Bola.net - - Perjalanan karier Danilo Petrucci memang merupakan salah satu kisah menarik di MotoGP. Berawal dari perannya sebagai test rider Ducati di arena Superbike beberapa tahun lalu, ia justru resmi membela tim pabrikan mereka di MotoGP mulai tahun ini. Dalam wawancaranya bersama Pecino GP, Petrucci mengaku bahwa perjalanannya tak mudah.
Petrucci menjalani debut MotoGP pada 2012 dengan motor CRT bersama Ioda Racing. Saking buruknya performa Petrucci, ia sempat bertekad pensiun pada akhir 2014 dan ingin mencoba peruntungan di enduro. Ia pun teringat sempat dilecehkan penggemar usai terjatuh akibat tertabrak rider lain di Misano, San Marino pada musim debutnya.
"Usai balapan, saya ada di paddock dekat motorhome. Beberapa orang meminta tanda tangan saya. Saat mereka hendak memberikan pena, salah satu memandang saya dan berkata, 'Kau yang tadi jatuh'. Saya bilang, 'Ya, aku yang jatuh di lap terakhir tadi.' Kemudian ia berkata 'tidak', ia tak mau tanda tangan saya. Saya takkan lupa peristiwa itu," ujarnya.
'Tangan dengan Lima Jari'
Petrucci pun diminta membela Ducati lewat Alma Pramac Racing pada 2015. Ia senang dapat motor mumpuni, namun kesehatan psikisnya tak mendukung. Rider Italia ini mengaku jalan pikirannya selalu dipengaruhi hasil balap. Jika performanya buruk, suasana hatinya akan ikut buruk selama berhari-hari dan merugikan orang di sekelilingnya. Hal inilah yang membuatnya bekerja sama dengan psikolog sejak awal 2017.
"Psikolog saya bilang saya harus paham bahwa hidup seperti tangan dengan lima jari. Ada Danilo sebagai anak, bocah normal, teman, kakak dan pebalap, dan yang satu inilah yang tidak 'sehat'. Ia berkata pada saya, 'Tanganmu tidak sakit, hanya satu jari yang menyakiti, jadi kau bisa lanjut melakukan banyak hal lain'," tutur rider 28 tahun ini.
Petrucci pun mengaku dapat nasihat penting dari psikolognya. "Ia bilang saya harus memilah-milah. Danilo si pebalap tak boleh memengaruhi segalanya, dan Danilo si normal tak boleh memengaruhi sisi balap. Saya bisa bermasalah dengan keluarga saya, tapi itu tak boleh memengaruhi Danilo si pebalap. Ini masalah yang sulit dikendalikan, karena teori dan cara praktik sungguh berbeda," lanjutnya.
Sulitnya Hidup Normal di Terni

Petrucci yang berasal dari kota kecil bernama Terni di Italia, juga mengaku sulit menjaga privasi. Kota ini pernah melahirkan dua juara dunia, yakni Libero Liberati di GP500 1957 dan Paolo Pileri di GP125 1975. Atas hal ini, wajar saja bila para penduduk mengharapkan Petrucci meraih prestasi serupa dan popularitasnya semakin menanjak seiring fakta ia membela tim pabrikan Ducati.
Hal ini pun membuat Petrucci kesulitan jika ingin bepergian dengan kawan-kawannya. "Sampai sekarang, saya masih sering kumpul dengan teman-teman sekolah. Dengan mereka, saya orang yang normal. Saya tak suka diperlakukan seperti sebuah karakter. Saya suka diperlakukan seperti Danilo yang dulu. Saya suka hidup normal, tak suka jadi pusat perhatian. Kadang ini sulit, karena di kota saya tak ada orang terkenal kecuali saya," ungkapnya.
Lebih Beruntung dari Rossi

Meski begitu, Petrucci mengaku dirinya bersyukur bisa lebih beruntung daripada sang kawan dekat sekaligus lawannya, Valentino Rossi. Petrucci mengaku senang masih bisa bepergian dengan teman-temannya, sementara Rossi yang merupakan sembilan kali juara dunia justru harus susah payah menghindar dari perhatian publik.
"Saat saya pergi ke bar, semua orang coba bicara dengan saya soal motor. Tiga menit pertama sih oke-oke saja, tapi lalu saya muak. Saat pergi makan malam di restoran, semua orang menoleh pada saya. Agak tidak nyaman, karena saya harus hati-hati soal segala hal. Tapi saya masih beruntung bisa nongkrong dengan teman-teman saya, karena jika melihat Vale, ia selalu berada di rumah, ia tidak sering pergi," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gabung Ducati, Petrucci Pelajari Dovizioso-Lorenzo
Otomotif 9 Januari 2019, 15:35
-
Karier MotoGP Menanjak, Petrucci Jaga Kesehatan Psikis
Otomotif 9 Januari 2019, 14:30
-
Lorenzo Soal Petrucci: Kami Sama Saja, Tapi Saya 5 Kali Juara
Otomotif 9 Januari 2019, 10:10
-
Ducati: Petrucci Takkan Bertugas Kalahkan Dovizioso
Otomotif 2 Januari 2019, 11:15
-
Petrucci: Bela Ducati Berarti Beban Sekaligus Kehormatan
Otomotif 26 Desember 2018, 15:20
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR