Bola.net - - Pebalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso mengaku takjub pada rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang sukses mengunci gelar dunia MotoGP musim ini di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang akhir pekan lalu. Gelar ini dipastikan jatuh ke tangan Marquez usai Dovizioso terjatuh pada Lap 23 dan finis di posisi 18.
Dovizioso sendiri mengaku kecewa gagal menunda selebrasi Marquez, namun tetap memberikan ucapan selamat sekaligus pujian kepada rider berusia 25 tahun tersebut. Ia pun menyebut bahwa gelar tahun ini adalah bukti kuat bahwa Marquez semakin menakutkan.
Berkat gelar ini, Marquez mengoleksi lima gelar dunia di kelas tertinggi, menyamai rekor Mick Doohan. Hanya ada dua rider yang lebih banyak mengoleksi gelar lebih banyak dari mereka, yakni Giacomo Agostini (8) dan Valentino Rossi (7). Selain itu, gelar ini juga merupakan gelar dunia ketujuh Marquez selama turun di ajang Grand Prix.
Terus Berkembang, Tak Pernah Puas

Tujuh gelar dunia Marquez ini semakin terkesan bombastis jika ditambahkan fakta bahwa dirinya telah mengoleksi 69 kemenangan di ketiga kelas balap Grand Prix, begitu pula koleksi 115 podium dan 78 pole. Kepada GPOne, Dovizioso pun mengaku geleng-geleng kepala mengamati statistik ini.
"Statistik Marc sungguh gila, menakutkan. Dan ia terus berkembang, tak pernah diam. Ia bukan rider yang langsung berpuas diri atas apa yang sudah ia lakukan, karena ia selalu menatap ke depan. Inilah alasan ia meraih begitu banyak kemenangan. Saya tahu akan sulit bertarung dengannya demi merebut gelar tahun depan, tapi akan menyenangkan," ungkapnya.
Bisa Dikalahkan, Harus Dipelajari
Meski begitu, Dovizioso yakin Marquez tak mungkin kebal dari kekalahan. Ia pun bertekad membuktikan hal ini di masa depan, dengan syarat dirinya harus mempelajari banyak hal dari Marquez. Menurut rider Italia ini, Marquez memiliki banyak keistimewaan yang tak dimiliki rider lain.
"Marc bukannya tak terkalahkan, tapi Anda harus belajar dan terus bekerja keras, seperti dia. Kami harus terus melakukan perbaikan, tak hanya pada motor, melainkan juga pada diri saya sendiri. Beberapa tahun belakangan kami bisa melakukannya, tapi belum cukup karena buktinya Marc masih menang," ujar rider 32 tahun.
"Saya sadar Marc punya karakter istimewa sebagai pebalap, banyak juara dunia punya masa naik turun, tapi dia tidak. Banyak yang harus saya pelajari darinya. Ia cepat sejak lap pertama, bereaksi cepat atas perubahan apa pun, selalu berkendara mencapai limit, melakukan banyak lap tanpa kesalahan. Rider lain punya beberapa kualitas ini, tapi ia punya semuanya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dovizioso: Marquez Menakutkan, Tapi Bisa Dikalahkan
Otomotif 23 Oktober 2018, 13:25
-
'Honda Bukan yang Terbaik, Marquez Tak Pernah Mengeluh'
Otomotif 23 Oktober 2018, 11:40
-
Marc Marquez 'Speechless' Bisa Samai Rekor Mick Doohan
Otomotif 23 Oktober 2018, 10:50
-
'Kekompakan Tim Bantu Marquez Rebut Lima Gelar MotoGP'
Otomotif 23 Oktober 2018, 09:50
-
Tujuh Gelar Dunia di Tangan, Marc Marquez Gores Sejarah Baru
Otomotif 22 Oktober 2018, 12:45
LATEST UPDATE
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
-
Mulai Gacor di Man United, Bukti Keputusan Ineos Beli Benjamin Sesko Tidak Salah
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSM 25 Februari 2026
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 20:45
-
Cunha, Mbeumo, Sesko: Bukti Rekrutmen Manchester United Mulai Tepat Sasaran
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35

























KOMENTAR