Bola.net - - Bersama KTM, Honda dikenal sebagai pabrikan yang serius dalam mengembangkan program junior mereka di Grand Prix, mendidik para rider di Moto3 agar berpotensi besar tampil di MotoGP. Meski begitu, program mereka tampaknya tak begitu efektif belakangan ini, hanya Takaaki Nakagami yang berhasil menduduki tempat di LCR Honda Idemitsu.
Di sisi lain, KTM justru menggebrak lewat Miguel Oliveira dan Brad Binder. Keduanya merupakan didikan Red Bull KTM Ajo baik di Moto3 dan Moto2, masing-masing menjadi runner up Moto3 2015 dan juara dunia Moto3 2016. Oliveira dipastikan akan naik ke MotoGP 2019 juga bersama KTM, sementara Binder diperkirakan menyusul pada 2020.
Honda sendiri bertekad memaksimalkan program pencarian talenta muda dari ajang Asia Talent Cup, yang beberapa tahun belakangan dikelola oleh Manajer Tim Repsol Honda saat ini, Alberto Puig. "Kami menanam banyak investasi di Asia, tapi di Eropa memang benar bahwa pabrikan seperti KTM sangat aktif dalam promosi dan mengembangkan talenta," ujarnya kepada Crash.net.
Pro dan Kontra

Ajang Asia Talent Cup memang bisa menjadi wadah yang baik untuk mengorbitkan talenta-talenta dari Asia dan Australia, namun Puig yakin para rider terbaik akan tetap memilih tim dan motor paling kompetitif. Dengan begitu, Honda harus menjadikan RC213V sebagai motor paling menarik di MotoGP.
"Kami akan tetap meningkatkan kualitas motor-motor kami dan kami akan mencoba menawarkan motor terbaik yang kami punya, kemudian para rider harus memutuskan apakah mereka ingin balapan bersama Honda atau pabrikan lain," ungkap eks manajer pribadi Dani Pedrosa ini.
Merasa Belum 'Nomor Satu'

Direktur Balap Honda Racing Corporation (HRC), Tetsuhiro Kuwata pun menambahkan bahwa pihaknya masih belum cukup menarik bagi para rider muda, mengingat RC213V merupakan motor yang sulit dijinakkan, meski Marc Marquez tampil dominan dan merebut empat gelar dunia dalam lima tahun belakangan.
"Soal mesin, kami telah mengalami beberapa peningkatan, bisa dilihat lewat top speed, tapi saya masih yakin kami bukan yang nomor satu di MotoGP. Jadi kami akan terus bekerja demi memiliki mesin nomor satu di MotoGP. Soal sasis, kami harus cari tahu cara mengendalikan ban lebih baik. Mungkin kami harus fokus pada hal ini pada beberapa tahun mendatang," tutupnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nakagami Kecewa Performa Sendiri, Justru Dipuji Crutchlow
Otomotif 27 Juli 2018, 14:00
-
Pede Bekuk Morbidelli, Syahrin Belajar dari Zarco
Otomotif 27 Juli 2018, 10:45
-
Honda Tekad Jadi 'Nomor Satu' demi Gaet Rider Muda
Otomotif 27 Juli 2018, 10:10
-
Bos KTM Sayangkan Dani Pedrosa Tak Juarai MotoGP
Otomotif 26 Juli 2018, 13:55
-
Daftar Sementara Pembalap dan Tim MotoGP 2019
Otomotif 25 Juli 2018, 16:05
LATEST UPDATE
-
Man United Cari Manajer Baru, Nama Eddie Howe Terus Disebut-sebut
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:58
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 19:39
-
Melihat Arsenal Frustrasi Ditahan Liverpool, Bukti Alotnya Perburuan Gelar!
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:31
-
Viktor Gyokeres Justru Jadi Tanda Tanya di Lini Depan Arsenal
Liga Inggris 9 Januari 2026, 18:57
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52





















KOMENTAR