
Bola.net - Tahun 2021 telah bergulir, dan kini para peserta MotoGP tengah mempersiapkan diri menjelang musim baru. Usai Enea Bastianini, Luca Marini, dan Jorge Martin dipastikan bernaung di tim-tim satelit Ducati Corse, ternyata MotoGP ketambahan satu debutan lagi. Ia adalah rider Aprilia Racing Team Gresini, Lorenzo Savadori.
Lorenzo Savadori merupakan pembalap Italia yang lahir di Cesena pada 4 April 1993. Sejak balita, ia pun diperkenalkan oleh sang ayah kepada dunia balap motor. Tak lama setelahnya, ia pun menjalani beberapa ajang junior lokal dan nasional, sampai akhirnya masuk seleksi sebagai salah satu rider Red Bull Rookies Cup pada 2007.
Dalam ajang itu, Savadori sukses merebut tiga podium, dua di antaranya kemenangan di Jerez dan Donington Park. Ia pun mengakhiri musim sebagai runner up, di belakang juara dunia Moto2 2015 dan 2016 yang kini membela Pramac Racing, Johann Zarco. Pada 2008, 'Sava' beralih ke kejuaraan Italia dan Eropa 125cc, dan sukses merebut gelar juara.
Prestasi itu membuatnya mendapatkan tiga fasilitas wildcard bersama Aprilia di GP125 2008, dan pada 2009, ia pun menjalani debut semusim penuh. Usai gagal tampil kompetitif selama dua musim, Savadori keluar dari ajang Grand Prix, dan banting setir ke CIV Superstock dan FIM Superstock 1000 pada 2011 bersama Kawasaki.
Gelar Dunia Superstock dan Karier di WorldSBK

Pada 2012, Savadori bertahan di FIM Superstock 1000, namun pindah ke Ducati. Potensinya mulai terlihat lebih jelas, usai meraih podium di Assen dan Magny-Cours, serta menang di Monza. Usai bertarung di papan atas selama bertahun-tahun, Savadori akhirnya sukses merebut gelar juara di ajang ini pada 2015, lagi-lagi di bawah atap Aprilia.
Prestasi ini pun membuat Aprilia tertarik menurunkannya di WorldSBK bersama tim independen, usai pabrikan asal Noale, Italia, itu menarik tim pabrikan mereka sepenuhnya demi fokus mengembangkan RS-GP di MotoGP. Walau tak sekalipun pernah naik podium, Savadori dikenal sebagai rider dengan gaya balap yang berani dan agresif di lintasan.
Pada 2019, Aprilia menarik semua dukungan dari WorldSBK, hingga Savadori beralih ke CIV Superbike, sembari membela Trentino Gresini di kelas MotoE. Namun, usai mengakhiri musim di peringkat 16, Savadori mundur dari MotoE dan fokus sepenuhnya di CIV Superbike, sambil menjadi test rider kedua Aprilia di MotoGP, di belakang Bradley Smith.
Dapat Hadiah Berupa Debut di MotoGP

Pada awal November 2020, Aprilia secara mengejutkan mengumumkan bahwa Savadori akan turun di tiga seri terakhir MotoGP, yakni di Seri Eropa, Seri Valencia, dan Seri Portugal. Keputusan Aprilia dan kedatangan Savadori di grid MotoGP ini memang bikin kaget banyak pihak walau ia sudah punya banyak pengalaman di berbagai ajang, termasuk WorldSBK.
Semua ini tentunya bermula dari kasus doping drostanolone yang menyandung Andrea Iannone sejak akhir 2019. Usai bergelut di pengadilan FIM dan dapat larangan balap dari federasi balap motor dunia tersebut, Iannone membawa kasusnya ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) dan digantikan secara sementara oleh Smith untuk musim MotoGP 2020.
Namun, Aprilia memberi kesempatan kepada Savadori untuk balapan di tiga seri terakhir, sebagai 'hadiah' karena ia berhasil menjuarai CIV Superbike. Dua hari setelah debut Savadori di MotoGP Eropa, Aprilia pun bagai disambar gledek saat mendengar pengumuman CAS yang menjatuhkan larangan balap selama empat tahun kepada Iannone.
Akibat hukuman Iannone ini, Aprilia kelimpungan mencari rider pengganti. Meski sang test rider utama, Bradley Smith, telah menggantikan Iannone secara sementara pada 2020, Aprilia lebih tertarik pada rider muda. Namun, Marco Bezzecchi, Fabio di Giannantonio, dan Joe Roberts kompak menolak tawaran mereka.
Resmi Jadi Pengganti Andrea Iannone

Savadori, yang kini berusia 27 tahun pun jadi pilihan, meski Aprilia sempat 'galau' memilih dirinya atau Smith. Namun, Aprilia merasa bahwa pengalaman Smith yang jauh lebih banyak akan lebih cocok untuk mengembangkan RS-GP di balik layar. Alhasil, Savadori pun akhirnya diresmikan sebagai pembalap Aprilia Racing Team Gresini di MotoGP 2021.
"Ini keputusan perusahaan dan kami bergerak lebih awal, karena penentuan rider bisa punya efek berantai pada keputusan orang lain di tim kami. Ketimbang Lorenzo, Bradley memang punya pengalaman dan karakter yang jauh lebih cocok untuk jadi test rider. Itu karena Lorenzo tak punya pengalaman, dan itulah salah satu alasan dari keputusan ini," ujar CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.
Bertandem dengan Aleix Espargaro yang sudah membela Aprilia dan jadi ujung tombak pengembangan RS-GP sejak 2017, Savadori pun bertekad banyak belajar darinya. Ia pun tak mematok target muluk dalam musim perdananya di kelas para raja, bahkan tak mau ambisius menyabet gelar debutan terbaik, di mana ia akan melawan Enea Bastianini, Luca Marini, dan Jorge Martin.
Dalam uji coba pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada 6-12 Maret lalu, Savadori duduk di posisi 26 dalam daftar kombinasi catatan waktu. Ia pun akan kembali turun lintasan dalam dua pekan balap beruntun di trek yang sama pada 26-28 Maret dan 2-4 April mendatang.
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
- Valentino Rossi Puji Kinerja Yamaha 'Cerdas' Jelang MotoGP 2021
- Jelang Musim Kedua di MotoGP, Brad Binder Tak Lagi Tegang Hadapi Masalah KTM
- Mesin KTM Berkurang Akibat Non-konsesi, Miguel Oliveira Santai
- Adaptasi di Ducati Lancar, Enea Bastianini Tekad Tembus 10 Besar di MotoGP 2021
- Ayah Marco Simoncelli Rilis Surat Terbuka, Umumkan Tatsuki Suzuki Positif Covid-19
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenal Rookie MotoGP 2021 - Bagian 4: Lorenzo Savadori
Otomotif 16 Maret 2021, 17:42
-
Aprilia Meroket, Aleix Espargaro Peringatkan untuk Tetap Membumi
Otomotif 15 Maret 2021, 16:38
-
Hasil Hari Pertama Uji Coba Pramusim MotoGP Qatar: Aleix Espargaro Tercepat
Otomotif 7 Maret 2021, 09:17
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58























KOMENTAR