
Bola.net - Manajer pribadi Pol Espargaro, Homer Bosch, meyakini bahwa Marc Marquez akan bersikap profesional jika kliennya benar-benar membela Repsol Honda di MotoGP 2021. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Onda Cero pada Minggu (21/6/2020).
Rumor kepindahan Espargaro ke Repsol Honda memang menghebohkan paddock MotoGP selama tiga pekan terakhir. Ini cukup mengejutkan, karena rider Spanyol berusia 29 tahun itu merupakan rider utama KTM dan sangat dimanjakan sejak 2017.
Meski begitu, Espargaro sendiri menyatakan, fakta bahwa KTM belum bisa bertarung di papan atas sementara ia sendiri tak lagi muda, adalah faktor utama yang mendorong dirinya untuk mengevaluasi tawaran untuk bergabung dengan Honda demi jadi juara dunia.
Ke Repsol Honda demi Jadi Juara

Pernyataan Espargaro pun diamini oleh Bosch. "Target Pol dan kami semua yang bekerja dengannya adalah melihatnya menjadi juara dunia. Atas alasan ini, jika ia pindah ke Honda, maka itulah yang jadi targetnya," ujarnya seperti yang dikutip Diario AS.
Meski begitu, baik Espargaro maupun Bosch tak memungkiri bahwa meninggalkan KTM bukanlah keputusan mudah, berkat adanya hubungan emosional yang erat di antara kedua belah pihak.
"Dengan KTM, Pol melakukan pembicaraan yang sangat terbuka dan transparan. Sudah jelas bahwa Pol membantu mereka mengembangkan proyek ini. Ada ikatan emosional dengan KTM. Jadi, jika berpisah, maka mereka akan melakukannya dengan baik-baik," lanjut Bosch.
Yakin Marc Marquez Takkan Keberatan
Di lain sisi, Bosch juga meyakini bahwa takkan ada masalah berarti jika Espargaro benar-benar pindah ke Repsol Honda. Ia yakin Marc Marquez takkan keberatan bertandem dengan siapa pun sekalipun adiknya, Alex Marquez, harus menyingkir.
"Saya bisa bayangkan Marc akan menyambut Pol di Honda seperti ia menyambut adiknya. Ia telah menunjukkan bahwa ia adalah orang yang profesional, baik di dalam trek maupun di luar trek, terhadap tandemnya," ungkap Bosch seperti yang dikutip Motorsport.com.
"Pada saat yang sama, saya juga bisa memahami, semua rider pasti ingin menang dan ingin jadi lebih baik dari rekan setimnya, dan itu memang sudah sewajarnya," pungkasnya. Perlu diingat, Marquez dan Espargaro juga merupakan rival sengit selama mereka turun di Moto2.
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Suzuki: 'The Next Kevin Schwantz'? Kami Punya 2 Calon di MotoGP
- Johann Zarco: Balapan Ganda di MotoGP 2020 Bakal Menguntungkan
- 11 Rivalitas Tersengit dalam Sejarah MotoGP, Valentino Rossi Paling Banyak Musuh
- 'Yamaha MotoGP 2020 Itu Tim Yamaha Terbaik Sepanjang Masa'
- 'Valentino Rossi Takut Pensiun, Andrea Dovizioso Justru Mau Stop Balapan'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Marc Marquez Bakal Sambut Pol Espargaro Seperti Alex Marquez'
Otomotif 22 Juni 2020, 14:20
-
Marc Marquez Ogah Balapan di Isle of Man TT, Kelewat Bahaya
Otomotif 20 Juni 2020, 10:12
-
'Marc Marquez Tak Usir Casey Stoner, Justru Senang Jika Setim'
Otomotif 19 Juni 2020, 12:10
-
Casey Stoner: Marc Marquez Fantastis, Seperti dari Planet Lain
Otomotif 18 Juni 2020, 12:15
-
Casey Stoner: Jangan 'Sombong' Jika Ingin Bekuk Marc Marquez
Otomotif 18 Juni 2020, 11:52
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR