Bola.net - Dalam acara Wrooom Press Ski Meeting yang digelar Ducati pada 14-18 Januari di Madonna di Campiglio, Italia, Nicky Hayden melakukan kilas balik tentang kerjasamanya dengan Valentino Rossi selama dua tahun terakhir.
Keduanya pernah bertandem di Repsol Honda pada tahun 2003 dan hubungan mereka cukup baik hingga kini. Hayden pun menyatakan dirinya mampu bersaing kompetitif dengan Rossi tahun lalu meski pebalap Italia itu telah mengoleksi sembilan gelar dunia.
"Saya tak punya masalah dengan Vale. Kami pernah menjadi rekan setim sebelumnya, yakni di Honda. Sebelum kecelakaan di Indianapolis tahun lalu, saya lebih sering mengalahkannya daripada sebaliknya. Saya bisa bersaing kompetitif dengannya," ujar Hayden.
Juara dunia 2006 itu juga menyatakan ada dampak positif dan negatif untuknya dengan hengkangnya Rossi ke Yamaha. Menurut Hayden, semua orang di Ducati selalu mendengar saran-sarannya.
"Ada beberapa hal positif dari hengkangnya Vale, mungkin Ducati bisa lebih fokus mendengarkan ide-ide saya. Namun ada untungnya juga saat Vale bersama kami. Ia telah memberi banyak motivasi kepada tim. Jika ia bicara, semua orang akan mendengarkan. Tanpanya, mungkin tahun lalu kami tidak akan mendapatkan sasis aluminium secepat mungkin," lanjutnya.
Pebalap asal Amerika Serikat tersebut mengakui hasil balapnya bersama Rossi memang tidak sesuai harapan, namun Hayden tak menyesalinya.
"Hasil yang kami dapat memang tak seperti harapan. Namun inilah kehidupan. Saya pun tidak menyesali hasil tahun lalu," katanya. "Kini Vale telah hijrah dan saya ingin melawannya. Kepindahannya ke Yamaha sangat baik untuk MotoGP, dan saya tahu Ducati sangat ingin mengalahkannya," pungkas Hayden.
Rossi yang memutuskan kembali ke Yamaha, kini digantikan oleh sesama pebalap Italia, Andrea Dovizioso. (as/kny)
Keduanya pernah bertandem di Repsol Honda pada tahun 2003 dan hubungan mereka cukup baik hingga kini. Hayden pun menyatakan dirinya mampu bersaing kompetitif dengan Rossi tahun lalu meski pebalap Italia itu telah mengoleksi sembilan gelar dunia.
"Saya tak punya masalah dengan Vale. Kami pernah menjadi rekan setim sebelumnya, yakni di Honda. Sebelum kecelakaan di Indianapolis tahun lalu, saya lebih sering mengalahkannya daripada sebaliknya. Saya bisa bersaing kompetitif dengannya," ujar Hayden.
Juara dunia 2006 itu juga menyatakan ada dampak positif dan negatif untuknya dengan hengkangnya Rossi ke Yamaha. Menurut Hayden, semua orang di Ducati selalu mendengar saran-sarannya.
"Ada beberapa hal positif dari hengkangnya Vale, mungkin Ducati bisa lebih fokus mendengarkan ide-ide saya. Namun ada untungnya juga saat Vale bersama kami. Ia telah memberi banyak motivasi kepada tim. Jika ia bicara, semua orang akan mendengarkan. Tanpanya, mungkin tahun lalu kami tidak akan mendapatkan sasis aluminium secepat mungkin," lanjutnya.
Pebalap asal Amerika Serikat tersebut mengakui hasil balapnya bersama Rossi memang tidak sesuai harapan, namun Hayden tak menyesalinya.
"Hasil yang kami dapat memang tak seperti harapan. Namun inilah kehidupan. Saya pun tidak menyesali hasil tahun lalu," katanya. "Kini Vale telah hijrah dan saya ingin melawannya. Kepindahannya ke Yamaha sangat baik untuk MotoGP, dan saya tahu Ducati sangat ingin mengalahkannya," pungkas Hayden.
Rossi yang memutuskan kembali ke Yamaha, kini digantikan oleh sesama pebalap Italia, Andrea Dovizioso. (as/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bos Baru Ducati Ingin Tindak Lanjuti Keluhan Rossi
Otomotif 16 Januari 2013, 20:00
-
Hayden: Ducati Masih Ingin Kalahkan Rossi
Otomotif 16 Januari 2013, 19:00
-
Sambut Musim Baru, Yamaha Rilis Video Promosi Lorenzo-Rossi
Open Play 16 Januari 2013, 18:15
-
Bos Dorna Masih Yakin Rossi Bisa Merangsek ke Depan
Otomotif 12 Januari 2013, 09:00
-
Musim Baru Belum Mulai, Yamaha Bidik Espargaro
Otomotif 11 Januari 2013, 09:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Tim Nasional 21 Mei 2026, 20:55
-
Luke Shaw Jalani Musim Terbaiknya Bersama Manchester United
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:55
-
West Ham Siap Jual Bintangnya ke MU, Tapi...
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:00
-
Sandro Tonali Gabung MU? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Inggris 21 Mei 2026, 18:30
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25

























KOMENTAR