- Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi menyebut bahwa pekan balap di Sirkuit Red Bull Ring, Austria merupakan salah satu yang terburuk bagi dirinya. Ia kecewa hanya bisa finis keenam, namun cukup puas bisa memperbaiki banyak posisi dan menjalani aksi salip berkali-kali.
Dalam balapan pada Minggu (12/8), Rossi start dari posisi ke-14, posisi start terburuknya sejak MotoGP Australia 2016. Pada lap pertama, ia hanya mampu naik ke posisi 11, namun secara perlahan menyalip para rival dan akhirnya finis keenam. Ia pun tertinggal sekitar sedetik dari rider Alma Pramac Racing, Danilo Petrucci yang finis kelima.
"Sangat sulit memperbarui atau memodifikasi ekspektasi, karena saya selalu ingin memperebutkan podium. Tapi akhir pekan ini saya sangat kesulitan dan harus punya konsentrasi yang sama seperti saat memperebutkan podium, jika ingin finis keenam ketimbang kedelapan. Jadi situasi ini tak mudah," ujarnya kepada Crash.net.
Dirugikan Kerusakan M1

Meski bersikap realistis dan memahami bahwa Red Bull Ring sangat tak cocok dengan karakter YZR-M1, Rossi menyatakan bahwa masalah teknis dan kerusakan M1 yang ia alami pada sesi latihan bebas pertama (FP1) pada Jumat (10/8) merupakan penyebab dirinya tak bisa lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2) pada hari Sabtu (11/8).
"Masalah terbesar saya adalah kerusakan motor di FP1. Jika saya ada di Q2, mungkin saya bisa mencatat lap lebih baik, start dari baris ketiga, lalu bertarung dengan Petrucci, karena ritme saya sedikit lebih baik. Mungkin saya bisa finis kelima," ungkap sembilan kali juara dunia ini.
Yang memuaskan bagi Rossi, tak ada satu pun rider yang mampu membalas manuvernya. "Akhirnya, saya tetap menikmati balapan ini, karena saya melakukan banyak aksi salip dan tak ada yang bisa membalas saya. Jika posisi start saya lebih baik, mungkin saya bisa bertarung dengan Petrucci di lima besar," lanjutnya.
Nantikan Silverstone-Misano

Kini, rider Italia berusia 39 tahun tersebut bertekad segera melupakan mimpi buruk di Red Bull Ring dan tak sabar menanti balapan di sirkuit-sirkuit yang lebih bersahabat dengan M1, yakni Silverstone, Inggris pada 24-26 Agustus dan seri kandangnya sendiri, Misano, San Marino pada 7-9 September mendatang.
"Di beberapa trek, kami bisa lebih kesulitan dan Austria adalah salah satu yang terburuk. Di trek lain, mungkin 'penderitaan' kami lebih sedikit, seperti di Silverstone atau Misano. Jadi kami butuh pekan balap di mana kami bisa lebih di depan. Mungkin takkan cukup untuk naik podium, tapi cukup dekat dengan tiga besar yang tahun ini kerap jauh lebih cepat ketimbang saya," tutup Rossi. (cn/dhy)
Baca Juga:
- Bakal Setim Bareng Lorenzo, Marquez: Tak Ada Alasan Lagi
- Lorenzo: Rasanya Spesial Kalahkan Monster Seperti Marquez!
- Klasemen Sementara MotoGP 2018 Usai Seri Austria
- Hasil Balap MotoGP Austria 2018: Lorenzo Kalahkan Marquez
- Klasemen Sementara Moto2 2018 Usai Seri Austria
- Hasil Balap Moto2 Austria 2018: Bagnaia Bekuk Oliveira di Tikungan Terakhir
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi: Harusnya Masuk Lima Besar, Austria Terburuk
Otomotif 13 Agustus 2018, 12:30
-
Klasemen Sementara MotoGP 2018 Usai Seri Austria
Otomotif 12 Agustus 2018, 20:13
-
Petrucci: Bisa Lawan Rossi, Saya di Jalan yang Benar!
Otomotif 10 Agustus 2018, 13:55
-
Rossi Tolak Yamaha Hadirkan Perubahan Ekstrem pada M1
Otomotif 10 Agustus 2018, 09:45
-
Yamaha Tak Cocok di Austria, Rossi Hanya Bidik Podium
Otomotif 9 Agustus 2018, 10:55
LATEST UPDATE
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
-
Mulai Gacor di Man United, Bukti Keputusan Ineos Beli Benjamin Sesko Tidak Salah
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSM 25 Februari 2026
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 20:45
-
Cunha, Mbeumo, Sesko: Bukti Rekrutmen Manchester United Mulai Tepat Sasaran
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35

























KOMENTAR