
Bola.net - Kemampuan Lionel Messi dalam mencetak gol tak perlu diragukan lagi. Brasil selaku tuan rumah Piala Dunia 2014 menjadi saksi ketajaman striker asal Argentina ini.
Saat itu Messi sukses mencetak empat gol hanya dari tiga laga di Fase Grup. Kontribusi besar Messi jadi pemain kunci yang membuat Argentina melaju jauh di Piala Dunia 2014.
Saat itu Argentina tergabung dalam Grup F Piala Dunia 2014. Argentina bersaing dengan Nigeria, Bosnia dan Iran untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
Messi yang ditunjuk sebagai kapten mampu membawa Argentina menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan. Empat dari enam gol Argentina di Fase Grup dicetak Messi dan membuatnya menjadi top skor sementara bersama Thomas Muller dan Neymar.
Messi Selalu Cetak Gol di Fase Grup
Entah bagaimana jadinya Argentina tanpa Messi di Piala Dunia 2014. Pasalnya penyerang yang dijuluki 'La Pulga' itu mencetak 2/3 gol La Celeste di fase grup.
Messi bahkan tak pernah absen mencetak gol di tiga laga Fase Grup Argentina. Messi tak jarang menjadi penentu kemenangan Argentina di Fase Grup.
Di laga perdana Argentina, Messi mencetak gol kedua saat menang 2-1 atas Bosnia. Messi bahkan keluar sebagai pahlawan setelah gol tunggalnya di injury time ke gawang Iran memastikan Argentina menang tipis 1-0.
Di laga akhir Fase Grup, Messi kembali menambah pundi-pundi golnya. Kali ini La Pulga mencetak dua gol ke gawang Nigeria dan membawa Argentina menjadi juara Grup F dengan sembilan poin.
Memble di Fase Knock-Out
Ketajaman Lionel Messi di Piala Dunia 2014 ternyata tak bertahan lama. Mantan striker Barcelona itu hanya mampu mencetak gol di Fase Grup saja.
Argentina yang lolos hingga partai puncak kehilangan sosok Messi di Fase Knock-Out. Messi yang mencetak empat gol di Fase Grup tak mampu memberikan sentuhan magisnya kembali.
Performa Messi yang menurun di Fase Knock-Out membuat Argentina kesulitan menjalani setiap laga. Dari tiga laga sebelum partai puncak, Argentina hanya mampu mencetak dua gol saja.
Kembali Memble di Final
Performa apik Messi di Fase Grup seakan hilang ditelan bumi di partai puncak. Laga perebutan gelar juara dengan Jerman berjalan alot tanpa sentuhan magis Messi.
Argentina yang miskin gol di Fase Knock-Out kembali kesulitan mencetak gol di partai puncak. Tim Tango yang gagal mencetak gol di Semifinal kembali mengulangi catatan buruk tersebut.
Alhasil Argentina harus rela kehilangan kesempatan meraih trofi Piala Dunia ketiganya setelah Jerman mampu mencetak satu gol. Mario Goetze menjadi mimpi buruk Messi dkk setelah golnya di menit 113 tak mampu dibalas Argentina.
Hasil 1-0 untuk menjadikan trofi Piala Dunia 2014 menjadi milik Jerman. Messi yang memble sejak awal Fase Knock-Out harus kembali menahan hasrat merengkuh trofi emas Piala Dunia.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aksi Memikat Lionel Messi di Fase Grup Piala Dunia 2014: 3 Laga, 4 Gol!
Piala Dunia 26 Agustus 2022, 21:14
-
Hasil Pertandingan Lille vs PSG: Skor 1-7
Liga Eropa Lain 22 Agustus 2022, 03:38
-
Piala Dunia 2022: Waktunya Bagi Lionel Messi untuk Berjaya!
Piala Dunia 20 Agustus 2022, 19:21
-
Berani Senggol Messi, Rooney Tak Ragu Semprot Mbappe
Liga Eropa Lain 19 Agustus 2022, 07:26
LATEST UPDATE
-
Dipercaya Jadi Caretaker MU, Darren Fletcher: Ini Beneran Kan?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:27
-
Burnley vs MU: Kobbie Mainoo Bisa Comeback?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:16
-
Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer Semakin Dekat untuk Balikan
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:02
-
BRI Super League: Ze Valente Mencapai Tonggak Penting 100 Laga
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 09:56
-
West Ham vs Nottingham Forest: Keterpurukan West Ham di Premier League 2025/26
Liga Inggris 7 Januari 2026, 08:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR