Bola.net - - Pembalap Pramac Racing, Scott Redding mengaku kecewa tak bisa menghabiskan lebih banyak waktu di kejuaraan yang lebih ringan, sebelum benar-benar naik ke MotoGP pada 2014 lalu. Kepada Autosport, rider Inggris ini mengaku selalu terpaksa naik ke kelas yang lebih tinggi karena tubuhnya yang besar.
Redding menjalani debut di GP125 pada tahun 2008 dan menjadi pemenang Grand Prix termuda sepanjang sejarah, dalam usia 15 tahun 170 hari di Donington Park, Inggris. Pada tahun 2010, ia naik ke Moto2 dan turun selama empat musim, sebelum akhirnya naik ke MotoGP pada tahun 2014.
Dengan tinggi 185 cm dan berat badan 78 kg, Redding yang juga tumbuh pesat harus naik ke kelas yang lebih tinggi sebelum waktunya. "Saya 'terpaksa' berada di mana saya sekarang. Saya tak mau naik ke Moto2 dan MotoGP terlalu dini. Tapi karena ukuran dan tinggi tubuh, saya tak punya pilihan. Saya ingin bertahan lebih lama di GP125 dan Moto2, jadi bisa lebih siap ketika naik ke MotoGP," ujarnya.
Scott Redding (c) Pramac Racing
Runner up Moto2 2013 ini pun menyayangkan dirinya tak punya motor yang cukup baik saat menjalani dua musim perdananya di MotoGP. Pada 2014, ia bergabung dengan Go&Fun Honda Gresini di atas motor Open RC213V-RS dan hijrah ke Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda pada 2015 di atas motor pabrikan RC213V. Sayang, kedua motor ini tak bisa membantunya tampil baik.
Mulai tahun lalu, Redding hijrah ke Pramac Racing di atas Ducati Desmosedici GP15, namun juga tak kunjung meraih hasil baik dan hal ini membuatnya kecewa dan frustrasi. Meski begitu, dengan Desmosedici GP (GP16), pembalap berusia 24 tahun tersebut pun optimis bisa tampil lebih kompetitif musim ini.
"Rider lain punya motor yang cukup baik pada musim debut, sementara saya cuma punya rongsokan yang bahkan tak bisa masuk 15 besar. Kemudian saya dapat motor pabrikan yang ternyata jauh lebih buruk dari motor sebelumnya. Saya menghabiskan dua tahun dengan rasa frustrasi, tanpa perangkat yang memadai. Padahal kita semua tahu saya punya potensi, saya sudah unjuk gigi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tubuh Besar, Redding Akui Sedih Terlalu Dini ke MotoGP
Otomotif 9 Januari 2017, 11:00
-
Dapat GP17, Petrucci Target Tempel Lorenzo-Dovizioso
Otomotif 22 Desember 2016, 16:00
-
Pramac Tekad Lanjut Bareng Ducati di MotoGP 2018
Otomotif 7 Desember 2016, 13:00
-
Redding: Ducati Ubah Segalanya Demi Lorenzo
Otomotif 3 November 2016, 14:45
-
Scott Redding Pesimis Bakal Dapat Ducati GP17
Otomotif 3 November 2016, 10:45
LATEST UPDATE
-
Gak Jadi Dipulangkan! Barcelona Mantap Permanenkan Marcus Rashford
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 09:10
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 10 Januari 2026, 08:33
-
Xavi Latih Manchester United? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:30
-
Prediksi Newcastle vs Bournemouth 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:11
-
Akhirnya! Arsenal Sepakati Kontrak Baru Bukayo Saka
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:02
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR