Bola.net - - Pembalap baru Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda, Thomas Luthi meyakini bahwa membawa crew chief-nya dari Moto2, Gilles Bigot merupakan faktor penting bagi proses adaptasinya di MotoGP tahun depan, meski hingga kini ia belum menjalani uji coba akibat cedera engkel.
Sejak 2016, Luthi bekerja dengan Bigot yang merupakan crew chief juara dunia GP500 1999, Alex Criville di Repsol Honda. Dua tahun bekerja sama, rider Swiss ini menyatakan bahwa ia memiliki chemistry kerja yang sangat baik dengan Bigot, hal yang sangat krusial antara seorang rider dengan crew chief-nya.
"Ia belum pernah mencicipi MotoGP. Tapi Gilles sangat penting bagi saya. Saya paham cara kerjanya. Ia juga tenang, bekerja dengan baik. Ia setara dengan emas bagi saya. Tentu MotoGP bakal beda, tapi motor tetap motor. Seperti saya, Gilles punya banyak hal untuk dipelajari. Tapi saya yakin ia bisa memberi saya motor yang baik. Saya hanya tinggal berkendara saja," gurau Luthi kepada Speedweek.
Meski masih cedera dan tak bisa berkendara, Luthi tetap hadir di uji coba pascamusim MotoGP Valencia, Spanyol pada pertengahan bulan ini. Rider 30 tahun ini memang masih punya banyak hal untuk dipelajari, namun yakin pengalamannya menjadi salah satu test rider KTM tahun lalu cukup menjadi gambaran.
"Di Valencia, saya punya kesempatan memahami kru, proses dan data yang ada. Secara teori memang menarik, tapi jelas saya harus berkendara, karena nanti bakal lain cerita. Untungnya saya punya pengalaman dari KTM. Yang penting adalah cara berkendara, lalu barulah bisa bicara setup dan gaya balap," pungkas juara dunia GP125 2005 ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pentingnya Thomas Luthi Boyong Crew Chief ke MotoGP
Otomotif 29 November 2017, 15:15
-
Marc Marquez Bakal Dampingi Sang Adik Uji Coba MotoGP
Otomotif 16 November 2017, 12:15
-
Lagi, Alex Marquez Bakal Uji Coba MotoGP di Jerez
Otomotif 15 November 2017, 11:20
-
Klasemen Akhir Moto2 2017 Usai Seri Valencia
Otomotif 12 November 2017, 19:35
-
Thomas Luthi Terancam Batal Jalani Debut MotoGP di Valencia
Otomotif 1 November 2017, 09:25
LATEST UPDATE
-
Marah-Marah Saat Diganti, Lamine Yamal Malah Dapat Pujian dari Hansi Flick
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:26
-
Liverpool Menang Sih, Tapi Memang Main Buruk Lawan Nottingham Forest
Liga Inggris 23 Februari 2026, 05:18
-
Hasil AS Roma vs Cremonese: Gawang Emil Audero Diberondong Tiga Gol
Liga Italia 23 Februari 2026, 04:59
-
Tottenham vs Arsenal 1-4: Panggung Pembuktian Pemain dan Karakter Juara Meriam London
Liga Inggris 23 Februari 2026, 04:50
-
Man of the Match AC Milan vs Parma: Mariano Troilo
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:59
-
Man of the Match Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 02:42
-
Hasil Milan vs Parma: Dipermalukan di Kandang, Rossoneri Semakin Tertinggal dari Inter
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:27
-
Hasil Tottenham vs Arsenal: The Gunners Pesta Gol di Kandang Spurs
Liga Inggris 23 Februari 2026, 01:49
-
Hasil Atalanta vs Napoli 2-1: La Dea Bangkit, Partenopei Tersentak di Gewiss
Liga Italia 23 Februari 2026, 01:28
-
Man of the Match Barcelona vs Levante: Joao Cancelo
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:52
-
Hasil Barcelona vs Levante: Menang 3-0, Blaugrana Kudeta Puncak
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR