
Bola.net - Dengan dukungan teknis yang bertambah dari Ducati Corse, Johann Zarco merasa punya kesempatan besar ikut memperebutkan gelar dunia MotoGP 2021, walau Pramac Racing hanya berstatus sebagai tim satelit. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan situs resmi kejuaraan pada Selasa (23/3/2021).
Tahun 2021 akan jadi musim kelima Zarco di MotoGP, dan praktisnya ia merupakan satu-satunya rider yang pernah mengendarai lima motor berbeda dalam kurun enam tahun belakangan. Sejak hengkang dari Red Bull KTM Factory Racing pada akhir 2019, ini pertama kalinya Zarco dapat dukungan langsung dari pabrikan.
Meski membela Pramac Racing, pembalap Prancis ini dipastikan mengendarai Desmosedici GP20, spek yang juga dikendarai Jack Miller dan Pecco Bagnaia di Ducati Lenovo Team. Dukungan teknis yang lebih besar daripada yang ia terima di Esponsorama Racing tahun lalu pun membuat rasa percaya diri Zarco melonjak tajam.
Tak Ada Drama Meski Tak Bela Tim Pabrikan

"Kini saya punya segalanya untuk jadi juara. Meski saya tak membela tim pabrikan, segalanya tersedia. Saya tahu soal ini sejak tahun lalu, karena nyaman di atas Ducati. Musim 2021 sudah dimulai dan saya pun langsung merasa punya kesempatan berprogres. Sejauh ini, semuanya berjalan baik dan saya senang," ujar Zarco.
Dukungan masif dari Ducati ini juga membuat Zarco sama sekali tak merasakan masalah berarti meski tak membela tim pabrikan. "Pada akhirnya, tak ada drama hanya karena saya tak membela tim pabrikan, karena saya punya perangkat yang sama dan Ducati memberi bantuan yang setara kepada saya," lanjutnya.
Zarco juga menyebut bahwa MotoGP Ceko 2020, di mana ia meraih podium usai finis ketiga, sebagai bukti bahwa kerja samanya dengan Ducati bisa berjalan sangat baik jika mendapatkan dukungan teknis yang mumpuni. Atas alasan ini, tak ada alasan baginya untuk tampil melempem bersama Pramac Racing sepanjang 2021.
Terinspirasi Performa Jack Miller pada 2020
"Jelas balapan di Ceko tahun lalu membantu saya memperkuat hubungan dengan Ducati. Ini bukti bahwa dengan dukungan dan motivasi yang tepat, apa pun bisa terjadi. Meski saya tak bisa mengulang podium, semuanya berjalan sangat baik dan Ducati puas," tutur Zarco, yang juga juara dunia Moto2 2015 dan 2016.
Pembalap 30 tahun ini juga sekali lagi mengaku sangat terinspirasi oleh performa garang Miller pada paruh kedua musim lalu, yang membuatnya dianggap sebagai salah satu rider paling mengancam. "Saya berharap musim ini bisa lebih konsisten dan makin dekat dengan podium, persis seperti Jack mengakhiri musim lalu," tutupnya.
Zarco dan Pramac Racing akan kembali jumpa dengan para rivalnya di lintasan dalam MotoGP Qatar yang digelar di Sirkuit Losail pada 26-28 Maret mendatang, yang dilanjutkan dengan MotoGP Doha pada 2-4 April.
Sumber: MotoGP
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Enea Bastianini Pilih Santai Jalani MotoGP Qatar, Anggap Balapan Kedua Lebih Krusial
- Luca Marini Sebut Balapan MotoGP Perdana di Qatar 'Skenario Sempurna'
- Ogah Sesumbar, Franco Morbidelli Hanya Bidik 5 Besar di MotoGP Qatar
- Ritme Menjanjikan, Valentino Rossi Sudah Tak Sabar Balapan di Qatar
- Alex Marquez: Dibayang-bayangi Prestasi Marc? Tak Masalah Tuh!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tak Sesali Suzuki dan KTM, Johann Zarco Lega Situasinya Membaik di Ducati
Otomotif 24 Maret 2021, 13:33
-
Johann Zarco: Saya Punya Segalanya demi Juarai MotoGP Bareng Ducati
Otomotif 24 Maret 2021, 12:34
-
Meroket: Johann Zarco Pecahkan Rekor Top Speed Andrea Dovizioso
Otomotif 12 Maret 2021, 16:35
-
Johann Zarco: Ducati Bikin Saya Serasa Terlahir Kembali
Otomotif 26 Februari 2021, 13:10
-
Ingin Belajar dari Johann Zarco, Jorge Martin Bidik 10 Besar di MotoGP 2021
Otomotif 26 Februari 2021, 11:58
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Real Madrid vs Atletico Madrid: Federico Valverde
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 07:04
-
Rapor Pemain Liverpool: Performa Solid Bikin Arsenal Kehilangan Taji
Liga Inggris 9 Januari 2026, 06:07
-
Hasil Milan vs Genoa: Akhir Dramatis yang Menguntungkan Inter Milan
Liga Italia 9 Januari 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Arsenal: Gyokeres Gagal Bersinar Saat The Gunners Ditahan Liverpool
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:50
-
Hasil Real Madrid vs Atletico Madrid: El Clasico di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 05:44
-
Man of the Match Arsenal v Liverpool: Gabriel Magalhaes
Liga Inggris 9 Januari 2026, 05:30
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR