Bola.net - - Sementara pabrikan-pabrikan MotoGP yang lain lain intens menjalani uji coba di Eropa dengan test rider terbaiknya, Yamaha justru tak memiliki tim uji coba yang solid. Valentino Rossi telah menuntut pengadaan tim uji coba yang kompeten sejak tahun lalu, namun ditolak berkali-kali. Meski begitu, permintaannya berpeluang diwujudkan akhir tahun nanti.
Ducati Corse, diketahui memiliki test rider kuat dalam diri Michele Pirro, yang terlibat langsung dalam pengembangan Desmosedici, dibantu oleh Casey Stoner. Honda tahun ini juga telah memiliki Stefan Bradl, KTM punya Mika Kallio, Suzuki dengan Sylvain Guintoli dan Aprilia bersama Eugene Laverty dan Matteo Baiocco.
Yamaha, satu-satunya pabrikan yang tak memiliki tim uji coba yang bermarkas di Eropa. Seluruh tim uji coba mereka berada di Iwata, Jepang, dengan test rider Katsuyuki Nakasuga. Sesi uji coba yang digelar pun tak seintens pabrikan lain. Inilah yang diyakini sebagai salah satu faktor 'pendukung' paceklik kemenangan Yamaha sejak Assen, Belanda tahun lalu.
Sempat Tolak Pemintaan Rossi

"Ada perdebatan soal aturan baru uji coba. Ducati ingin mempertahankan regulasi yang ada, tapi kami menginginkan situasi yang adil, karena bagi pabrikan Jepang, tim uji coba di Eropa butuh biaya sangat mahal. Ducati sering menjalani uji coba di Mugello karena test rider tak terikat aturan ketat seperti para rider reguler," ujar Jarvis kepada Speedweek tahun lalu.
Peluang Folger dan Smith

Meski begitu, keinginan Rossi tampaknya mendekati kenyataan, mengingat Yamaha berpeluang mendapatkan test rider berkompeten, yakni Jonas Folger atau Bradley Smith, yang sama-sama merupakan eks rider Monster Yamaha Tech 3.
Belakangan, Folger santer dikabarkan berpeluang menjadi test rider Yamaha, menyusul kemunculannya yang mendadak dalam uji coba Moto2 bersama Triumph dan Kalex di Aragon dan Brno. Di sisi lain, Smith juga bisa kembali, mengingat ia terdepak dari Red Bull KTM Factory Racing. Rider Inggris ini bahkan sudah berkali-kali menyatakan kesediaan untuk kembali ke Yamaha.
Akankah Yamaha berupaya lebih keras mengakhiri paceklik kemenangan? Dan akankah mereka akan bekerja lebih ngotot lagi demi menghindari nasib buruk serupa di masa depan dengan cara membentuk tim uji coba yang solid? Kita tunggu kabar selanjutnya ya, Bolaneters! [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rossi: Dulu MotoGP Lebih Romantis, Kini Membosankan
Otomotif 24 Juli 2018, 15:20
-
Yamaha Bisa Wujudkan Keinginan Rossi Soal Tim Uji Coba
Otomotif 24 Juli 2018, 13:05
-
'Selama Masih Kompetitif, Kenapa Rossi Harus Pensiun?'
Otomotif 20 Juli 2018, 09:40
-
Jadi Adik Rossi, Marini: Saya Pembalap Paling Beruntung di Dunia!
Otomotif 19 Juli 2018, 15:20
-
Valentino Rossi: Orang Yamaha Pada Kabur Lihat Saya!
Otomotif 19 Juli 2018, 12:10
LATEST UPDATE
-
Everton vs Man Utd: Ini Keistimewaan Senne Lammens yang Dipuji Carrick
Liga Inggris 24 Februari 2026, 10:09
-
Ducati Tak Cemaskan 3 Kecelakaan Marc Marquez di Tes Thailand, Tak Pengaruhi Performanya
Otomotif 24 Februari 2026, 09:49
-
Sesko dan Lammens Membuka Jalan Man Utd ke Liga Champions
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:17
-
Man Utd Lebih Hidup di Tangan Carrick, Sesko Hadir Sebagai Striker Murni
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:08
-
Memuji Keputusan Michael Carrick di Laga Everton vs Man Utd
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:00
-
Link Live Streaming Pertandingan Bulu Tangkis German Open 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 Februari 2026, 08:59
-
Jadwal Lengkap German Open 2026, 24 Februari-1 Maret 2026
Bulu Tangkis 24 Februari 2026, 08:56
-
Liga Inggris 24 Februari 2026, 08:55

-
2 Laga, 4 Keputusan Kontroversial: AC Milan vs Wasit Liga Italia
Liga Italia 24 Februari 2026, 08:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR