
Bola.net - Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan bahwa skuadnya harus bekerja ekstra keras mengembangkan YZR-M1 usai kehilangan tim satelit pada 2023. Namun, ia meyakini bahwa hal ini tak boleh jadi alasan pihaknya terpuruk di MotoGP.
Pada akhir 2022, Yamaha secara mencengangkan ditinggalkan oleh RNF Racing ke Aprilia. Mereka sempat merayu Mooney VR46 Racing Team untuk bergabung. Namun, tim Valentino Rossi itu menolak dan lebih memilih menaati kontraknya dengan Ducati sampai akhir 2024.
Alhasil, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli harus banting tulang sendirian, dan sesekali dibantu sang test rider, Cal Crutchlow. Musim ini, Yamaha pun baru sekali podium di sprint race dan main race lewat Quartararo, bahkan terlempar dari peringkat 8 besar di klasemen.
100% Harus Kerja Sendiri

Kondisi Yamaha ini jelas sangat berkebalikan dengan Ducati, yang memiliki 1 tim pabrikan dan 3 tim satelit. Dengan memiliki banyak tim dan rider, Ducati bisa bagi-bagi tugas dalam mengumpulkan data. Alhasil, pengembangan motor juga jauh lebih cepat dan lebih baik pula.
"Itu kerugian yang besar. Kami harus kerja sendiri 100%, sementara pabrikan lain bisa bagi tugas, mungkin tiap tim bisa ambil bagian 25%. Mereka bisa berbagi tugas dalam memilih ban, tapi kami tak bisa. Ini hanya contoh, tapi sayangnya inilah keadaannya," ujar Meregalli via Motorsport Total, Rabu (26/7/2023).
Meregalli menyatakan bahwa Yamaha akan kembali tampil tanpa tim satelit pada 2024, tetapi yakin semua akan kembali seperti semula pada 2025. Pasalnya, kontrak beberapa tim independen MotoGP dengan pabrikannya masing-masing, termasuk VR46, akan habis pada akhir tahun depan.
Pede Punya Tim Satelit Lagi pada 2025

"Kami tak mau kehilangan tim satelit, dan kami jelas akan kembali memiliki tim satelit sendiri pada masa mendatang. Takkan terjadi pada 2024, karena semua tim masih punya kontrak. Namun, sekalinya musim depan dimulai, kami akan mulai diskusi soal itu juga," tutur 'Maio'.
Format baru pekan balap MotoGP juga dikenal membuat Yamaha 'menderita', karena kini para rider hanya punya sedikit waktu untuk berkoordinasi dengan tim demi mencari data. Meregalli menyadari situasi ini memang sulit, tetapi Yamaha harus legawa hanya punya dua rider.
"Memang benar, tetapi kami tak mau memakainya sebagai alasan. Kami tak punya tim satelit dan kami harus bergantung pada dua rider untuk mengumpulkan data dalam waktu singkat. Namun, jika Anda punya lebih banyak rider, maka lebih mudah," pungkas pria asal Italia ini.
Sumber: Motorsport Total
Baca juga:
- Wayne Gardner Sarankan Marc Marquez Pensiun daripada Cedera Melulu
- 7 Duet Pembalap Kakak-Adik yang Sukses Menangi Balapan di MotoGP
- Repsol Honda Minta Marc Marquez Tetap Tenang Hadapi Kendala Motor
- Link Live Streaming WorldSBK Ceko di Trans7 dan SPOTV, 28-30 Juli 2023
- Jadwal Lengkap WorldSBK Ceko di Sirkuit Autodrom Most, 28-30 Juli 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Pedro Acosta Terbukti Garang di Moto2, Jangan Tunda-Tunda ke MotoGP'
Otomotif 27 Juli 2023, 15:51
-
VR46: Marco Bezzecchi Takkan Gantikan Enea Bastianini di Ducati Lenovo Team
Otomotif 27 Juli 2023, 14:50
-
Yamaha: Kehilangan Tim Satelit Tak Boleh Jadi Alasan Terpuruk di MotoGP
Otomotif 27 Juli 2023, 13:03
-
Wayne Gardner Sarankan Marc Marquez Pensiun daripada Cedera Melulu
Otomotif 27 Juli 2023, 11:10
-
7 Duet Pembalap Kakak-Adik yang Sukses Menangi Balapan di MotoGP
Otomotif 27 Juli 2023, 10:00
LATEST UPDATE
-
Kualitas Pemain Lokal Timnas Indonesia Bikin Kagum Shayne Pattynama: Sangat Bagus!
Tim Nasional 21 Februari 2026, 05:50
-
Hasil Sassuolo vs Verona 3-0: Jay Idzes Tampil Penuh, Berardi Jadi Pembeda
Liga Italia 21 Februari 2026, 05:18
-
Prediksi Atalanta vs Napoli 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:58
-
Prediksi Barcelona vs Levante 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 03:37
-
Michael Carrick Beri Sinyal Siap Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:34
-
Prediksi Roma vs Cremonese 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:32
-
Dari Nyaris Hengkang Hingga Tak Tergantikan, Keajaiban Mainoo di Tangan Carrick
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:18
-
Prediksi Tottenham vs Arsenal 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:12
-
Prediksi PSG vs Metz 22 Februari 2026
Liga Eropa Lain 21 Februari 2026, 03:05
-
Prediksi Man City vs Newcastle 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Lecce vs Inter 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR