
Bola.net - Tak terasa bahwa tahun 2020 akan jadi tahun ke-13 Marc Marquez berkarier di ajang Grand Prix. Tahun ini juga menandai musim kedelapan rider Repsol Honda tersebut di MotoGP. Padahal, rasanya baru seperti kemarin Marquez pertama kali menapakkan kakinya di podium dalam balapan GP125 Donington Park, Inggris, pada 2008.
Telah berusia 27 tahun, Marquez telah meraih delapan gelar dunia di sepanjang kariernya, dan tak sedikit orang yang meyakini bahwa ia belum mencapai puncak performanya dan bisa tampil lebih garang lagi di masa mendatang.
Dalam 13 tahun kariernya di arena Grand Prix, Marquez pun telah menghadapi berbagai macam pebalap dengan karakter dan gaya balap berbeda. Baru-baru ini, lewat sesi Instagram Live, Marquez pun ditanya oleh seorang penggemar soal siapa saja rival terberatnya selama ini.
Nah, mau tahu siapa saja nih, Bolaneters? Simak ulasannya yang berikut ini ya!
Nico Terol

Usai duduk di peringkat 13 pada 2008 dan peringkat 8 pada 2009, Marquez mulai menunjukkan talentanya kepada dunia pada 2010. Pada tahun ketiganya di GP125, Marquez pun langsung memperebutkan gelar dunia.
Meski meraih 10 kemenangan, perjalanan Marquez menuju gelar dunia tidaklah mudah. Ia mendapatkan perlawanan sengit dari Nico Terol, yang pada tahun sebelumnya duduk di peringkat ketiga. Beruntung, gelar dunia akhirnya jatuh ke tangannya.
Terol yang kala itu jadi runner up, mengaku bahwa Marquez merupakan salah satu rival terberat yang pernah ia hadapi, dan ia baru bisa meraih gelar dunia di GP125 pada 2011, saat Marquez naik ke kelas Moto2.
Pol Espargaro

Naik ke kelas Moto2, Marquez pun menghadapi banyak lawan kuat, termasuk Stefan Bradl, Andrea Iannone, dan Pol Espargaro. Espargaro pun menjadi rival paling sengit bagi Marquez, karena keduanya sama-sama berasal dari Spanyol dan bertekad menunjukkan siapa yang terbaik.
Rivalitas keduanya pun memuncak pada 2012, ketika keduanya sengit memperebutkan gelar. Keduanya juga kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan, dan insiden paling mencolok adalah saat keduanya bersenggolan di seri kandang mereka, Catalunya, di mana Marquez menabrak Espargaro sampai gagal finis.
Tahun itu, Marquez pun meraih gelar dunia, sementara Espargaro duduk di peringkat runner up. Pada 2013, Marquez pun naik ke MotoGP, dan Espargaro baru bisa meraih gelar dunia. Pada 2014, Espargaro menyusul Marquez ke MotoGP, namun sejak itu rivalitas mereka juga ikut mereda.
Jorge Lorenzo

Rivalitas antara Marquez dan Jorge Lorenzo mulai tercium sejak awal musim 2013, mengingat Lorenzo yang merupakan juara dunia bertahan jelas-jelas mendapat ancaman nyata di lintasan dari Marquez yang terbukti langsung tampil kompetitif dalam musim debutnya di MotoGP.
Cekcok pertama mereka pun terjadi di Jerez, ketika keduanya memperebutkan posisi kedua dalam balapan. Menuju tikungan terakhir, Marquez pun nekat menyalip Lorenzo dari jalur dalam dan keduanya bersenggolan. Lorenzo pun harus puas finis ketiga, dan ia menolak jabat tangan Marquez saat keduanya berada di parc ferme.
Sampai saat ini, Lorenzo merupakan satu-satunya rider yang pernah mampu menjegal langkah Marquez dalam merebut gelar dunia, yakni pada 2015. Keduanya kerap sengit menjalani pertarungan di lintasan hingga membawa suasana tak enak di luar lintasan.
Dani Pedrosa

"Rekan setimmu adalah musuh terbesarmu," itulah pepatah yang selalu tertanam di kepala semua pebalap MotoGP, tak terkecuali Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang bertandem di Repsol Honda pada 2013-2018. Meski punya hubungan baik, kedua rider ini juga tetap sengit bertarung di trek.
Rivalitas mereka pun benar-benar tampak di permukaan saat bertarung memperebutkan posisi kedua sembari mengejar Jorge Lorenzo di Sirkuit Aragon pada 2013. Saat itu Marquez diketahui menyenggol salah satu kabel motor Pedrosa, yang membuat Pedrosa mengalami kecelakaan hebat.
Meski kerap bertarung sengit di lintasan, uniknya Marquez punya hubungan yang sangat baik dengan Pedrosa, bahkan ketika Pedrosa memutuskan pensiun dari MotoGP pada akhir 2018 lalu.
Andrea Dovizioso

Rivalitas antara Marquez dan Andrea Dovizioso baru terbentuk pada 2017 lalu, saat keduanya tampil sama kuat di lintasan dan sengit memperebutkan gelar dunia sampai seri penutup.
Saking sengitnya, kedua rider ini dianggap sebagai spesialis pertarungan di lap terakhir, karena mereka memang 'hobi' memperebutkan kemenangan sampai di tikungan terakhir sebelum finis.
Selama tiga musim terakhir, Dovizioso bahkan selalu duduk di peringkat runner up, di belakang Marquez. Meski begitu, Marquez mengaku senang persaingan di antara keduanya selalu adil dan mereka bisa membicarakannya dengan santai setelah balapan berakhir.
Video: Marc Marquez Dikalahkan Sang Adik di MotoGP Virtual Race
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez Beber 5 Rival Tersengit di Sepanjang Kariernya
Otomotif 31 Maret 2020, 16:45
-
Pahami Alex Marquez, Pol Espargaro: Jadi Musuh Kakak Itu Tak Enak!
Otomotif 31 Maret 2020, 11:00
-
'Penundaan MotoGP Untungkan Marc Marquez, Bukan Honda'
Otomotif 30 Maret 2020, 17:15
-
Dovizioso: Keputusan Marquez Bertahan di Honda Itu Aneh
Otomotif 30 Maret 2020, 11:25
-
Marc Marquez Sudah Prediksi Sang Adik Garang di MotoGP Virtual Race
Otomotif 30 Maret 2020, 09:00
LATEST UPDATE
-
4 Pemain yang Berpotensi Dilepas Arsenal pada Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 00:27
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR