
Bola.net - Fabio Quartararo mengaku dirinya kini sudah cukup paham cara mengendalikan tekanan demi merebut gelar dunia MotoGP sejak bergabung dengan Monster Energy Yamaha. Namun, di lain sisi ia menyadari tanggung jawabnya tetap besar karena ia jadi pengganti Valentino Rossi di tim pabrikan. Hal ini ia katakan via Autosport, Kamis (8/7/2021).
Saat menjalani debut MotoGP pada 2019 bareng Petronas Yamaha SRT, El Diablo memang sempat diragukan banyak orang. Namun, ia menggebrak dengan tujuh podium dan mampu memberi tekanan kepada Marc Marquez. Tekanan yang ia dapat pada 2020 pun semakin besar karena ia jadi dijagokan menjadi juara dunia.
Ia memang sempat meraih tiga kemenangan dan ada di puncak klasemen selama sembilan seri pertama, tapi performa motor yang angin-anginan membuatnya tertekan hingga terjun bebas ke peringkat 8 pada akhir musim. Melihat ini, rider Prancis itu pun memetik banyak pelajaran berharga dan kini lebih lihai dalam menghadapi tekanan.
Tekanan Normal, Tanggung Jawab Besar

"Saya merasa tekanan jadi hal yang normal. Saya dapat tekanan sepanjang hidup saya, tapi kini saya merasa itu jadi hal normal. Bisa dibilang saya telah terbiasa. Jelas akan ada momen di mana tekanan bakal lebih besar, saat harus bertarung habis-habisan dalam satu balapan demi merebut gelar. Namun, saat ini saya merasa tekanannya normal," ujarnya.
Di lain sisi, Quartararo juga mengaku, pada awal musim, ia tertekan karena semua mata tertuju padanya. Sebagai pengganti Rossi di tim pabrikan, tentu orang menanti hasil mentereng darinya. "Tanggung jawab saya besar. Dengan saya mengambil alih tempat Vale, semua orang menunggu saya untuk meraih hasil baik dan sebagainya," kisahnya.
"Namun, kini saya sudah ada di depan. Saya merasa bekerja sangat baik dan saya rasa tim saya bahagia. Tapi saya rasa mereka tak hanya senang soal saya, tapi juga soal cara kami bekerja, begitu juga atmosfer yang sangat baik. Seluruh tim kami bekerja dengan baik dan saya rasa ini sangat membantu," lanjut rider 22 tahun ini.
Usaha untuk Tetap Tenang
Quartararo juga menyatakan, perubahan mentalitasnya ini terbantu keputusannya bekerja dengan psikolog. Meski pertemuannya tak intensif, ia mengaku telah mendapatkan metode latihan psikis yang jitu. Ia juga mengaku berusaha keras untuk tetap tenang dalam segala situasi, mengingat musim lalu ia dikenal sebagai rider yang sangat emosional.
"Jujur saja, saya baru dua kali ke psikolog sejak November 2020, namun bagi saya itu cukup. Target saya, psikolog membantu saya tetap tenang. Ia memberi saya beberapa latihan untuk dilakukan sebelum sesi latihan, atau saat saya butuh. Jadi, saat ini saya harus coba ingat untuk latihan ketika marah atau tak senang," tuturnya.
"Latihan tak butuh lebih dari lima detik, dan saya juga bisa melakukannya kapan pun, termasuk di atas motor. Latihan ini cukup mudah dan saya merasa terbantu untuk tetap tenang. Ini juga soal jalan menuju kedewasaan dan pengalaman. Saya belajar dari tahun lalu dan saya sadar saya harus memperbaikinya," tutup Quartararo.
Sumber: Autosport
Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1
Baca Juga:
- Franco Morbidelli Tak Ingin Hidup Seperti Valentino Rossi-Marc Marquez
- Kevin Schwantz: Tak Cuma Loyo, Valentino Rossi Kini Sering Jatuh
- Petronas Yamaha SRT Pertimbangkan Jonathan Rea untuk MotoGP 2022
- Kebanggaan Prancis: Johann Zarco Tekad Tantang Fabio Quartararo Sampai Akhir
- Musim Panas Para Rider MotoGP: Ada yang Liburan, Ada yang Tetap Latihan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi Pengganti Rossi, Quartararo Sebut Tanggung Jawabnya Kian Besar
Otomotif 9 Juli 2021, 10:51
-
Kevin Schwantz: Tak Cuma Loyo, Valentino Rossi Kini Sering Jatuh
Otomotif 8 Juli 2021, 14:05
-
Keputusan Maverick Vinales Takkan Pengaruhi Masa Depan Valentino Rossi
Otomotif 28 Juni 2021, 11:11
-
VR46 Team Resmi Jadi Tim Satelit Ducati Seutuhnya di MotoGP 2022
Otomotif 24 Juni 2021, 16:27
LATEST UPDATE
-
Elkan Baggott Ungkap Perasaan Frustrasinya Usai Tinggalkan Ipswich Town
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 12:28
-
Kevin Diks Naik Kelas di Borussia Monchengladbach: Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 11:55
-
Kevin De Bruyne yang Menggila dan Debut Massimiliano Allegri di Napoli Berakhir Manis
Liga Italia 23 Agustus 2026, 08:41
-
Ironi Tottenham: Sudah Belanja Rp5,5 Triliun, tapi Langsung Dibantai Brentford 0-3
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR