
Bola.net - Di sela keterpurukan Monster Energy Yamaha, yang pusing melihat performa YZR-M1 tak sekompetitif motor rival, Franco Morbidelli tahu-tahu memberi kejutan di MotoGP Argentina. Sepanjang pekan balap di Termas de Rio Hondo, Morbidelli terus mengungguli sang tandem, Fabio Quartararo.
Sejak operasi lutut kiri pada pertengahan 2021, Morbidelli memang seolah-olah kehilangan tajinya. Ia sangat sulit bertarung di posisi 10 besar, meski ia terbukti merupakan juara dunia Moto2 2017 dan bahkan sempat jadi runner up MotoGP 2020 dengan ketertinggalan 17 poin saja dari Joan Mir.
Morbidelli terakhir kali naik podium di MotoGP Jerez 2021, di mana ia finis ketiga bareng Petronas Yamaha SRT. Puluhan seri ia lalui dengan puasa trofi. Namun, kali ini ia justru tampil mengancam, finis keempat baik di sprint race maupun main race, ketika Quartararo kesulitan tampil garang.
Termotivasi, Tapi Tetap Merendah

"Ini akhir pekan terbaik saya usai begitu lama. Saya senang. Kami cepat di berbagai kondisi berbeda, baik setengah-setengah, basah, maupun kering. Ini positif. Meski begitu, saya tetap memijak bumi, saya sadar sangat mudah tampil naik-turun di kategori ini," ujar Morbideli via Crash.net, Senin (3/4/2023).
"Namun, saya akan merangkul hasil ini sebagai tambahan besar rasa percaya diri, bagi saya dan juga tim. Saya pun penasaran untuk melihat apakah kemajuan dan sensasi baik yang saya dapat di sini bisa diteruskan di Austin," ungkap anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy tersebut.
Performa Morbidelli yang apik ini diduga berkat gaya balapnya yang halus sangat cocok dengan lintasan yang memiliki grip rendah. Sebagai catatan, Termas de Rio Hondo tak pernah dipakai untuk event otomotif selama setahun, sehingga treknya berdebu. Selain itu, hujan turun sepanjang akhir pekan.
Akui Johann Zarco Lebih Tangguh Jelang Finis

Meski begitu, dalam main race, usai bertahan di posisi ketiga begitu lama, Morbidelli harus rela dirinya disalip Johann Zarco ketika tersisa tiga lap. Rider Italia berdarah Brasil ini mengakui bahwa ban belakangnya mulai aus jelang finis.
"Sayangnya, saya kesulitan dengan grip ban belakang. Saya sudah mengerahkan segalanya demi bertahan, tetapi potensi Johann jauh lebih besar. Jadi, sayangnya saya tak bisa mempertahankan podium. Saya sangat ingin, tetapi tak bisa," ucapnya.
"Saya sudah dekat dengan podium kemarin [sprint race], dan saya kembali mengendusnya hari ini, tetapi tak cukup bisa meraihnya. Namun, ini pekan balap yang baik untuk saya, dan kami harus terus maju dari sini," pungkas pembalap berusia 28 tahun ini.
Sumber: Crashnet
Baca juga:
- Kemenangan Marco Bezzecchi Hibur Pecco Bagnaia Usai Jatuh di MotoGP Argentina
- Podium di MotoGP Argentina, Alex Marquez Penuhi Misi Bungkam Mulut Haters
- Marco Bezzecchi Sulit Percaya Bisa Menang Bareng Skuad Valentino Rossi
- 10 Fakta Unik Kemenangan Marco Bezzecchi di MotoGP Argentina: Bikin Bangga Valentino Rossi dan Lione
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MotoGP dan Formula 1 Godok Rencana Balapan di Trek dan Hari yang Sama
Otomotif 4 April 2023, 16:27
-
Terinspirasi Marco Bezzecchi, Johann Zarco Ingin Segera Dapat Giliran Menang
Otomotif 4 April 2023, 11:54
LATEST UPDATE
-
Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
Bola Indonesia 24 Mei 2026, 05:58
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Guido Rodriguez
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 04:33
-
Man of the Match Real Madrid vs Athletic Bilbao: Thiago Pitarch
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 04:31
-
Man of the Match Bologna vs Inter Milan: Federico Bernardeschi
Liga Italia 24 Mei 2026, 01:44
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR