Meski Suzuki telah terbukti mengalami progres signifikan sejak resmi kembali ke MotoGP tahun lalu dan menjadikan Vinales sebagai pebalap utama, pebalap Spanyol ini lebih memilih pergi ke Yamaha tahun depan dengan dalih ingin langsung kompetitif sejak seri pembuka 2017.
"Saya senang bergabung dengan Yamaha, karena Vale adalah pahlawan masa kecil saya. Meski begitu, saya akan tetap mengambil langkah ini tak peduli siapa pun yang akan jadi tandem saya, entah Vale, Jorge Lorenzo atau yang lain," ujar juara dunia Moto3 2013 ini.
Meski yakin dirinya akan mendapat banyak pelajaran dari The Doctor, Vinales juga menyadari bahwa perjalanannya meraih gelar dunia tak akan mudah, dan tentu harus ia jalani sendiri dan tak bergantung pada performa Rossi.
"Status legenda tandem Anda tak akan mengubah apapun. Hal bagus soal Vale sebagai tandem adalah saya akan belajar banyak darinya. Kini ia berusia 37 tahun dan masih mampu menang. Jadi pasti ada sesuatu dalam cara kerjanya yang membuatnya sukses," pungkas Top Gun. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinales: Rossi Bukan Iming-Iming Gabung Yamaha
Otomotif 14 Juli 2016, 14:00
-
Rossi Kejar Kemenangan di Sachsenring Sejak 2009
Otomotif 14 Juli 2016, 11:00
-
Rossi-Lorenzo Kembali Keluhkan Ban Michelin
Otomotif 13 Juli 2016, 11:15
-
Episode 4 'Valentino Rossi: The Doctor Series' - The Doctor
Open Play 11 Juli 2016, 12:00
-
Rossi: Pebalap Muda Italia Butuh Waktu Saingi Spanyol
Otomotif 2 Juli 2016, 11:45
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25


















KOMENTAR