Petrucci yang baru menang di Le Mans, mencuri angin dengan melaju di belakang 'Dovi' di sesi Kualifikasi 1 (Q1) dan jadi yang tercepat. Sejatinya ini tindakan yang wajar saja dilakukan seorang pembalap. Namun akibat ulah 'Petrux', Dovizioso hanya duduk di posisi ketiga dan gagal lolos ke Kualifikasi 2 (Q2).
Usai kualifikasi, Dovizioso blak-blakan menyebut tindakan Petrucci tidak cerdas, dan makin naik pitam usai hanya finis ketujuh dalam balapan keesokan harinya. Keduanya bicara empat mata dalam perjalanan pulang ke Italia usai balap, tapi sejak itu pertemanan mereka justru renggang.
"Dengan Andrea, apa yang terjadi di Aragon memang jadi peretak pertemanan kami. Hubungan kami tadinya merupakan hal yang tak pernah dilihat orang di MotoGP. Tapi kami sendiri pula yang pertama tahu bahwa jika ada di dalam balapan dan kualifikasi, Anda tak boleh peduli pada rider lain," kisah Petrucci.
Sudah Banyak Momen Panas
Rider Italia ini pun tak memungkiri, sejak bertandem di Ducati Team pada 2019, mereka kerap bersitegang dan ia sangat menyayangkan pertemanannya dengan Dovizioso merenggang. Di sisi lain, Petrucci sadar betul bahwa tugas utama pembalap memang mengalahkan rider lain, sekalipun di luar trek mereka merupakan kawan baik.
"Ada banyak momen panas di antara kami, bahkan yang tak terlihat oleh kamera. Saya sedih atas peristiwa yang terjadi Aragon. Tapi saya sendiri memang berusaha sebaik mungkin sekalinya menutup visor helm. Saya minta maaf atas peristiwa ini, meski saya rasa insiden itu tak benar-benar merusak pertemanan kami," ujarnya.
Di lain sisi, Petrucci yang musim depan akan membela Tech 3 KTM Factory Racing, juga berharap Dovizioso bisa kembali ke MotoGP dalam waktu dekat. "Saya pun berharap Andrea bakal dapat tempat di MotoGP, ia salah satu rider terbaik yang pernah ada di MotoGP," pungkas pembalap berusia 30 tahun ini.
Sumber: GPOne
Video: Alex Rins Menangi MotoGP Aragon 2020
Baca Juga:
- Danilo Petrucci Gagal Paham Alasan Andrea Dovizioso-Gigi Dall'Igna Cekcok
- Petronas: Franco Morbidelli Tak Tinggal Diam Dianggap 'Rider Keempat' Yamaha
- 'Fabio Quartararo Masih Muda, Logis Belum Kuasai Banyak Hal di MotoGP'
- Valentino Rossi-Luca Marini Finis Keempat di Gulf 12 Hours Bahrain
- Tak Cuma Johann Zarco, Maverick Vinales Juga Ikut Uji Coba WorldSBK Jerez
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bantah Casey Stoner, Ducati: Kami Selalu Perlakukan Para Rider dengan Hormat
Otomotif 11 Januari 2021, 14:58
-
Danilo Petrucci: Sulit Jadi Teman Andrea Dovizioso Sejak Mugello 2019
Otomotif 11 Januari 2021, 14:31
-
Danilo Petrucci Gagal Paham Alasan Andrea Dovizioso-Gigi Dall'Igna Cekcok
Otomotif 11 Januari 2021, 12:45
-
Andrea Dovizioso Tuduh Ducati Tak Transparan, Bikin Kacau Negosiasi KTM
Otomotif 10 Januari 2021, 14:33
-
Andrea Dovizioso: Gigi Dall'Igna Hanya Mau Jorge Lorenzo, Marc Marquez Saja Ditolak
Otomotif 10 Januari 2021, 13:25
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR