
Bola.net - Untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi mereka di MotoGP pada 2003, Ducati akan mendapati dua pembalapnya saling memperebutkan gelar dunia. Pecco Bagnaia dan Jorge Martin kini menjadi dua calon juara MotoGP 2023. Uniknya, mereka membela dua tim berbeda.
Bagnaia yang membela tim pabrikan, Ducati Lenovo Team, jadi andalan Ducati dalam perebutan gelar dunia sejak 2021, di mana ia jadi runner up di belakang Fabio Quartararo. Pada 2022, ia giliran membekuk Quartararo dan meraih gelar dunia, yakni gelar yang sudah dinantikan Ducati sejak 2007.
Di lain sisi, Martin menjalani debut MotoGP pada 2021 dan ini musim ketiganya membela Prima Pramac Racing yang berstatus tim satelit. Meski terseok-seok dalam menjalani dua musim pertamanya, pembalap asal Spanyol ini tampil jauh lebih solid, kompetitif, dan konsisten di papan atas musim ini.
Tadinya Teman Baik, Kini Jadi Lawan Sengit

Bagnaia dan Martin tadinya merupakan teman baik, bertandem di Aspar Mahindra selama berlaga di Moto3 pada 2015 dan 2016. Namun, pada 2017, keduanya berpisah. Bagnaia naik ke Moto2 dan jadi juara pada 2018. Martin bertahan di Moto3, pindah ke Honda Gresini, dan meraih gelar dunia pula pada 2018.
Kini, meski membela tim berbeda, Bagnaia dan Martin memastikan bahwa gelar dunia pembalap akan jatuh ke tangan Ducati. Ini adalah pertama kalinya dua rider Ducati saling lawan demi memperebutkan gelar, mengingat sebelum-sebelumnya calon juara 'Bologna Bullet' selalu melawan rider dari pabrikan lain.
Saat ini, Bagnaia tengah menduduki puncak klasemen pembalap dengan koleksi 412 poin. Martin ada di belakangnya dengan margin 14 poin saja. Dengan dua seri tersisa, maka masih ada 74 poin maksimal yang bisa mereka perebutkan. Seri Qatar pada 17-20 November 2023 pun jadi match point perdana.
Sama-Sama Garang

Untuk mengunci gelar dunia di Qatar, Bagnaia harus meraup 24 poin lagi atas Martin. Tak bisa dimungkiri ini misi tak mudah bagi Bagnaia, mengingat Martin juga kerap menunjukkan performa eksplosif. Namun, mempertahankan gelar masih memungkinkan secara matematis bagi rider Italia itu.
Nah, kira-kira siapa nih jagoan Bolaneters untuk jadi juara MotoGP 2023? Persaingan yang ketat dan performa yang setara di antara Bagnaia dan Martin pun membuat apa pun bisa terjadi dalam dua seri ke depan, apalagi akan ada dua balapan Sprint dan dua balapan Grand Prix yang akan digelar.
Jika melihat statistik karier mereka, Bagnaia dan Martin bisa dibilang berimbang. Walau sempat angin-anginan pada awal kiprah mereka di Grand Prix, keduanya kompak semakin kompetitif sekalinya naik ke kelas. Statistik hasil mereka di MotoGP 2023 juga cukup berimbang. Berikut head-to-head mereka musim ini. Simak yuk!
Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo Team)

Klasemen: Peringkat 1 (412 poin)
Pole: 7
Podium Sprint: 13
Kemenangan Sprint: 4
Podium Grand Prix: 12
Kemenangan Grand Prix: 6
2013: Moto3 San Carlo Team Italia - Tidak terklasifikasi
2014: Moto3 Sky Racing Team VR46 - Peringkat 16
2015: Moto3 Mapfre Team Mahindra - Peringkat 14
2016: Moto3 Pull & Bear Aspar Mahindra Team - Peringkat 4
2017: Moto2 Sky Racing Team VR46 - Peringkat 5
2018: Moto2 Sky Racing Team VR46 - Juara
2019: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 15
2020: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 16
2021: MotoGP Ducati Lenovo Team - Runner up
2022: MotoGP Ducati Lenovo Team - Juara
Jorge Martin (Prima Pramac Racing)

Klasemen: Peringkat 2 (398 poin)
Pole: 4
Podium Sprint: 12
Kemenangan Sprint: 7
Podium Grand Prix: 8
Kemenangan Grand Prix: 4
2015: Moto3 Mapfre Team Mahindra - Peringkat 17
2016: Moto3 Pull & Bear Aspar Mahindra - Peringkat 16
2017: Moto3 Del Conca Gresini Honda - Peringkat 4
2018: Moto3 Del Conca GresiniHonda - Juara
2019: Moto2 Red Bull KTM Ajo - Peringkat 11
2020: Moto2 Red Bull KTM Ajo - Peringkat 5
2021: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 9
2022: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 9
Baca juga:
- Match Point! Pecco Bagnaia Bisa Kunci Gelar Dunia MotoGP 2023 di Qatar, Asal...
- Marc Marquez: Saya Sudah 30 Tahun, Nggak Bisa Nunggu sampai Honda Kompetitif Lagi
- Pedro Acosta: Saya Bukan 'The Next Marc Marquez', Tapi 'The New Pedro Acosta'!
- Fabio Quartararo Kembali Kecam MotoGP: Diskualifikasi untuk Tekanan Ban Hukuman Bodoh!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tumbang di Laga Pamungkas Piala Dunia U-17 2023, Bima Sakti Ogah Salahkan VAR
Piala Dunia 16 November 2023, 22:03
-
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Maroko, Bima Sakti: Ini Tanggung Jawab Saya!
Piala Dunia 16 November 2023, 21:57
-
Klasemen Grup A Piala Dunia U-17 2023: Timnas Indonesia Posisi Berapa?
Piala Dunia 16 November 2023, 21:30
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
-
Arteta Kecewa tapi Bangga: Arsenal Perlebar Jarak Jadi 6 Poin Meski Imbang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:36
-
Catatan Menarik Arsenal vs Liverpool: The Reds Jadi Batu Sandungan The Gunners
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:21
-
AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Liga Italia 9 Januari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR