
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengakui misinya untuk kembali ke level performanya yang terdahulu sangat sulit dilakukan. Ia pun hanya bisa pasrah jika timnya akan mendepaknya kapan saja. Hal ini pun ia sampaikan kepada Marca, sebelum bertolak ke Motegi untuk menjalani MotoGP Jepang.
Sejak mengendarai RC213V versi 2019, Lorenzo memang sulit beradaptasi, bahkan sulit finis di posisi 10 besar. Usai balapan di Mugello, Italia, ia sempat pergi ke Jepang untuk menemui para insinyur Honda. Pertemuan teknis ini pun menunjukkan tanpa positif di Catalunya, namun ia gagal finis usai terjatuh di Lap 2.
Lorenzo ingin mengulangnya di Assen, Belanda, tapi justru kecelakaan hebat dan dirundung cedera punggung, membuatnya absen 4 seri. Sejak itu, banyak isu berembus: ia digosipkan kembali ke Ducati, mendekati Petronas Yamaha SRT, dan diisukan pensiun. Terakhir, ia dikabarkan bakal digantikan Johann Zarco.
Tak Bisa Berbuat Lebih
"Apa yang akan saya lakukan? Apa opsi yang saya punya? Usai balapan, apa saya jadi gugup? Apa saya berteriak dan bersikap negatif? Saya tak punya banyak pilihan. Sekalinya pekerjaan selesai, dan usaha dilakukan secara maksimal di trek dengan apa yang saya punya, saya tak bisa berbuat lebih," ujarnya.
Lorenzo pun menegaskan bahwa dirinya juga sama sekali tak senang dan puas atas hasil balapnya, karena di sepanjang karier balapnya, musim ini adalah yang terburuk. Ia juga mengakui bahwa cedera punggung menghambat proses adaptasinya, dan dengan pemulihan yang panjang, ia sulit kembali kompetitif.
"Semua orang sudah tahu situasinya, terutama cedera. Selain itu, motor ini tak cocok dengan gaya balap alami saya. Lalu cedera memperburuk segalanya. Sejak itu, ritme pebalap lain meningkat, sementara saya benar-benar tersesat. Kini sulit bagi saya untuk kembali, minimal ke level sebelum saya kecelakaan," ungkapnya.
Tetap Optimistis Jelang Motegi
Meski begitu, 5 kali juara dunia ini pun mencoba tetap bersikap optimistis, terutama menjelang seri kandang Honda, Twin Ring Motegi, pada 18-20 Oktober nanti. Walau tak punya target pasti, Lorenzo hanya menginginkan kemajuan-kemajuan kecil dalam performanya.
"Di Motegi, saya akan tiba dengan kondisi lebih baik. Kami akan berusaha meraih sesuatu dengan apa yang kami punya. Bakal sulit menemukan revolusi yang bisa membuat kami lebih cepat, tapi kita lihat saja nanti apakah ada kemajuan. Kami tak bisa melakukannya di Thailand, tapi saya belum kehilangan harapan," tutupnya.
Saat ini, Lorenzo berada di peringkat 19 pada klasemen pebalap dengan koleksi 23 poin. Kontraknya dengan Repsol Honda akan habis pada akhir 2020 mendatang, namun fakta bahwa Zarco bakal membela LCR Honda Idemitsu di 3 seri terakhir dinilai mengancam posisinya musim depan.
Sumber: Marca
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Quartararo-Vinales Memang Garang, Tapi Marquez Lebih Maju!
Otomotif 15 Oktober 2019, 15:18
-
Jorge Lorenzo Akui Sulit Kembali ke Levelnya yang Terdahulu
Otomotif 15 Oktober 2019, 14:55
-
Crew Chief Baru Valentino Rossi Pernah Tangani Jorge Lorenzo
Otomotif 15 Oktober 2019, 09:22
-
Alasan LCR Honda Tunjuk Zarco Jadi Pengganti Nakagami
Otomotif 14 Oktober 2019, 10:05
-
Lorenzo: Jadi Tandem Rossi-Marquez? Saya Fokus ke Diri Sendiri
Otomotif 10 Oktober 2019, 16:20
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR