- Rider Ducati Corse, Jorge Lorenzo menyebut kemenangannya di MotoGP Austria pada Minggu (12/8) merupakan salah satu kemenangan terbaiknya sepanjang berkarir di Grand Prix. Sirkuit Red Bull Ring memang dikenal sangat bersahabat dengan Ducati, namun kenyataannya Lorenzo harus bertarung sengit dengan rider Repsol Honda, Marc Marquez sampai akhir.
Start dari posisi ketiga, Lorenzo berhasil mempertahankan posisi di tikungan pertama, dan mengambil alih pimpinan balap usai Marquez dan Andrea Dovizoso bersenggolan di Tikungan 3. Sayangnya, di tikungan yang sama pada lap kedua, ia tersalip oleh Marquez. Lorenzo pun membuntutinya selama 17 lap berikutnya.
Pada Lap 19, Por Fuera akhirnya berhasil memangkas jarak ketertinggalan dari Marquez dan menyalipnya di tikungan pertama. Sejak itu keduanya terhitung menjalani delapan kali aksi saling salip yang cukup agresif. Pada lap pamungkas, Lorenzo berhasil kembali menyalip Marquez di Tikungan 3 dan sukses merebut kemenangannya yang ketiga musim ini.
Manajemen Ban Lunak

Dalam balapan ini, Lorenzo mencuri perhatian banyak orang dengan memilih ban depan dan belakang lunak, yang diperkirakan bakal cepat aus. Meski begitu, Lorenzo justru berhasil mengatur usia bannya tetap awet sampai akhir balapan tanpa tersalip sekalipun oleh Dovizioso.
"Memakai ban belakang lunak adalah keputusan tepat, tapi saya harus susah payah mengendalikannya di 10 lap pertama. Saya harus mengaturnya agar tidak overheat, karena cuacanya sudah panas. Beberapa bagian ban ini sangat, sangat lunak," ujarnya dalam sesi jumpa pers usai balap.
"Tapi ini juga kunci peningkatan besar saya di sektor ketiga, karena kemarin (11/8) saya kehilangan waktu nyaris 0,2 detik di sana dibanding Marc dan Dovi. Saya mencoba mengamati beberapa video, mengamati posisi tibuh saya yang harus diubah agar lebih cepat di sektor tersebut. Sungguh berhasil," lanjutnya.
Terus Ditempel Marquez

Sepanjang balapan, Lorenzo pun terus mengalami peningkatan di sektor ketiga dan bahkan sukses mengejar Marquez di sektor tersebut. "Saat Marc mulai kesulitan dalam pengereman dan akselerasi, saya mulai mengejarnya sedikit demi sedikit. Jadi ketertinggalan 1,2 detik menjadi nol," ungkapnya.
"Masalahnya, seperti biasa, jika Anda menyalip Marc, Marquez akan menempel Anda sampai akhir. Ia sangat ngotot, jadi saya harus bertarung sampai akhir dengannya. Begitulah, ini pertarungan dua rider ambisius sampai tikungan terakhir," tutur lima kali juara dunia ini.
Spesial Kalahkan 'Sang Monster'

Lorenzo pun menyebut Marquez bukanlah rider yang biasa ngotot di awal balap, tapi namun justru memakai strategi tersebut dalam balapan kali ini. Ketika Marquez mencoba melepaskan diri di depan, Lorenzo menyebut hal ini justru membuatnya bisa mengamati gerak-gerik Marquez. Menjelang akhir balap, Lorenzo pun memiliki energi yang lebih baik, ditambah performa ban yang cukup ideal untuk menyerang.
"Ini salah satu kemenangan terbaik saya, tapi apakah benar-benar yang terbaik? Saya tak tahu, karena untungnya saya punya banyak kemenangan yang sangat indah di masa lalu, tak hanya di MotoGP tapi juga di kategori lain. Tapi jelas saat Anda mengalahkan Marc rasanya spesial. Ketika Anda menang dengan Ducati, rasanya juga spesial," ujarnya.
"Kemenangan ini bakal jadi salah satu yang istimewa, selain kemenangan di Mugello, karena saya harus bertarung sampai akhir melawan monster seperti Marc, bertarung seperti Marc sampai lap terakhir, dengan pengereman yang agresif dan memaksimalkan titik kuat saya. Jadi balapan macam ini selalu sangat sulit," pungkas rider 31 tahun ini. (cn/dhy)
Baca Juga:
- Klasemen Sementara MotoGP 2018 Usai Seri Austria
- Hasil Balap MotoGP Austria 2018: Lorenzo Kalahkan Marquez
- Klasemen Sementara Moto2 2018 Usai Seri Austria
- Hasil Balap Moto2 Austria 2018: Bagnaia Bekuk Oliveira di Tikungan Terakhir
- Klasemen Sementara Moto3 2018 Usai Seri Austria
- Hasil Balap Moto3 Austria 2018: Bezzecchi Menang, Martin Heroik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bakal Setim Bareng Lorenzo, Marquez: Tak Ada Alasan Lagi
Otomotif 13 Agustus 2018, 11:15
-
Lorenzo: Rasanya Spesial Kalahkan Monster Seperti Marquez!
Otomotif 13 Agustus 2018, 10:00
-
Klasemen Sementara MotoGP 2018 Usai Seri Austria
Otomotif 12 Agustus 2018, 20:13
-
Hasil Balap MotoGP Austria 2018: Lorenzo Kalahkan Marquez
Otomotif 12 Agustus 2018, 20:04
-
Hasil Sesi Pemanasan MotoGP Austria 2018: Dovizioso Tercepat
Otomotif 12 Agustus 2018, 15:20
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR