
Bola.net - Sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi, mengacungkan jempol kepada Francesco Bagnaia dan Ducati, yang menurutnya menjalani MotoGP 2021 dengan sangat gemilang. Namun, meski senang Yamaha berhasil merebut gelar dunia lewat Fabio Quartararo, Rossi turut kecewa melihat 'Pecco' dan Ducati gagal juara.
Musim ini, Ducati memang menggila. Dalam 17 seri yang sudah lewat, lima dari enam ridernya mengawinkan 21 podium, tiga rider di antaranya bahkan sukses menyumbang kemenangan. Bagnaia, yang merupakan anak didik Rossi di VR46 Riders Academy, sejauh ini mengoleksi delapan podium dan tiga kemenangan.
Semua kemenangan ini pun ia raih dengan cara dominan, kecuali di Aragon saat ia harus tujuh kali saling salip dengan delapan kali juara dunia, Marc Marquez. Dalam Seri Emilia Romagna, ia juga tampil sangat dominan dan hampir merebut kemenangan, sebelum mengalami kecelakaan di Lap 23 dan gagal finis.
Pecco Bagnaia Lebih Agresif dari Jorge Lorenzo

"Pecco sangat hebat. Ducati menakutkan, dan saya senang melihat bagaimana Pecco mengendarainya. Sebagai penggemar balap motor, saya merasa menontonnya balapan sangat menakjubkan. Pecco punya talenta untuk melakukan apa pun yang ia mau di atas motor," tutur Rossi via La Gazzetta dello Sport, Minggu (7/11/2021).
Banyak pihak meyakini bahwa gaya balap Bagnaia bagaikan 'reinkarnasi' dari gaya balap Jorge Lorenzo, yang dikenal sebagai 'pawang' Yamaha namun juga tampil sangat kompetitif di atas Ducati walau hanya sempat meraih tiga kemenangan di Tim Merah pada 2018 lalu. Rossi sepakat, namun menyebut Bagnaia lebih agresif.
"Pecco merupakan sosok pendiam, namun di atas motor ia menemukan keberanian besar. Ia punya gaya balap yang unik, namun sekalinya ia memperbaikinya, ia menjadi sangat tangguh. Gaya balap Jorge lebih 'bersih', sementara Pecco lebih agresif," ungkap Rossi, yang bertandem dengan Lorenzo selama tujuh musim.
Quartararo vs Bagnaia Part 2 di MotoGP 2022

Bagnaia juga menyumbangkan poin terbanyak bagi Ducati untuk mengunci gelar dunia konstruktor 2021. Meski ini prestasi positif, Rossi yakin mereka menyesal gagal meraih gelar dunia pembalap. Menurutnya, kegagalan ini ditentukan kecelakaan Bagnaia di Mugello, saat gagal fokus usai Jason Dupasquier meninggal dunia.
"Saya rasa Pecco dan Ducati punya penyesalan soal bagaimana jalannya musim ini: mereka harusnya bisa juara! Persimpangan jalan itu terjadi di Mugello, saat Pecco melakukan kesalahan ketika memimpin dan lalu terjatuh. Pecco butuh beberapa balapan untuk mengejar, sementara Fabio lepas landas," tutur Rossi.
Rossi yakin duel Quartararo dan Bagnaia akan kembali terjadi dalam perebutan gelar tahun depan. "Situasi akhir musim ini membuat Pecco menjadi favorit juara dunia pada 2022. Dalam perebutan gelar tahun depan ada begitu banyak pembalap cepat, dimulai dari Fabio. Namun, Pecco juga ada di sana," tutupnya.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Baca Juga:
- Valentino Rossi: Petronas Suka Darryn Binder, Tapi Dia Terlalu Agresif
- Ducati Janji Lakukan Segalanya demi Rebut Gelar Dunia Pembalap di MotoGP 2022
- Musim MotoGP Panjang, Sulit, dan Sengit, Valentino Rossi: Pensiun Memang Tepat
- Iba pada Foggia dan Binder, Para Rider MotoGP Pro Kontra soal Super License
- Valentino Rossi Soal MotoGP Masa Kini: Bahkan Rider Terbuncit pun Rider Hebat!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Sebut Mugello Kunci Kegagalan Pecco Bagnaia Juarai MotoGP 2021
Otomotif 9 November 2021, 16:10
-
Valentino Rossi: Petronas Suka Darryn Binder, Tapi Dia Terlalu Agresif
Otomotif 9 November 2021, 14:55
-
Musim MotoGP Panjang, Sulit, dan Sengit, Valentino Rossi: Pensiun Memang Tepat
Otomotif 9 November 2021, 12:15
-
Valentino Rossi Soal MotoGP Masa Kini: Bahkan Rider Terbuncit pun Rider Hebat!
Otomotif 9 November 2021, 09:55
-
Valentino Rossi Ogah Cemaskan Kehidupan Baru usai MotoGP Valencia
Otomotif 5 November 2021, 12:05
LATEST UPDATE
-
Nasib Sial AC Milan di San Siro
Liga Italia 23 Februari 2026, 06:12
-
Runtuhnya Rekor Unbeaten AC Milan di Tangan Parma
Liga Italia 23 Februari 2026, 06:09
-
Rapor Pemain Barcelona vs Levante: Cancelo Gemilang, De Jong Memukau
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:31
-
Marah-Marah Saat Diganti, Lamine Yamal Malah Dapat Pujian dari Hansi Flick
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:26
-
Liverpool Menang Sih, Tapi Memang Main Buruk Lawan Nottingham Forest
Liga Inggris 23 Februari 2026, 05:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


















KOMENTAR