
Bola.net - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi perayaan sepak bola global yang besar. Ia menyampaikan optimisme itu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang kini mulai memengaruhi dunia sepak bola internasional.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu memang disiapkan sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah. Namun, situasi politik global — terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran — mulai menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan logistik.
Dampak konflik tersebut bahkan sudah terasa dalam kalender sepak bola internasional. Beberapa federasi menghadapi kendala perjalanan dan visa, sementara sejumlah pihak mempertanyakan kesiapan penyelenggaraan turnamen yang melibatkan puluhan negara peserta.
Infantino Tetap Optimistis Soal Piala Dunia 2026

Dalam wawancara dengan media Spanyol AS, Infantino menggambarkan Piala Dunia 2026 sebagai ajang yang akan berjalan luar biasa sukses. Ia menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap turnamen tersebut.
"Piala Dunia akan menjadi fantastis, fenomenal. Ada antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada," ujar Infantino.
Ia juga membeberkan besarnya minat publik terhadap tiket pertandingan. Menurut Infantino, angka permintaan tiket yang masuk sudah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah FIFA.
"Dalam empat minggu, kami menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket. Ini luar biasa. Kami memiliki hampir tujuh juta tiket, tetapi 500 juta adalah sesuatu yang belum pernah terlihat dalam sejarah FIFA atau institusi mana pun."
Pesta Besar Piala Dunia 2026

Infantino menambahkan bahwa sebagian besar pertandingan juga mencatat permintaan yang sangat tinggi.
"77 dari 104 pertandingan memiliki lebih dari satu juta permintaan tiket, dan sisanya berada di sekitar angka tersebut. Kami menahan sebagian tiket untuk tahap akhir turnamen dan hari-hari terakhir. Semua stadion akan penuh; ini akan menjadi pesta besar."
Ia juga menilai popularitas sepak bola di Amerika Serikat telah berkembang pesat.
"Ketika orang mengatakan bahwa sepak bola tidak terlalu dihargai di Amerika Serikat, itu sudah berubah. Ini akan menjadi sukses besar," lanjutnya.
"Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia pertama dengan 48 tim, 104 pertandingan, 16 kota, dan tiga negara tuan rumah. Kami menghadapi sesuatu yang sangat besar."
"Ini lebih dari sekadar turnamen, lebih dari kompetisi olahraga; ini adalah peristiwa sosial yang akan membuat dunia berhenti untuk menontonnya."
Konflik Global dan Masalah Logistik
Optimisme Infantino tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah menimbulkan dampak langsung pada sepak bola internasional.
Federasi Sepak Bola Irak bahkan sempat meminta penundaan laga play-off antarbenua Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko. Permintaan itu muncul karena kendala logistik serius, termasuk penutupan wilayah udara dan masalah visa akibat situasi keamanan yang memburuk.
Di sisi lain, muncul pula keraguan mengenai partisipasi Iran di turnamen tersebut. Situasi ini menjadi unik karena negara tuan rumah Amerika Serikat berada dalam konflik aktif dengan salah satu peserta yang telah lolos.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan tanggapan yang memicu perhatian. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia, ia memberikan jawaban singkat. "Saya benar-benar tidak peduli."
Kekhawatiran Visa dan Harga Tiket
Selain konflik geopolitik, masalah logistik juga mulai muncul di negara tuan rumah. Kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang ketat disebut telah memengaruhi sejumlah kegiatan sepak bola internasional.
Andrew Giuliani, kepala White House FIFA World Cup Task Force, menegaskan bahwa kebijakan keamanan tetap menjadi prioritas.
Ia menyatakan bahwa membuka perbatasan secara luas dalam situasi saat ini bukanlah langkah yang bijak, mengingat kondisi keamanan global yang sedang memanas.
Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan lebih banyak perjalanan lintas negara, sejumlah pihak khawatir masalah visa dapat menjadi tantangan besar bagi pemain maupun suporter.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
-
Cristian Romero Menuju Atletico Madrid, Tottenham Perlu Cari Pengganti Sang Kapten
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:06
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
-
Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 08:16
-
Arsenal vs Como, 3 Catatan Penting Jelang Community Shield
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:45
-
Manchester United Juara Boyle Sports Cup, Mbeumo dan Zirkzee Tampil Menjanjikan
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:07
-
PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 06:35
-
Real Madrid Menang Tipis atas Deportivo, Brahim Diaz Jadi Penentu
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 06:22
-
Tinggalkan Napoli, Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 05:35
-
Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
Piala Dunia 13 Agustus 2026, 05:18
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR